Waralaba Asing – Bisnis Waralaba Di Indonesia

January 6, 2012

 

Waralaba asing semakin banyak yang melirik Indonesia. Sebagai konsultan franchise, apa pandangan saya melihat fenomena maraknya waralaba asing yang masuk ke Indonesia? Tetapi mungkin perlu dicermati dulu, apakah memang benar marak waralaba asing yang masuk ke Indonesia? ataukah sebenarnya di Indonesia masih terlalu “kurang internasional” karena masih kurang banyak franchise asing di Indonesia? Misalnya saja, di Indonesia masih belum ada Jack in the Box, belum ada Hardee’s, belum ada Long john silver, belum ada Subway, belum ada Tesco, belum ada Disneyland, Universal Studio dan lainnya yang dinegara tetanggapun sudah lama beroperasi.

 Ternyata kalau dicermati, sebagai negara sebesar ini, waralaba asing di Indonesia masih lebih sedikit dibandingkan franchise asing di negara-negara lain. Tetapi franchise lokal kita sudah cukup banyak berkembang (walau belum semua memiliki STPW – surat tanda pendaftaran waralaba).

Apa dampaknya franchise asing buat kita di Indonesia (baik untuk pengusaha dan untuk perkembangan ekonominya)? Sebagai konsultan franchise yang berkecimpung lebih dari 15 tahun dibidang waralaba/franchising, saya masih meyakini bahwa franchising adalah sistem bisnis yang paling efektif dan berdampak positif bagi bisnis dan perekonomian. Sekalipun ada konsekwensi-konsekwensinya disetiap pilihan, tetapi masih dalam hal-hal yang wajar dan dapat dipertanggung jawabkan (justified).

Franchise asing di Indonesia pada implementasinya adalah dengan menggunakan kerjasama penunjukan Master Franchisee atau Area Development Franchisee, artinya ada pihak yang menjalin kerjasama dengan pemilik bisnis di negara asing (Franchisor) untuk membuka, MEMILIKI, dan mengoperasikan bisnis dengan merek dan sistem usaha Franchisor di Indonesia. Jadi siapakah pemilik perusahaan franchise asing di Indonesia yang menjadi Master Franchisee atau Area Development Franchisee tersebut? ya tentunya Orang Indonesia juga. Jadi tidak betul jika ada kata-kata bahwa “kita akan dijajah franchise asing..”. Karena pemilik franchise asing itu di Indonesia adalah Orang Indonesia juga.

Memang tentunya ada konsekwensi bahwa, sebagai franchisee (penerima waralaba) wajib membayar royalty fee kepada franchisor. Tetapi hal itu adalah hal yang wajar dalam kerjasama franchise.

 Apa dampaknya usaha Franchise Asing di Indonesia?

  1. Usaha waralaba asing di Indonesia pasti memberikan wawasan kepada pengusaha di Indonesia mengenai business model yang berwacana gobal. Edukasi yang sangat baik bagi wawasan bisnis lokal kita.
  2. Franchise asing yang sistem bisnisnya sudah lebih siap, akan memberikan tingkat kesuksesan yang lebih tinggi dan dampaknya akan memberikan perputaran penjualan (tentunya ekonomi) yang lebih baik buat perputaran ekonomi di Indonesia.
  3. Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja juga akan jauh lebih maju.
  4. Dampak pembelajaran terhadap teknis industri juga sangat baik untuk diteruskan pada kegiatan alih teknologi.
  5. Dampak terhadap perdagangan kepada para suplier lokal akan lebih memberikan gairah lagi, yang nantinya membuat para suplier menjadi suplier berkelas global internasional. Bayangkan reputasi suplier lokal yang mempunyai track record sukses bekerjasama dengan merek internasional.
  6. Maraknya franchise asing atau usaha multinational di Indonesia memberikan kesan bahwa negara Indonesia merupakan bagian dari negara maju. Hal ini akan meninggalkan kesan bahwa Indonesia adalah negara terkebelakang. Dan semakin banyak merek asing di Indonesia (ingat!: bahwa pemilik bisnisnya disini bukan orang asing, tetapi tetap orang lokal), akan memberikan kepercayaan bagi para investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia. Dampaknya adalah kemajuan ekonomi Indonesia!

Rekan saya, ibu Evi Diah konsultan franchise yang juga adalah Sekjen Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia, memberikan ilustrasi bahwa sebelum SPBU di Indonesia ada pemain asing, wajah SPBU Pertamina masih sangat sederhana. Tetapi sejak ada pemain SPBU asing, maka SPBU Pertamina kita berubah menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya, baik tampilannya maupun pelayanannya.

Pemerintah Malaysia, melalui anak perusahaannya aktif berusaha membeli usaha franchise asing agar dapat memberikan kesempatan berusaha yang lebih baik bagi masyarakat di Malaysia. Mengapa di media Indonesia kelihatan sangat berkeberatan jika ada franchise asing berusaha menawarkan bisnisnya di Indonesia? Seolah-olah Indonesia diserbu franchise asing?

Lihat catatan kita kebelakang, bahwa setiap ada waralaba asing masuk ke Indonesia maka waralaba lokal kita akan lebih tumbuh berkembang. Belum lagi sikap pemain lokal kita yang menjiplak konsep waralaba asing, paling tidak memberikan ide berbisnis yang lebih baik.

 So, be friendly and keep positive thinking.. Should we?

Burang Riyadi
Franchise Consultant – International Franchise Business Management (IFBM)


 

Comments

One Response to “Waralaba Asing – Bisnis Waralaba Di Indonesia”

  1. Nurdin Fauzi on April 16th, 2013 1:28 am

    ada gak dampak negatif dari berkembangnya waralaba asing di indonesia ?

Got something to say?