Beli Franchise Tapi Bisnis Rugi
December 31, 2009
Seorang pengusaha pembeli franchise (franchisee) yang membeli usaha franchise makanan mengeluh ,bahwa usahanya franchise tiap bulan ke bulan tidak menguntungkan dan selalu merugi , Seharusnya usaha makanan mempunyai margin 40% ,tapi perhitungannya selalu tidak menguntungkan alias merugi.
Pertama memang harus ditegaskan bahwa membeli franchise tidak ada jamin bahwa akan selalu untung . Franchisee harus mempertanggung jawabkan sendiri pengelolaan bisnisnya artinya franchisee harus punya komitmen dan yang lebih penting lagi harus mempunyai kemampuan mengelola bisnis ,me-record keuangan ,mengelola pengeluaran ,mengontrol karyawan dan lain sebagainya
Dalam banyak kasus biasanya si-franchisee kurang memahami cara-cara administrasi pengelolaan bisnis .mungkin saja dia melakukan kesalahan dalam posting akunting yang membuat laporan keuangannya menjadi rugi atau ada beberapa penarikan uang atau penempatan modal yang tidak sempat tercatat . Banyak kemungkinan yang bisa terrjadi Disisi lain hal yang tidak kalah pentingnya adalah peran franchisor untuk membantu franchisee-nya . Dan dalam kasus seperti itu kita akan melihat perilaku franchisor yang sebenarnya apakah si franchisor hanya akan mementingkan keuntungan sendiri , atau benar mempunyai komitmen sukses bisnisnya dan juga bisnis franchisee franchisee- nya
Franchisor yang profesional akan membantu sekuat tenaga untuk membuat franchisee-nya untung . Dalam kasus diatas seyogyanya franchisor membantu memonitor , mengoreksi dan memberikan pengarahan kinerja franchisee.
Sekali lagi kita amati apakah franchisor kita memungut margin yang terlalu banyak dari barang dagangan yang disuplai ke franchisee -nya ? apakah franchisor mempunyai team memadai untuk melakukan support dan pembinaan kepada franchisee-nya ? apakah franchisor melakukan pencatatan dan pembukuan dengan rapi dan teratur ? apakah franchisor membuat berbagai pungutan yang terlalu sering kepada franchisee-nya ?
Bila pengamatan kita menemukan situasi seperti diatas ,maka sebaiknya kita waspada dan menghindari membeli franchise yang dimaksud dari berbagai kasus yang kami tangani , hal seperti diatas sangat berpotensi bermasalah bagi franchisee. beli franchise tetapi bisnis tidak menguntungkan dan lebih buruk lagi tidak akan ada solusi dari franchisor .
Dalam kasus kasus, tentu situasi tidak sederhana sepert diatas jika kami menyimak dari dua sisi, ada saja cerita dan saling tunjuk bahwa si franchisee-nya kerap mencoba nakal mencari supplier sendiri diluar ketentuan franchisor-nya , menunda berbagai pembayaran kepada franchisor , melanggar prosedur yang terpenting dalam operasional , dan lain sebagainya tetapi hal ini adalah kesiapan franchisor dalam mempersiapkan sistem usahanya
Bagaimana menghindari hal tersebut :
1. Franchisor perlu melatih franchisee-nya dalam business management skill . kadangkala para franchisee kita belum berpengalaman dalam berbisnis. Mereka membeli franchise karena ingin mendapatkan bimbingan dalam berusaha , pelatihan pengelolaan keuangan dan pelaporan keuangan harus menghasilkan “bahasa” yang sama antara franchisor dan franchisee
2. Franchisor harus mempunyai concern dan sense of belonging yang tinggi terhadap image dan branding dari bisnisnya Dengan demikian franchisor akan merasa “rugi” jika salah satu outletnya (franchisee)nya rugi dan tutup. Franchisor tidak berorentasi pada keuntungan uang yang masuk ke pribadi
3. Franchisor wajib melakukan monitoring yang teratur dan sistematis pada kinerja franchisee-nya . Tidak hanya melihat sales (omzet)nya saja tetapi juga memonitor apakah para franchisee-nya untung dan happy . Siapkan bentuk pelaporan yang seragam untuk kinerja outletnya .
Bagaimana mengatasi situasi yang sudah terlanjur ? kita harus melihat prospek kedepan . Apakah masih ada kemungkinan untuk melanjutkan usaha ini ?
Untuk informasi dan konsultasi selanjutnya dapat menghubungi dikantor kami di Menara KADIN lantai 30 JL HR Rasuna Said Blok X-5 Kav 2-3 Jakarta Telp.021-52994547 atau Email: franchiseconsultant@ifbm.co.id




Comments
Got something to say?