Franchise Waralaba Indonesia – Cara Sederhana Membuat Prospektus Bisnis Franchise

September 19, 2011

Franchise waralaba Indonesia saat ini sedang dalam perkembangan yang sangat luar biasa , jika beberapa tahun lalu hanya menjumpai beberapa jenis bidang usaha yang difranchisekan sekarang banyak ragam jenis usaha yang dengan mudah kita jumpai dari makanan sampai jasa pendidikan , kalau saja dahulu hanya beberapa bisnis Indonesia yang memakai cara franchise dan semua  lebih didominasi oleh perusahaan franchise asing yang memang sudah lebih lama mengenal cara berbisnis dengan franchise

Untuk menjual bisnis franchise waralaba Indonesia kita memerlukan alat bantu marketing Tools yang kita sebut Prospektus ,didalam prospektus banyak memberikan informasi lengkap tentang Franchise waralaba Indonesia kita  secara lengkap dan  benar berikut langkah-langkah  cara membuat prospektus  antara lain:

1.Data Identitas franchise waralaba Indonesia kita yaitu uraian segala hal tentang bisnis franchise kita dari tentang nama dagang atau merek kita ,sampai hal yang berhubungan siapa notaris ,yang menerbitkan  Akta perusahaan  dokumen perusahaan ,domisili perusahaan  alamat lengkap dan sebagainya .

2. Dokumen legalitas perusahaan berisi data uraian legalitas perusahaan antara lain Akta pendirian , serifikat merek dan Surat izin usaha seperti SIUP ,TDP  dan Izin dinas terkait lainnya

3. Sejarah perusahaan yaitu cerita bagaimana perusahaan kita berdiri kemudian berjalan dan mencapai kesuksesannya

4.Susunan pengurus perusahaan atau organisasi yang menjalankan perusahaan tujuannya agar calon franchisee mengetahui siapa yang orang yang mempunyai peran dalam menjalankan kesuksesan perusahaan ini.

5.Laporan keuangan perusahaan yaitu laporan keuangan perusahaan 2 tahun terakhir bertujuan agar calon franchisee melihat apakah perusahaan yang kita tawarkan memang menguntungkan atau sedang dalam kesulitan keuangan

6.Jumlah lokasi tempat usaha yang berjalan yaitu uraian berapa jumlah gerai atau outlet bahkan franchisee yang sedang beroperasi atau berjalan

7.Uraian Hak dan kewajiban yang harus disepakati antara franchisor dan franchisee tujuan agar semua pihak tahu aturan main dan tanggung jawab sebagai franchisor dan franchiseenya

Selanjutnya setelah disusun lengkap buatlah dalam bentuk buku atau di Jilid sebagus mungkin sehingga menarik minat calon franchisee kita membacanya tambahkan gambar ilustrasi pada prospektusnya agar lebih cantik.

Salam Franchise

- Taufik Hidayat -

Comments

12 Responses to “Franchise Waralaba Indonesia – Cara Sederhana Membuat Prospektus Bisnis Franchise”

  1. eko on March 7th, 2012 8:53 pm

    dear, ,
    pak saya mau tanya , untuk memulai membuat franchise itu apa saja syaratnya dan bagaimana prosedurnya?
    Ambil contoh misalnya usaha ketoprak gerobak.
    Terimakasih.

  2. ichi indrawan on June 29th, 2012 9:35 pm

    Terima kasih atas pembahasannya menenai Waralaba. saya tertarik u.merintis bisnis ini.

  3. admin on July 20th, 2012 4:41 pm

    Terima kasih atas perhatiannya semoga artikel kami dapat bermanfaat bagi bisnis bapak , jika bapak tertarik untuk menjalankan bisnisnya dengan cara franchise tentunya bisnis bapak sudah memiliki beberapa kriteria sebagai bisnis franchise seperti : memiliki keunikan , bisnisnya sudah menguntungkan ,bisnisnya sudah standar , bisnisnya bisa diajarkan kepada orang lain dan yang terpenting bapak sudah mastery dalam bisnis bapak mungkin banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum memfranchisekan bisnis bapak ,dan sebagai konsultan franchise kami akan sangat senang jika bisa membantu bapak mengembangkan bisnis bapak menjadi bisnis franchise untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi kami di 021-72780641 atau email kami : franchiseconsultant@ifbm.co.id

    -Salam Franchise-

    Taufik Hidayat

  4. Taufiqqurrasyidin on February 22nd, 2013 10:34 am

    Ass.wr.wb.. Semangat pagi pa! saya sangat tertarik sekali membaca artikel yang bapak Taufik buat kebetulan nama kita sama yah, begini pa ada yang ingin saya tanyakan singkat ceritanya begini, saya ingin mengangkat usaha keluarga temen saya yang bergerak di bidang usaha kuliner yaitu Soto Betawi yang sudah berjalan sejak Tahun 1970an dan sudah sangat familiar dilingkungannya dan saya sangat yakin bila usaha tersebut di Franchisekan akan berprospek cerah. Saat ini usaha tersebut sudah dijalankan secara konvesional dan turun temurun oleh anak-anaknya dengan cara buka cabang di berbagai tempat.
    Yang ingin saya tanyakan adalah dapatkah saya mewaralabakan/memfranchisekan usaha tersebut kebetulan saya sudah mendapat izin dari orangtuanya yang mempunyai brand usaha Soto Betawi tersebut, yang mana saya adalah salah satu pendirinya yang nantinya akan ikut mengurus perizinan dan mengelola usaha tersebut dalam bentuk franchise,bagaimana posisi saya di mata Hukum?Demikian pertanyaan saya.Atas perhatian dan jawabannya saya ucapkan Terima kasih.

  5. admin on February 25th, 2013 3:04 pm

    Selamat siang pak Taufiqqurrasyidin, kebetulan sekali kita memiliki kesamaan nama pak , membaca email bapak saya jadi teringat akan nama ” Soto Betawi ” rumah makan yang menyajikan masakan soto yang sudah memiliki banyak cabang dimana-mana dan salah satunya yang ada di pasar festival kuningan Jakarta, apakah rumah makan tersebut milik teman bapak juga atau orang lain , mungkin dengan merek atau brand yang berbeda
    Memang bidang usaha kuliner adalah bisnis yang sangat menguntungkan jika melihat tahun berdirinya 1970 berarti usaha tersebut sudah cukup lama dan tentunya penuh dengan pengalaman dalam menjalankan bisnisnya, untuk menjadikan usaha itu sebagai usaha franchise tentu harus memiliki 5 Kriteria sbg bisnis franchise antara lain :
    1. Bisnisnya sudah menghasilkan keuntungan atau sudah profit
    2. Bisnisnya memiliki ciri khas usaha
    3. Bisnisnya sudah memiliki standarisasi dalam segala hal
    4. Bisnisnya bisa diajarkan kepada orang lain
    5. Merek atau brandnya sudah didaftarkan pada dirjen HKI

    apakah bisnis “soto betawi” milik teman bapak tersebut sudah memenuhi kriteria yang saya sebutkan diatas jika ya berarti bisnisnya bisa di franchisekan , mengenai apakah posisi bapak didalam bisnis tersebut dimata hukum , menurut saya semua tergantung kesepakatan bersama antara bapak dan teman bapak sebagai pemilik bisnisnya biasanya sebelum bapak menjalankan bisnis tersebut dibuatlah perjanjian yg berkaitan dengan bisnis tersebut misalnya : siapa sebagai siapa dan berapa besar pembagian untungnya dll dengan perjanjian tersebut diharapkan tidak terjadi kesalah fahaman antara bapak dan teman bapak sehingga kedua belah pihak bisa tahu tentang hak dan kewajibannya masing-masing,
    untuk informasi lengkap bisa mengunjungi kantor kami atau hubungi 021-72780641

    -Salam franchise-

    Taufik Hidayat

  6. Ferry sugianto on April 7th, 2013 6:41 pm

    Selamat sore Pak taufiqqurassidyn, saya ferry ingin menanyakan mengenai bisnis saya yang baru saya dapatkan dari orang tua saya. Bisnis makanan bakwan yang sudah berdiri lama sejak 1980 cuma bisnis ini hanya sebatas pelanggan beli di rumah. sekarang saya ingin mengembangkan bisnis makanan ini menjadi frenhcise , gimana caranya bapak Taufiq ? mohon petunjuknya , terima kasih

  7. admin on April 8th, 2013 12:33 pm

    Selamat siang Pak Ferry Sugianto

    Mohon maaf bapak ferry nama saya Taufik Hidayat bukan Taufiqqurassidyn ……
    Terima kasih atas pertanyaannya , Senang rasanya menjalankan usaha yang sudah turum temurun walau pelanggannya belum menjangkau luas dan kalau menurut kami dengan lamanya bisnis bapak berdiri sudah pasti bapak sangat mastery di bisnisnya dan itu sudah menjadi modal dasar sebagai pengusaha franchise yang sukses namun masih banyak hal yang perlu bapak persiapkan misalnya bagaimana konsep bisnisnya , bagaimana franchisabilty dari bisnis bapak apakah untung atau rugi jika dijalankan dengan format franchise dan bagaimana organisasi franchise serta dokumen franchise yang harus bapak miliki
    menurut kami akan bapak perlu banyak belajar akan hal itu akan lebih bagus jika bapak bisa mengikuti program workshop kami dimana nanti akan kami beri pelatihan bagaimana cara mengembangkan bisnis franchise
    Untuk informasi dan pertanyaan lebih lanjut bisa melalui email kami di :franchiseconsultant@ifbm.co.id
    Atas perhatiiannya kami ucapkan banyak terima kasih

    -salam franchise-

    Taufik Hidayat

    International Franchise Business Management
    Menara Kadin Indonesia 30 th Floor
    JL.HR Rasuna Said Blok X-5 Kav 2-3
    Jakarta

  8. Nurmanto on November 29th, 2013 3:07 pm

    selamat siang pak taufik, pak saya mau tanya bagaimana memulai pembuatan prospektus untuk, perusahaan yang mendapat brand dari luar negeri, apakah cara penyusunannya sama dengan Franchies waralaba dalam negeri

  9. admin on December 12th, 2013 5:05 pm

    Selamat siang Pak Nurmanto

    Mohon maaf baru sempat saya balas , untuk membuat prospektus waralaba dari luar negeri maka susunan yang berlaku adalah sama seperti susunan waralaba di dalam negeri dan harus dalam bahasa Indonesia sesuai dengan Permendag No.53 tahun 2012

    Terima kasih

    Taufik Hidayat

    International Franchise Business Management (IFBM)
    Menara Kadin Indonesia 30th Floor
    Jl.HR.Rasuna Said Blok X-5 Kav 2-3
    Jakarta

  10. kartika yatmika on May 2nd, 2014 8:10 pm

    selamat malam pak taufiq, mohon informasinya syarat apa saja yg diperlukan untuk mendaftarkan merk pada dept. HKI? Kira2 butuh biaya berapa sampai kita mendapatkan hak ciptanya..

    Saya baru mulai berbisnis profesional di bidang kuliner. Selama ini saya hanya membuatkan produk bila ada yang memesan, pemasarnnya pun sebatas teman yang kenal.. Sejak pertengahan tahun kemarin saya menitipkan produk saya pada adik yang mulai kuliah dan menitipkan pada ibu untuk menawarkan pada teman2 kerjanya, berjualan di kampus dan tempat kerja sangat terasa untungnya
    Awal tahun ini saya memberanikan diri memperbesar produksi dan ”mangkal” di depan kampus dan membuat merk dagang.. Teman saya di lain kota yang mendengar usaha saya tertarik untuk memasarkan produk saya dengan konsep penjualan seperti yg saya baru saja jalankan ini.. Tapi belum saya approve perrmintaannya karena keterbatasan pengetahuan tentang bisnis jika berbagi dengan orang..

    Apakah bisnis saya ini bisa untuk dijadikan waralaba? Dalam produksi insyaAllah sudah standard proses/resep/penjualan di lapangan.. Tapi merk saya belum terdaftar.. Kira2 apa yg bisa bapak sarankan untuk memperluas bisnis ini? Terimakasih ..

  11. admin on May 5th, 2014 5:48 pm

    Selamat siang Ibu Kartika Yatmika , senang rasanya membaca email ibu tentang perkembangan bisnis kuliner yang sedang ibu jalankan memang sebaiknya sebelum ibu memasarkan produknya sebaiknya ibu mendaftarkan terlebih dahulu HKInya seperti: mereknya , Hak cipta dan rahasia dagang yang ibu miliki di Dirjen HKI dan hal pertama yang ibu lakukan adalah pengecekan terlebih dahulu apakah HKInya sudah didaftarkan oleh pihak lain atau belum jika ternyata belum ibu dapat mendaftarkan HKI yang ibu miliki.
    Dalam menjalankan bisnis memang perlu persiapan yang matang dan banyak perusahaan besar yang pada awalnya memulai usahanya dari depan rumah atau garasi dan karena keseriusannya akhirnya berkembang dengan pesat.
    Sebaiknya usaha ibu dijalankan dengan cara kemitraan atau BO saja karena untuk mewaralabakan usaha perlu banyak pengalaman dan harus sudah benar benar mastery di bidangnya dan menurut kami saat ini bisnis ibu belum bisa diwaralaba karena masih sangat banyak yang harus dipersiapkan
    saran kami ibu perlu banyak belajar bagaimana cara menjalankan bisnis misalnya ibu bisa mengikuti seminar atau pelatihan bisnis yang sering diselenggarakanan

    Salam,

    Taufik Hidayat
    taufikhidayat@ifbm.co.id
    International Franchise Business Management (IFBM)
    Menara Kadin Indonesia lt.30
    Jl. H.R Rasuna Said Blok X-5, Kav 2-3
    Jakarta Selatan

  12. admin on May 6th, 2014 4:27 pm

    Selamat sore Ibu Kartika Yatmika terima kasih atas balasan emailnya perlu kami jelaskan kembali bahwa bisnis dengan konsep BO (Business Opportunity) merupakan salah satu cara bagaimana mengembangkan usaha sama halnya dengan konsep waralaba atau franchise jika dalam mengembangkan usaha dengan waralaba atau franchise yang kita berikan kepada mitra adalah HKI kita dan bisnis format yg kita miliki secara keseluruhan sedangkan dengan konsep BO yang kita berikan kepada mitra boleh hanya menggunakan HKI kita saja atau format bisnis kita secara keseluruhan tanpa menggunakan HKI kita dan biasanya usaha yang menggunakan cara BO usia bisnisnya belum terlalu lama tidak seperti usaha dengan konsep waralaba atau franchise yang sudah penuh pengalaman dalam menjalankan usahanya.

    Salam ,

    Taufik Hidayat

Got something to say?