<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Konsultan Franchise, Konsultan Waralaba, Bisnis Franchise IFBM</title>
	<atom:link href="http://www.konsultanwaralaba.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.konsultanwaralaba.com</link>
	<description>Konsultan Franchise Internasional</description>
	<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 10:39:21 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kriteria Usaha Franchise</title>
		<link>http://www.konsultanwaralaba.com/franshise-busieness/kriteria-usaha-franchise</link>
		<comments>http://www.konsultanwaralaba.com/franshise-busieness/kriteria-usaha-franchise#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 10:26:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Franchise Business]]></category>

		<category><![CDATA[bisnis franchise]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultanwaralaba.com/?p=414</guid>
		<description><![CDATA[Salah seorang calon franchisee yang sedang memilih-milih usaha franchise untuk dibeli menanyakan kepada saya :&#8221; seperti apa sih sebenarnya franchise yang benar itu?&#8230;&#8221; mengapa saya ditawari usaha franchise tetapi systemnya berbeda-beda antara usaha franchise yang satu dengan usaha franchise yang lain?&#8221;pertanyaan yang selalu muncul didalam hati, kenapa ya kok beda -beda?
Franchising pada dasarnya adalah salah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah seorang calon franchisee yang sedang memilih-milih usaha franchise untuk dibeli menanyakan kepada saya :&#8221; seperti apa sih sebenarnya franchise yang benar itu?&#8230;&#8221; mengapa saya ditawari usaha franchise tetapi systemnya berbeda-beda antara usaha franchise yang satu dengan usaha franchise yang lain?&#8221;pertanyaan yang selalu muncul didalam hati, kenapa ya kok beda -beda?</p>
<p>Franchising pada dasarnya adalah salah satu system pemasaran dengan memberikan kesempatan kepada pelaku duplikat usaha untuk menjalankan usahanya secara mandiri . Kemandiriannya terutama pada kepemilikan unit  ( badan) usaha dan harta usahanya ( seperti barang dagangan,uang hasil penjualan,dsb) Dengan demilian cukup mudah untuk mengindentifikasi system franchise; jika ada usaha franchise dengan konsep bahwa unit usaha atau harga usahanya dimiliki oleh franchisor, maka tentunya ( secara mendasar ) ini bukan sistem franchise , Sedangkan operasional usahanya tentu ditetapkan oleh franchisor ( pemberi/ penjual franchise ) misalnya bagaimana cara mengelola keuangan,mengelola barang dagangan,melakukan cara pembayaran ,dsb</p>
<p>Dari kegiatan kami melakukan konsultasi franchise ,mengikuti berbagai konfrensi dan mendiskusikan beberapa literatur , kami menarik kesimpulan mengenai ciri usaha franchise yang ada di Indonesia :</p>
<p>1. Memberikan kesempatan mandiri; apakah franchisor memberikan kesempatan mandiri kepada franchiseenya ? bila jelas kemandiriannya maka ada kemungkinan itu adalah system franchise</p>
<p>2. Berhak menggunakan nama dan jaringan pada umumnya franchisor akan memberikan  beberapa hak kepada hak kepada franchiseenya terutama sekali adalah Nama Usaha merupakan salah satu tujuanm dan kekuatan sistem franchiseyang dipilih oleh franchisor untuk diterapkan Kesempatan menggunakan jaringannya adalah kesempatan yang diberikan oleh franchisor kepada franchiseenya untuk memanfaatkan suplier,relasi,fasilitas dan lain sebagainya umtuk menunjang suksesnya usaha franchisee</p>
<p>3.Mendapatkan dukungan pemasaran yang berkesinambungan, franchising  adalah sistem pemasaran yang tentunya harus melakukan aktifitas pemasarannya secara dinamis,mengapa kita tidak membuka sendiri saja usaha kita ? karena dengan sistem franchise kita tidak paham mengenai marketing akan mendapatkan bimbingan dan dukungan. kami melihat pada pelaksanaannya system franchise mempunyai komitmen untuk melakukan dukungan pemasaran berkesinambungan.</p>
<p>4.Dilandasi dengan perjanjian ; berbeda dengan peluang usaha ( business oppurtunity ) , franchising menuntut  kerjasama  yang berkesinambungan . Pemahaman atas system usaha yang dilaksanakan kedua belah pihak  masing-masing pihak ( franchisor dan franchisee ) mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk mensukseskan usaha dengan nama yang sama . maka dengan situasi diatas  kerjasama ini perlu dilandasi dengan perjanjian di Indonesia perjanjian wajib tertulis  ( bukan hanya dengan lisan ) Saat ini pemerintah sudah mulai melihat pentingnya Kriteria yang khusus menetapkan bahwa suatu usaha dapat dikatakan menggunakan system franchise , Kriteria itu meliputi:</p>
<p>a.Memiliki ciri khas usaha</p>
<p>b.Terbukti sudah memberikan keuntungan</p>
<p>c.Memiliki Standar atas pelayanan dan barang  dan jasa yang di tawarkan       yang dibuat secara tertulis</p>
<p>d.Mudah diajakan dan di aplikasikan</p>
<p>e. Adanya dukungan yang berkesinambungan</p>
<p>f.  Hak Kekayaan Intelektual  yang terdaftar</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultanwaralaba.com/franshise-busieness/kriteria-usaha-franchise/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>CERTIFIED FRANCHISE PROGRAM</title>
		<link>http://www.konsultanwaralaba.com/event/certified-franchise-program</link>
		<comments>http://www.konsultanwaralaba.com/event/certified-franchise-program#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 02:21:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultanwaralaba.com/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[Pemerintah Indonesia telah menetapkan  standarisasi bagi dunia usaha franchise di tanah air, hal ini perlu ditindak lanjuti dengan presepsi dan implimentasi  yang standart pula bagi para praktisinya  untuk presepsi dan pemahaman yang standart memerlukan bench mark ( tolok ukur ) yang akan lebih baik jika diurutkan secara sistematik dan bertahap dan  gagasan untuk bench mark  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah Indonesia telah menetapkan  standarisasi bagi dunia <strong>usaha franchise </strong>di tanah air, hal ini perlu ditindak lanjuti dengan presepsi dan implimentasi  yang standart pula bagi para praktisinya  untuk presepsi dan pemahaman yang standart memerlukan bench mark ( tolok ukur ) yang akan lebih baik jika diurutkan secara sistematik dan bertahap dan  gagasan untuk bench mark  tersebut adalah pelatihan yang standart bagi profesional pelaku usaha franchise dan sebagai puncak dari gagasan dimaksud adalah menjadi   Standarisasi bagi profesional diusaha franchise di Indonesia memiliki sertifikasi franchise  Indonesia   (<strong> Certified Franchise Indonesia </strong>)</p>
<p>Untuk itu kantor<strong> konsultan franchise IFBM </strong> menyelenggarakan pelatihan sertifikasi franchise Indonesia, Tujuan pelatihan ini akan memberikann pemahan yang standart untuk mengelola usaha franchise di Indonesia bagi para profesional yang menjalankannya usaha franchisenya</p>
<p>pada pelaksanaan program<strong> certified franchise program</strong> yang  pertama kami perkenalkan telah sukses dan ditanggapi dengan sangat antusias oleh para profesional  pelaku usaha franchise dan untuk memenuhi permintaan dari rekan rekan yang telah mengikuti  Modul yang pertama  dan memberikan kesempatan kepada rekan rekan yang belum mengikuti program certified franchise yang pertama maka kami akan menyelenggaraka kembali<strong> Program Certified Franchise</strong> untuk  modul 1 dan modul 2 untuk lanjutan yang telah mengikuti modul 1</p>
<p>Untuk itu kantor kami akan mengadakan<strong> Program Certified Franchise</strong> pada</p>
<p>Tanggal : 12 February 2010 untuk  modul 1</p>
<p>Tanggal  : 13 February 2010  untuk modul 2</p>
<p>Tempat   :<strong> </strong>Estubizi  Setiabudi Building 2  Jl.HR.Rasuna Said Kuningan  Jakarta</p>
<p>Untuk informasi biaya dan pendaftaran dapat menghubungi :</p>
<p>Taufik Hidayat  (021-93734500) atau  diemail kami:<em> franchiseconsultant@ifbm.co.id</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultanwaralaba.com/event/certified-franchise-program/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Beli Franchise Tapi Bisnis Rugi</title>
		<link>http://www.konsultanwaralaba.com/franchisee-tips/beli-franchise-tapi-bisnis-rugi</link>
		<comments>http://www.konsultanwaralaba.com/franchisee-tips/beli-franchise-tapi-bisnis-rugi#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 05:22:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Franchisee Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultanwaralaba.com/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pengusaha pembeli franchise (franchisee) yang membeli usaha franchise makanan mengeluh ,bahwa usahanya franchise tiap bulan ke bulan tidak menguntungkan dan selalu merugi , Seharusnya usaha makanan mempunyai margin 40% ,tapi perhitungannya selalu tidak menguntungkan alias merugi.
Pertama memang harus ditegaskan bahwa membeli franchise tidak ada jamin bahwa akan selalu untung . Franchisee harus mempertanggung jawabkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pengusaha pembeli franchise (franchisee) yang membeli usaha franchise makanan mengeluh ,bahwa usahanya franchise tiap bulan ke bulan tidak menguntungkan dan selalu merugi , Seharusnya usaha makanan mempunyai margin 40% ,tapi perhitungannya selalu tidak menguntungkan alias merugi.<br />
Pertama memang harus ditegaskan bahwa membeli franchise tidak ada jamin bahwa akan selalu untung . Franchisee harus mempertanggung jawabkan sendiri pengelolaan bisnisnya artinya franchisee harus punya komitmen  dan yang lebih penting lagi harus mempunyai kemampuan mengelola bisnis ,me-record keuangan ,mengelola pengeluaran ,mengontrol karyawan dan lain sebagainya<br />
Dalam banyak kasus biasanya si-franchisee kurang memahami cara-cara administrasi pengelolaan bisnis .mungkin saja dia melakukan kesalahan dalam posting akunting yang membuat laporan keuangannya  menjadi rugi atau ada beberapa penarikan uang atau penempatan modal yang tidak sempat tercatat . Banyak kemungkinan yang bisa terrjadi Disisi lain hal yang tidak kalah pentingnya adalah peran franchisor untuk membantu franchisee-nya . Dan dalam kasus seperti itu kita akan melihat perilaku franchisor yang sebenarnya apakah si franchisor hanya akan mementingkan keuntungan sendiri , atau benar mempunyai komitmen sukses bisnisnya  dan juga bisnis franchisee franchisee- nya</p>
<p>Franchisor yang profesional akan membantu sekuat tenaga untuk membuat franchisee-nya untung . Dalam kasus diatas seyogyanya franchisor membantu memonitor , mengoreksi dan memberikan pengarahan kinerja franchisee.</p>
<p>Sekali lagi kita amati apakah franchisor kita memungut margin yang terlalu banyak dari barang dagangan yang disuplai ke franchisee -nya ? apakah franchisor mempunyai team memadai untuk melakukan support dan pembinaan kepada franchisee-nya ? apakah franchisor melakukan pencatatan dan pembukuan dengan rapi dan teratur ? apakah franchisor membuat berbagai pungutan yang terlalu sering kepada franchisee-nya ?</p>
<p>Bila pengamatan kita menemukan situasi seperti diatas ,maka sebaiknya kita waspada dan menghindari membeli franchise yang dimaksud dari berbagai kasus  yang kami tangani , hal seperti diatas sangat berpotensi bermasalah bagi franchisee. beli franchise tetapi bisnis tidak menguntungkan dan lebih buruk lagi tidak akan ada solusi dari franchisor .</p>
<p>Dalam kasus kasus, tentu situasi tidak sederhana  sepert diatas  jika kami menyimak dari dua sisi, ada saja cerita dan saling tunjuk bahwa si franchisee-nya kerap mencoba nakal  mencari supplier sendiri diluar ketentuan franchisor-nya , menunda berbagai pembayaran kepada franchisor , melanggar prosedur  yang terpenting  dalam operasional , dan lain sebagainya tetapi hal ini adalah kesiapan franchisor  dalam mempersiapkan sistem usahanya</p>
<p>Bagaimana menghindari hal tersebut :</p>
<p>1. Franchisor perlu melatih franchisee-nya dalam business  management skill . kadangkala para franchisee kita belum berpengalaman dalam berbisnis. Mereka membeli franchise karena ingin mendapatkan bimbingan dalam berusaha , pelatihan pengelolaan keuangan dan pelaporan keuangan harus menghasilkan &#8220;bahasa&#8221; yang sama antara franchisor dan franchisee</p>
<p>2. Franchisor harus mempunyai concern dan sense of belonging  yang tinggi terhadap image dan branding dari bisnisnya  Dengan demikian franchisor akan merasa &#8220;rugi&#8221; jika salah satu outletnya (franchisee)nya rugi dan tutup. Franchisor tidak berorentasi pada keuntungan uang yang masuk  ke pribadi</p>
<p>3. Franchisor wajib melakukan monitoring yang teratur dan sistematis pada kinerja franchisee-nya . Tidak hanya melihat sales (omzet)nya saja tetapi juga memonitor apakah para franchisee-nya untung dan happy . Siapkan bentuk pelaporan yang seragam untuk kinerja outletnya .</p>
<p>Bagaimana mengatasi situasi yang sudah terlanjur ? kita harus melihat prospek kedepan . Apakah masih ada kemungkinan untuk melanjutkan usaha ini ?</p>
<p>Untuk informasi dan konsultasi selanjutnya dapat menghubungi  dikantor kami  di Menara KADIN lantai 30  JL HR Rasuna Said Blok X-5  Kav 2-3 Jakarta  Telp.021-52994547  atau  Email: franchiseconsultant@ifbm.co.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultanwaralaba.com/franchisee-tips/beli-franchise-tapi-bisnis-rugi/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Franchise Di Indonesia - Membeli Franchise Di Pameran</title>
		<link>http://www.konsultanwaralaba.com/franchisee-tips/membeli-franchise-di-pameran</link>
		<comments>http://www.konsultanwaralaba.com/franchisee-tips/membeli-franchise-di-pameran#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 10:06:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Franchisee Tips]]></category>

		<category><![CDATA[franchise di indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultanwaralaba.com/?p=337</guid>
		<description><![CDATA[Franchise di Indonesia menunjukan kemajuan yang sangat menjanjikan. Biasanya kantor konsultan franchise kami memberikan Free Franchise Consultation di setiap pameran franchise baik didalam negeri maupun luar negeri,Demikian pula pada pameran franchise di indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 13,14,15 November 2009 di JCC Jakarta.  Seperti biasa para pengunjung yang memanfaatkan pelayanan free consultation kami rata-rata bertanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Franchise di Indonesia</strong> menunjukan kemajuan yang sangat menjanjikan. Biasanya kantor konsultan franchise kami memberikan Free Franchise Consultation di setiap pameran franchise baik didalam negeri maupun luar negeri,Demikian pula pada pameran <a title="franchise di indonesia" href="http://www.konsultanwaralaba.com/franchisee-tips/membeli-franchise-di-pameran" target="_blank">franchise di indonesia</a> yang diselenggarakan pada tanggal 13,14,15 November 2009 di JCC Jakarta.  Seperti biasa para pengunjung yang memanfaatkan pelayanan free consultation kami rata-rata bertanya ,&#8221; Franchise apa yang bagus ?,&#8217;&#8221;</p>
<p>Hal pertama yang harus dipahami adalah tidak semua peserta pameran franchise disana adalah perusahaan franchise karena ada juga yang hanya menjual kesempatan berbisnis tetapi bukan<strong> franchise di indonesia</strong>, bahkan ada beberapa yang menjual lisensi. Jadi ,pahami dulu bisnis yang dipresentasikan . Kadang kala kita bertanya ,bisnis ini franchise atau bukan ya ?</p>
<p>Pertama, jika yang menawarkan mengatakan itu bisnis franchise maka kita boleh berasumsi awal bahwa itu franchise .Selanjutnya kita bisa melihat sistem dan cara-cara yang dijalankan kepada para franchiseenya . Jika ,kita diberi hak untuk menjalankan bisnisnya atas nama ( perusahaan ) kita sendiri,dan diberikan support yang berkesinambungan dengan atribut (Branding &amp; Panduan ) dari pemberi bisnis ,maka kita bisa mengatakan bahwa dia benar menawarkan sistem franchise.Tetapi ada catatan :sistem franchise pada umumnya tidak mempersyaratkan franchiseenya melakukan&#8221; Member get Member &#8221; ,atau pemasaran berjenjang ,hal seperti itu biasanya dilakukan oleh MLM yang saat ini banyak cara menjualnya menggunakan istilah &#8220;Personal Franchise&#8221; .</p>
<p>Bagaimana cara kita melihat bisnis franchise yang dipresentasikan ?. Kami sangat menyarankan anda untuk mendalami bisnis yang sudah pernah anda kenal paling tidak sudah pernah mendengar reputasinya. Jika itu bisnis yang baru anda ketahui,perlu ditanyakan kepada penjual bisnisnya reputasi apa saja yang pernah diraih dibisnisnya Misalnya paling tidak bisnisnya telah dikenal didaerah asalnya . Kemudian , pelajari dari yang menjual bisnis,apakah bisnisnya mempunyai prospek yang panjang dan masa depan yang baik.jangan sampai yang menjual bisnis tidak mempunyai wawasan ke depan dari bisnis yang ditawarkannya. Selanjutnya adalah melihat dan mempelajari support ,bantuan dan dukungan yang diberikan oleh franchisor kepada kita yang membeli bisnisnya.Support itu selayaknya meliputi ; Bantuan saat kita mempersiapkan bisnisnya seperti :Mengevaluasi lokasi,membuat desain outlet ,memilih dam membeli peralatan yang diperlukan ,membeli barang dagangan ,melakukan pelatihan yang memadai,dan mendampingi saat memulai usaha.</p>
<p>Kita juga perlu menanyakan program program apa saja yang disupport oleh franchisor pada pelaksanaan operasional misalnya dukungan program marketing apa saja yang dilakukan franchisor kepada franchiseenya selama tahun pertama berjalan.</p>
<p>Franchisor yang profesional sudah mempunyai pogram marketing yang terencana dan bermanfaat bagi franchiseenya . Untuk informasi lebih lengkap anda dapat menghubungi kami di <a title="konsultan franchise" href="http://www.ifbm.co.id" target="_blank">kantor konsultan kami IFBM</a> di Menara KADIN  Lt.30 Blok X-5 Kav 2-3 JL.HR Rasuna Said ,Kuningan Jakarta atau Email kami di franchiseconsultant@ifbm.co.id</p>
<p>Salam Sukses Selalu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultanwaralaba.com/franchisee-tips/membeli-franchise-di-pameran/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bisnis Waralaba - Langkah Tepat Mewaralabakan Bisnis Anda</title>
		<link>http://www.konsultanwaralaba.com/franchisor-tips/langkah-tepat-waralabakan-bisnis</link>
		<comments>http://www.konsultanwaralaba.com/franchisor-tips/langkah-tepat-waralabakan-bisnis#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 12:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Franchisor Tips]]></category>

		<category><![CDATA[bisnis waralaba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultanwaralaba.com/?p=327</guid>
		<description><![CDATA[Bisnis waralaba memang sangat menarik. Dengan mewaralabakan kita dapat dengan cepat mengembangkan jaringan. Bisnis apa yang memiliki resiko rendah untuk dijalankan .  Burang Riyadi dari konsultan Franchise IFBM, mengatakan bisnis dengan pola bisnis  waralaba salah satu bisnis yang resikonya kecil sebab bisnis yang sudah dijalankan sudah dikenal masyrakat , sistemnya sudah teruji dan pemiliknya tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bisnis waralaba</strong> memang sangat menarik. Dengan mewaralabakan kita dapat dengan cepat mengembangkan jaringan. Bisnis apa yang memiliki resiko rendah untuk dijalankan .  Burang Riyadi dari <a title="bisnis franchise" href="http://www.ifbm.co.id" target="_blank">konsultan Franchise IFBM</a>, mengatakan bisnis dengan pola <a title="bisnis waralanba" href="http://www.konsultanwaralaba.com/franchisor-tips/langkah-tepat-waralabakan-bisnis" target="_blank">bisnis  waralaba</a> salah satu bisnis yang resikonya kecil sebab bisnis yang sudah dijalankan sudah dikenal masyrakat , sistemnya sudah teruji dan pemiliknya tidak bersusah payah dalam pengembangan brand. Sementara untuk proses mewaralabakan bisnis menurut Burang tidak mudah .</p>
<p>Beberapa kriteria  yang harus diperhatikan , pertama soal standarisasi . Standarisasi ini menyangkut pelayanan (barang atau jasa) yang ditawarkan. Kedua keunikan .Bisnis yang diwaralabakan harus memiliki ciri khas usaha. Ketiga  transparan ,Dalam mejalankan bisnis harus transparan ,dapat diajarkan dan diaplikasikan oleh orang lain.</p>
<p>Keempat,proven .Bisnis yang akan diwaralabakan terbukti sudah memberikan keuntungan, mereknya sudah terdaftar dan ada dukungan  yang berkesinanbungan  kepada franchisee.Proses franchising meski bisnis dengan sistem waralaba resiko kegagalannya relatif kecil tetapi bukan berarti akan terjamin 100 persen sukses semua,Harus diakui tidak sedikit pula yang mengalami kegagalan bahkan ada yang sampai tutup.</p>
<p>Burang menginventarisir ada beberapa faktor penyebab gagalnya  <strong>bisnis waralaba</strong> dalam mewaralabakan usaha. Pertama,franchisor terlalu &#8220;serakah&#8221;dalam memungut franchise fee.  Kedua, monitoring lemah. Ketiga, salah dalam merekrut franchisee . Keempat perjanjian yang dibuat tidak tegas dan jelas. Kelima sistem operasional terlalu rumit.</p>
<p>Untuk menghindari kegagalan tersebut diperlukan proses franchising,mulai dari filosofi,bentuk hingga konsep .&#8221;franchisor harus menentukan business concept ,kajian franchisability,pembuatan dokumen franchise (sysstem development ) launching ,monitoring dan penyempurnaan,&#8221; paparan Burang. Nah untuk proses pembentukan business concept,harus ada ide atau gagasan bisnis sesuai impian,lantas cerminkan pada nilai yang diyakini tapi harus ada filosofi usahanya,intinya konsep itu diuraikan untuk dapat digambarkan rincian kegiatan,fasilitas dan operasionalnya,&#8221;papar Burang</p>
<p>Sebelum membuat business concept terlebih dahulu membuat filosofi bisnis . Filosofi sangat penting karena dasar untuk memjalankan bisnis.Beberapa hal yang harus dipahami sebelum menjual waralaba. Pertama , Mastery. Anda harus menguasai terlebih dulu bisnis yang anda jalankan.</p>
<p>Kedua systemized. Sistemasikan bisnis sebeum diwaralabakan sehingga bisnis menjadi lebih teratur.Ketiga Maximized. Maksimalkan bisnis terlebih dahulu atau optimalkan bisnis,sehingga betul-betul siap.Keempat organized ,diorganisir atau mengorganisir tim dalam bisnis.Kelima synergy,Berjalannya kerjasama antara satu bidang dengan bidang lainnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultanwaralaba.com/franchisor-tips/langkah-tepat-waralabakan-bisnis/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>ADVANCED FRANCHISE RELATIONSHIP PROGRAM</title>
		<link>http://www.konsultanwaralaba.com/event/advanced-franchise-relationship-program</link>
		<comments>http://www.konsultanwaralaba.com/event/advanced-franchise-relationship-program#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 09:00:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultanwaralaba.com/?p=311</guid>
		<description><![CDATA[Konsultan Franchise IFBM yang telah memberikan service selama lebih dari 13 tahun di Indonesia tentu saja mempunyai banyak referensi permasalahan dibidang hubungan franchisor dan franchisee. Baik franchisor maupun franchisee kerap mengkonsultasikan permasalahannya kepada kami, konsultan franchise IFBM, untuk medapatkan solusi atau sekedar sharing dan mencoba mendengarkan kasus-kasus lainnya yang mungkin mirip dengan yang mereka alami. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Konsultan Franchise IFBM yang telah memberikan service selama lebih dari 13 tahun di Indonesia tentu saja mempunyai banyak referensi permasalahan dibidang hubungan franchisor dan franchisee. Baik franchisor maupun franchisee kerap mengkonsultasikan permasalahannya kepada kami, konsultan franchise IFBM, untuk medapatkan solusi atau sekedar sharing dan mencoba mendengarkan kasus-kasus lainnya yang mungkin mirip dengan yang mereka alami. Kami mencoba mempelajari kasus-kasusnya, kemudian mencari referensi penyelesaian permasalahannya dari beberapa kasus lain serta diskusi yang mendalam dengan beberapa pakar dengan disiplin ilmu berbeda yang dapat diambil manfaatnya untuk kasus-kasus relationship dalam franchising.</p>
<p>Sebagai konsultan franchise, kami harus secara serius dan menggali ilmu secara berkesinambungan untuk dapat membantu para franchisor dan franchisee yang mempunyai permasalahan dengan relationship atau hubungan kerjasamanya. Konsultan franchise IFBM telah berusaha mendiskusikan kiat-kiat membangun franchise relationship dalam program Franchise Academy di Port Dickson Malaysia, atau bersama guru dan pakar hubungan dalam franchising, Prof. Greg Nathan dari Franchise Relationship Institute.</p>
<p>Pada hari Kamis, tanggal 6 Agustus 2009, Konsultan Franchise IFBM akan mengadakan seminar dengan tema: ADVANCED FRANCHISE RELATIONSHIP PROGRAM, yang membahas mengenai penyusunan program yang efektif untuk membangun hubungan franchisor &#038; franchisee yang harmonis. Seminar akan bertempat di Setiabudi Building 2 Kuningan Jakarta. Biayanya tidak mahal, bagi yang berminat untuk mengikuti bisa menghubungi 021-93734500 atau email: franchiseconsultant@ifbm.co.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultanwaralaba.com/event/advanced-franchise-relationship-program/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pameran Franchise 2009 - Momentum Penting Untuk Membuka Usaha</title>
		<link>http://www.konsultanwaralaba.com/resources/pameran-franchise-2009-momentum-penting-untuk-membuka-usaha</link>
		<comments>http://www.konsultanwaralaba.com/resources/pameran-franchise-2009-momentum-penting-untuk-membuka-usaha#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 06:31:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Resources]]></category>

		<category><![CDATA[pameran franchise]]></category>

		<category><![CDATA[pameran franchise 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultanwaralaba.com/?p=291</guid>
		<description><![CDATA[Pameran Franchise 2009 di kawasan regional umumnya dimulai pada bulan Juni. Biasanya Indonesia yang mengawali putaran pameran franchise ini dari Jakarta, dilanjutkan dengan pameran franchise di Filipina, Thailand, Malaysia dan Singapore. Indonesia juga menutup putaran pameran franchise ini dengan menggelar Pameran Franchise 2009 pada bulan November. Memang sebelum bulan Juni China menggelar pameran franchise yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pameran Franchise 2009</strong> di kawasan regional umumnya dimulai pada bulan Juni. Biasanya Indonesia yang mengawali putaran pameran franchise ini dari Jakarta, dilanjutkan dengan pameran franchise di Filipina, Thailand, Malaysia dan Singapore. Indonesia juga menutup putaran pameran franchise ini dengan menggelar <a title="pameran franchise" href="http://www.konsultanwaralaba.com/resources/pameran-franchise-2009-momentum-penting-untuk-membuka-usaha" target="_blank">Pameran Franchise 2009</a> pada bulan November. Memang sebelum bulan Juni China menggelar pameran franchise yang besar di Beijing, tetapi sementara ini jangkauan di Beijing masih terlalu jauh dari komunitas franchise di kawasan Asia Tenggara ini.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-299" title="pameran-franchise" src="http://www.konsultanwaralaba.com/wp-content/uploads/2009/06/pameran-franchise.jpg" alt="pameran-franchise" width="168" height="100" />Bagaimana situasi dan peran dari Pameran Franchise 2009? Saat ini secara global sedang membicarakan krisis yang mulai berdampak disetiap Negara. Tidak terkecuali Negara-negara dikawasan Asia Tenggara. Sekarang sudah menjadi trend bahwa franchising adalah alternative untuk masing-masing individu mengatasi dampak yang mungkin juga akan mengimbas setiap anggota masyarakat. Pameran Franchise 2009 akan menjadi sarana baik bagi pengusaha maupun calon pengusaha franchise bertemu dan memulai bekerjasama membangun jaringan bisnis yang saling menguntungkan. Pameran Franchise 2009 akan berlomba-lomba menyajikan presentasi yang baik agar banyak pengusaha franchise yang dapat memanfaatkan sarana yang disiapkan dan menarik banyak calon franchisee mengunjungi pameran yang digelar.</p>
<p><strong>Pameran Franchise 2009</strong> akan menjadi sajian yang lebih menarik dari pameran-pameran franchise sebelumnya. Sejak 5 tahun lalu pameran franchise di Indonesia boleh dibilang yang paling bagus di kawasan Asia Tenggara. Tampilan para exhibitornya sangat menarik dan pengunjungnya luar biasa ramai. Jakarta akan mengawali pameran franchise 2009 pada tanggal 19 hingga 21 Juni mendatang. Seluruh stand yang ada telah penuh disewa, baik dari pengusaha dalam negeri maupun luar negeri. Beberapa kerabat dan kolega kantor konsultan franchise International Franchise Business Management (IFBM), menyatakan ketertarikan dan minatnya untuk berexhibisi dan datang ke Jakarta berpartisipasi pada pameran franchise. Bahkan Menteri Perdagangan Dalam Negeri Malaysia yang baru dipilih juga akan hadir. Rombongan delegasi yang turut sertapun cukup besar.</p>
<p>Konsultan franchise IFBM yang selalu memberikan perhatian bagi pengembangan system francise di Indonesia, tidak akan menyia-nyiakan situasi yang berharga ini; bersama dengan Komite Tetap Waralaba &amp; Lisensi KADIN Pusat, konsultan franchise IFBM akan mengadakan Informal Diskusi Waralaba Regional dengan mengajak serta para tokoh utama franchise dari Malaysia, Thailand dan Singapore bersama para pengusaha franchise ternama di Indonesia. Diskusi informal ini akan menjadi penjajakan untuk diselenggarakan Diskusi Formal Waralaba Asia pada pameran franchise 2009 bulan November mendatang.</p>
<p><strong>Pameran Franchise 2009</strong> pada bulan November mendatang merupakan pameran franchise yang paling bagus momentumnya. Banyak orang yang akan mempunyai resolusi membuka bisnis pada tahun 2010. Dengan demikian ajang Pameran Franchise bulan November akan menjadi sarana yang diserbu para pengunjung calon franchisee. KADIN Pusat akan menjadi penyelenggara ujung Pameran Franchise 2009 ini, dimana diharapkan Presiden baru terpilih akan membuka dan meresmikan pameran franchise ini. So.. be there!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultanwaralaba.com/resources/pameran-franchise-2009-momentum-penting-untuk-membuka-usaha/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Waralaba Di Indonesia - Tips Sukses Bagi Franchisor</title>
		<link>http://www.konsultanwaralaba.com/franchisor-tips/waralaba-di-indonesia-tips-sukses-bagi-franchisor</link>
		<comments>http://www.konsultanwaralaba.com/franchisor-tips/waralaba-di-indonesia-tips-sukses-bagi-franchisor#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 04:04:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Franchisor Tips]]></category>

		<category><![CDATA[waralaba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultanwaralaba.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Waralaba di Indonesia memang merupakan bisnis yang terus naik daun, namun banyak juga yang melontarkan komentar yang bernada sumbang. Saya ingin  menampilkan beberapa kasus yang datang kekantor konsultan franchise kami. Kasus-kasus ini cukup beragam, baik permasalahan dari franchisee maupun permasalahan dari franchisor. Mudah-mudahan tampilan ini dapat memberikan juga manfaat bagi pembaca  yang mempunyai kasus serupa.
Kasus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Waralaba</strong> di Indonesia memang merupakan bisnis yang terus naik daun, namun banyak juga yang melontarkan komentar yang bernada sumbang. Saya ingin  menampilkan beberapa kasus yang datang kekantor konsultan franchise kami. Kasus-kasus ini cukup beragam, baik permasalahan dari franchisee maupun permasalahan dari franchisor. Mudah-mudahan tampilan ini dapat memberikan juga manfaat bagi pembaca  yang mempunyai kasus serupa.</p>
<p>Kasus 1. Franchisor Membuka Usaha Merek Baru.</p>
<p>Dalam kwartal lalu, dua kali saya mendapatkan keluh kesah dari franchisee yang menceritakan bahwa franchisor dari usaha yang mereka beli ternyata meluncurkan merek baru diusaha sejenis sehingga mereka sebagai franchisee merasa tersaingi usahanya. Misalnya; Si A sudah membeli franchise minimarket merek “SUPER” dari franchisor XX, tetapi setelah beberapa waktu franchisor XX meluncurkan lagi franchise minimarket merek “HYPER” dengan produrk yang sejenis. Hal yang sangat disesalkan oleh para franchisee ini adalah, bahwa franchisor tersebut sama sekali tidak memberikan informasi mengenai rencananya untuk meluncurkan merek usaha baru yang sejenis tersebut. Baru setelah para franchisee protes, franchisor menjelaskan alasan dan rencana-rencananya.</p>
<p>Didalam kasus-kasus keberatan dari hubungan franchisee dan franchisor memang hal yang menjadi rujukan formal adalah Perjanjian Franchise yang telah disepakati bersama. Pada kasus seperti di atas, umumnya para franchisee tidak pernah menyadari sebelumnya bahwa ada kemungkinan seperti ini. Sehingga pada saat disodorkan draf perjanjian franchise, mereka hanya berkonsentrasi pada pembahasan di pasal-pasal perjanjian yang disodorkan tersebut, tanpa menyadari beberapa kemungkinan yang mungkin timbul dan dapat merugikan mereka diluar konsep perjanjian yang disodorkan tersebut.</p>
<p>Saya mencoba mengkomunikasikan dan mencari tahu apa yang menjadi latar belakang kegiatan franchisor tersebut meluncurkan merek usaha baru yang sejenis. Pada umumnya franchisor mengatakan bahwa mereka perlu terus berinovasi dan ‘menutup’ peluang pesaing yang akan masuk di-segmen tertentu yang mereka juga belum kuat. Para franchisor tersebut mengatakan merek baru yang mereka luncurkan tidak akan berkompetisi dan menjadi pesaing dari franchisee-franchisee mereka yang sudah ada. Merek baru mereka akan membidik segmentasi pasar yang berbeda. Tetapi tentu saja jawaban ini tidak akan memuaskan para franchiseenya yang sudah ada, sampai benar terbukti operasional usaha mereka tidak mengalami gangguan.</p>
<p>Dalam hal mengelola kegiatan<strong> waralaba</strong> yang demikian, saya selalu memberikan himbauan kepada para franchisor untuk selalu memperhatikan kesuksesan para franchiseenya. Jika konsep franchisenya benar, semakin franchiseenya sukses maka franchisornya juga semakin sukses.   Jadi, tidak sebaliknya, franchisornya mau lebih sukses dari franchiseenya, sementara keuntungan franchiseenya di’takar’ pas-pasan saja..</p>
<p>Dalam menjalankan sistem usaha franchise, para franchisor sebaiknya mempunyai pemikiran dan rencana-rencana yang jauh kedepan. Sehingga mereka mengetahui langkah-langkah strategis yang akan mereka lakukan dalam 5 tahun kedepan.</p>
<p>Dalam satu kasus, seorang franchisee begitu marahnya! Sehingga dia menghasut beberapa franchisee yang lain untuk menuntut franchisor. Tetapi franchisornya telah begitu yakin akan niat baiknya untuk membantu franchisee sehingga dia menghadapi para franchiseenya dan memberikan ‘garansi’ untuk memberikan support yang lebih demi suksesnya usaha para franchisee.</p>
<p>Satu franchisee yang sangat marah menuntut sendiri (diluar tuntuntan kolektif bersama franchisee yang lain) untuk dikembalikan seluruh uangnya, bahkan termasuk tempat yang sudah dia sewa. Sebagai franchisor yang bertanggung jawab dan yakin akan kesuksesan usahanya, dia mengambil alih outlet si franchisee dan bahkan mengganti uang sewa yang telah dibayarkan. Outlet si-franchisee itu sekarang dijalankan oleh franchisor, dan sebagai bukti dari strategi usahanya, outlet tersebut sekarang mempunyai kinerja yang jauh lebih menguntungkan dari masa sebelumnya. Setelah outlet tersebut sukses, ditawarkannya kembali untuk dimiliki dan dijalankan oleh franchisee.</p>
<p>Sekalipun satu kasus di atas dapat diatasi dengan baik, tetapi sebaiknya tidak perlu kita mengalami situasi yang seperti itu. Kepada para calon franchisee, saya selalu menyarankan untuk selalu bertanya dan mencari informasi yang selengkap-lengkapnya terlebih dahulu. Tanyakan kepada para franchisee yang telah membeli franchise sebelumnya, atau bisa juga bertanya kepada konsultan kan…</p>
<p><em>Kasus 2. Menjual Franchise di event Pameran.</em></p>
<p>Seorang calon pembeli <strong>waralaba</strong> menyampaikan kegusarannya kepada saya setelah mengunjungi kegiatan Pameran Franchise. “Para peserta pameran franchise itu penipu semua..!!” katanya kepada saya, yang tentu saja membuat saya terkejut juga (apalagi perusahaan konsultan franchise kami menjadi salah satu pendukung acara pameran tersebut..).</p>
<p>Setelah saya coba menanyakan permasalahannya, dia menceritakan bahwa pada pameran tersebut setelah dia mendengarkan penawaran dari salah satu peserta dan tertarik, dia diminta untuk memberikan uang muka sebagai keseriusan calon pembeli franchise. Tetapi proses selanjutnya setelah pameran, dia melihat banyak hal yang tidak memberikan keyakinan dari proses yang dilakukan oleh franchisor; misalnya, franchisor tidak mempunyai organisasi yang baik untuk mempersiapkan bisnis franchisee, tidak ada program training yang jelas, perhitungan investasinya selalu berubah-ubah, dan bahkan kelihatan tidak mempunyai standar untuk memberikan evaluasi lokasi. Saat dia mengajukan untuk mengundurkan diri, tidak diperkenankan untuk meminta kembali uang muka yang telah diberikan.</p>
<p>Saya melihat beberapa para franchisor yang mengikuti pameran untuk ‘berhitung’ secepatnya mengganti ongkos pameran dengan berusaha mengambil uang muka sebanyak-banyaknya. Ukuran sukesnya pameran adalah dengan mendapatkan uang muka.</p>
<p>Banyak juga franchisor yang pada saat pameran lebih sibuk menampilkan keunggulan operasional usahanya. Kepada para klien, saya selalu menyarankan untuk lebih menampilkan support yang diberikan kepada para franchisee, sebagai presentasinya di pameran. Mereka tidak saya sarankan untuk segera ‘deal’ dengan para prospek di pameran, tetapi lebih mencari data-data yang memberikan potensi bagi usaha franchise yang ditawarkan, misalnya: lokasi yang dimiliki para prospek, atau network pasar yang dimiliki para prospek tersebut.</p>
<p>Saran ini selalu saya sampaikan kepada para klien, karena hal yang terpenting menjual franchise adalah mendapat franchisee yang cooperative, tidak semata-mata mereka mau beli <strong>waralaba</strong> kita, tetapi mendapatkan mitra franchisee yang cocok untuk periode minimal 5 tahun.</p>
<p>Sekarang coba kita perhatikan para peserta pameran franchise yang ada, berapa banyak yang menampilkan supportnya pada franchisee sebagai bahan presentasinya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultanwaralaba.com/franchisor-tips/waralaba-di-indonesia-tips-sukses-bagi-franchisor/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Usaha Waralaba - Tips Untuk Calon Franchisor</title>
		<link>http://www.konsultanwaralaba.com/franchisor-tips/usaha-waralaba-tips-untuk-calon-franchisor</link>
		<comments>http://www.konsultanwaralaba.com/franchisor-tips/usaha-waralaba-tips-untuk-calon-franchisor#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 03:24:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Franchisor Tips]]></category>

		<category><![CDATA[usaha waralaba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultanwaralaba.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Usaha waralaba memang sangat menggiurkan bagi para pemilik bisnis. Banyak sekali para pemilik bisnis yang ingin cepat-cepat mewaralabakan bisnisnya.  Pada prinsipnya jika Anda ingin mewaralabakan usaha yang telah Anda jalankan dengan sukses adalah, inilah etika bisnisnya:
1. Anda telah menjadi ahli betul (mastery) dalam bidang usaha  tersebut. 
Benar-benar ahli sehingga kita tahu betul seluk-beluknya dan setiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Usaha waralaba</strong> memang sangat menggiurkan bagi para pemilik bisnis. Banyak sekali para pemilik bisnis yang ingin cepat-cepat mewaralabakan bisnisnya.  Pada prinsipnya jika Anda ingin mewaralabakan usaha yang telah Anda jalankan dengan sukses adalah, inilah etika bisnisnya:</p>
<p><em>1. Anda telah menjadi ahli betul (mastery) dalam bidang usaha  tersebut. </em></p>
<p>Benar-benar ahli sehingga kita tahu betul seluk-beluknya dan setiap detail dari usaha tersebut. Mulai dari perijinan usahanya, cara merekrut gurunya, menjalankan metoda pengajarannya, mengelola keuangannya, memasarkan jasanya, memilih tempat usahanya, meningkatkan penjualannya, mengatasi masalah-masalahnya, memprediksi tren usahanya, dan lain sebagainya.</p>
<p><em>2. Keahlian akan membuat Anda mampu menduplikasikan bisnis Anda ke calon franchisee</em></p>
<p>Dengan kita betul-betul menjadi ahli, maka kita akan dapat mengajarkan kepada orang lain untuk membuka <a title="usaha waralaba" href="http://http://www.konsultanwaralaba.com/franchisor-tips/usaha-waralaba-tips-untuk-calon-franchisor" target="_blank">usaha waralaba</a> ini dengan sukses. Jadi, jika kita belum merasa menjadi ahli betul untuk mengajari orang lain membuka usaha  tersebut, maka sebaiknya kita tunda dulu menjadi franchisor.</p>
<p><strong>Usaha waralaba</strong> yang Anda akan tawarkan sebaiknya telah Anda kuasai dengan baik dan sudah terbukti berhasil. Ini adalah konsep awal kita untuk menjadi franchisor. Memberikan cara yang tepat kepada orang lain untuk membuka usaha seperti kita dengan sukses. Untuk imbal jasa dari apa yang kita berikan (termasuk penggunaan merek dan sistem/metoda) maka kita berhak mendapatkan kontribusi fee yang bisa ditarik dalam bentuk Franchise Fee maupun bagi hasil operasional (royalty fee).</p>
<p>Format Perjanjian Franchise penjelasannya akan sangat panjang lebar karena tentunya sudah menyangkut seluruh aspek sistem franchise. Tetapi prinsip kerjasama dengan franchisee tentu saja akan mengikuti dari konsep kerja di atas, yaitu: bahwa franchisee akan kita berikan petunjuk untuk membuka usahanya, dan dia sebagai franchisee harus mengikuti petunjuk yang kita berikan dengan disiplin. Atas kerjasama tersebut akan ada imbal balik yang kita tetapkan baik untuk franchise fee maupun royalty fee dan juga biaya-biaya atau ketentuan lain.</p>
<p>Ada hal-hal lain yang perlu dicantumkan menyangkut hal yang layak diperjanjikan pada perjanjian franchise, seperti masalah teritori, pengalihan hak franchise, dan lainnya. Untuk itu sebaik Anda bisa mengikuti workshop untuk mempersiapkan usaha franchise ini yang rutin  diadakan oleh kantor konsultan IFBM  di Surabaya dan Jakarta bekerjasama dengan majalah Info Franchise Indonesia.</p>
<p><strong>Usaha waralaba</strong> yang berhasil adalah impian bagi semua calon franchisor. Pastikan usaha yang anda tawarkan memenuhi kriteria-kriteria yang disebutkan diatas.</p>
<p>Selamat ber-franchise ria!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultanwaralaba.com/franchisor-tips/usaha-waralaba-tips-untuk-calon-franchisor/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bisnis Waralaba - Pemahaman Master Franchise</title>
		<link>http://www.konsultanwaralaba.com/resources/bisnis-waralaba-pemahaman-master-franchise</link>
		<comments>http://www.konsultanwaralaba.com/resources/bisnis-waralaba-pemahaman-master-franchise#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 03:08:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Resources]]></category>

		<category><![CDATA[bisnis waralaba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.konsultanwaralaba.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Bisnis Waralaba di Indonesia berkembang dengan sangat pesat.  Seiring dengan perkembangan pesat ini, banyak pertanyaan mengenai apakah Master Franchise itu? Master Franchise adalah hak yang diberikan kepada penerima waralaba dari pemberi waralaba untuk membuka dan mengelola bisnis waralaba-nya dalam suatu wilayah tertentu. Penerima waralaba ini diberikan juga haknya untuk memberikan/menjual hak waralaba lanjutan kepada penerima [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bisnis Waralaba</strong> di Indonesia berkembang dengan sangat pesat.  Seiring dengan perkembangan pesat ini, banyak pertanyaan mengenai apakah Master Franchise itu? Master Franchise adalah hak yang diberikan kepada penerima waralaba dari pemberi waralaba untuk membuka dan mengelola <a title="bisnis waralaba" href="http://www.konsultanwaralaba.com/resources/bisnis-waralaba-pemahaman-master-franchise" target="_blank">bisnis waralaba</a>-nya dalam suatu wilayah tertentu. Penerima waralaba ini diberikan juga haknya untuk memberikan/menjual hak waralaba lanjutan kepada penerima waralaba lain di wilayahnya tersebut. Untuk itu master franchisee ini disebut Penerima Waralaba Utama.</p>
<p><em>Kewajiban dari  master franchise</em><br />
Master Franchisee adalah duplikasi dari kegiatan franchisor di wilayah (teritori) tertentu. Untuk itu kegiatannya berfungsi sebagai franchisor di wilayah tersebut. Umumnya, dari Pemberi Waralabanya, dia diberi hak untuk membuka outlet usahanya, mengelolanya sesuai ketentuan yang diperjanjikan dengan pemberi waralaba, dan dia juga diberi hak untuk menjual hak waralabanya kepada penerima waralaba lanjutan di wilayahnya tersebut.<br />
Sebagai pemberi waralaba lanjutan, dia mempunyai kewajiban untuk membina dan membantu suksesnya usaha penerima waralaba lanjutan.</p>
<p><em>Target-target yang ditetapkan prinsipal terhadap master franchise</em><br />
Pada umumnya master franchisee mempunyai target terhadap pengembangan jumlah outlet. Bahkan master franchisee juga ditargetkan untuk memberikan kontribusi pembayaran tertentu dari jumlah outlet yang harus dibuka di wilayahnya.</p>
<p><em>Berapa kira-kira jumlah pemegang master franchise  di Indonesia?</em><br />
Jumlah pemegang master franchisee saat ini sulit di data secara akurat. Sumber dari media bisnis nasional ternama tahun 2004 jumlahnya 104 perusahaan. Sekarang jumlahnya sudah  lebih dari itu, karena ada beberapa pemegang hak master franchise yang sudah mendapatkan haknya tetapi belum membuka usahanya.<br />
Sedangkan menurut PP No. 16 tahun 1997 tentang Waralaba, setiap penerima franchise (asing) wajib mendaftarkan usahanya ke Departemen Perdagangan RI dan mendapatkan STPUW (Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba), yang saya cermati di Departemen Perdagangan jumlahnya yang telah mendaftarkan tidak lebih dari 40 perusahaan saja.</p>
<p><strong>Bisnis waralaba</strong> internasional pertama kali masuk di Indonesia  sejak  tahun 1960an, seperti merek mesin jahit Singer dan minuman Coca Cola hadir di Indonesia. Mereka adalah model product dan distribution franchising.</p>
<p><em>Perkembangan bisnis waralaba international di Indonesia</em><br />
Dengan berkembangnya Free Trade Area (perdagangan bebas) baik di kawasan terbatas maupun antar dua negara (bilateral), tentunya perkembangan franchise asing/ internasional mau-tidak mau akan berkembang dengan pesat. Apalagi frekwensi traveling dari masyarakat luar ke dalam negeri, maupun sebaliknya juga semakin tinggi. Sehingga merek-merek asing akan saling dibutuhkan oleh masyarakat untuk hadir diberbagai tempat yang dinamis ini.</p>
<p><em>Keunggulan franchise internasional dibandingan franchise lokal</em><br />
Untuk beberapa merek terkenal umumnya mereka lebih unggul disistem usahanya. Untuk itu mereka berani mempertaruhkan mereknya untuk bersaing secara internasional. Tetapi masih ada juga beberapa merek asing yang tidak terkenal dan berusaha untuk membuka outletnya di Indonesia dengan pengalaman yang sangat minim. Intinya kita perlu cermati betul kehadiran merek asing ini.  Keunggulan merek-merek waralaba internasional umumnya di standarisasi dari sistem operasionalnya, pelatihannya, serta monitoring dan kontrolnya.</p>
<p><strong>Bisnis waralaba</strong> internasional umumnya sangat dominan di usaha-usaha makanan. Karena tingkat traveling yang tinggi tersebut, umumnya para treveler tersebut akan lebih favorable untuk mendapatkan kebutuhannya seperti yang mereka miliki ditempat asalnya. Kebutuhan ini tidak semata-mata hanya bagi orang asing, tetapi juga oleh masyarakat kita yang pernah sekolah atau bekerja di luar negeri. Seperti kita ketahui, pasca krisis ekonomi banyak pelajar kita di luar negeri yang ditarik pulang ke Indonesia.</p>
<p>Selain master franchise, dikenal juga istilah area franchising yaitu, si penerima waralaba mempunyai hak untuk membuka dan mengembangkan usahanya di wilayah tertentu, tetapi mereka tidak diperkenankan untuk menjual/mensub-franchisekan usahanya. Umumnya mekanisme ini diterapkan oleh pemberi waralaba karena mereka tidak mau mengambil lebih banyak resiko untuk mempunyai ikatan kerjasama dengan banyak orang yang mereka belum tahu karakternya. Jadi, mereka hanya berurusan dengan satu pihak di wilayah tertentu, yaitu dengan si penerima waralaba utama.</p>
<p><strong>Bisnis waralaba</strong>, dari sisi Penerima Waralaba utama tentunya akan lebih menguntungkan bila dapat mensubfranchisekan usahanya. Tetapi tentunya setiap langkah strategis mempunyai konsekwensi masing-masing. Hal-hal inilah yang perlu dipertimbangkan dengan matang, dan sebaiknya meminta masukan dari konsultan waralaba yang berpengalaman.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.konsultanwaralaba.com/resources/bisnis-waralaba-pemahaman-master-franchise/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
