Pameran Franchise 2009 - Momentum Penting Untuk Membuka Usaha

June 15, 2009

Pameran Franchise 2009 di kawasan regional umumnya dimulai pada bulan Juni. Biasanya Indonesia yang mengawali putaran pameran franchise ini dari Jakarta, dilanjutkan dengan pameran franchise di Filipina, Thailand, Malaysia dan Singapore. Indonesia juga menutup putaran pameran franchise ini dengan menggelar Pameran Franchise 2009 pada bulan November. Memang sebelum bulan Juni China menggelar pameran franchise yang besar di Beijing, tetapi sementara ini jangkauan di Beijing masih terlalu jauh dari komunitas franchise di kawasan Asia Tenggara ini.

pameran-franchiseBagaimana situasi dan peran dari Pameran Franchise 2009? Saat ini secara global sedang membicarakan krisis yang mulai berdampak disetiap Negara. Tidak terkecuali Negara-negara dikawasan Asia Tenggara. Sekarang sudah menjadi trend bahwa franchising adalah alternative untuk masing-masing individu mengatasi dampak yang mungkin juga akan mengimbas setiap anggota masyarakat. Pameran Franchise 2009 akan menjadi sarana baik bagi pengusaha maupun calon pengusaha franchise bertemu dan memulai bekerjasama membangun jaringan bisnis yang saling menguntungkan. Pameran Franchise 2009 akan berlomba-lomba menyajikan presentasi yang baik agar banyak pengusaha franchise yang dapat memanfaatkan sarana yang disiapkan dan menarik banyak calon franchisee mengunjungi pameran yang digelar.

Pameran Franchise 2009 akan menjadi sajian yang lebih menarik dari pameran-pameran franchise sebelumnya. Sejak 5 tahun lalu pameran franchise di Indonesia boleh dibilang yang paling bagus di kawasan Asia Tenggara. Tampilan para exhibitornya sangat menarik dan pengunjungnya luar biasa ramai. Jakarta akan mengawali pameran franchise 2009 pada tanggal 19 hingga 21 Juni mendatang. Seluruh stand yang ada telah penuh disewa, baik dari pengusaha dalam negeri maupun luar negeri. Beberapa kerabat dan kolega kantor konsultan franchise International Franchise Business Management (IFBM), menyatakan ketertarikan dan minatnya untuk berexhibisi dan datang ke Jakarta berpartisipasi pada pameran franchise. Bahkan Menteri Perdagangan Dalam Negeri Malaysia yang baru dipilih juga akan hadir. Rombongan delegasi yang turut sertapun cukup besar.

Konsultan franchise IFBM yang selalu memberikan perhatian bagi pengembangan system francise di Indonesia, tidak akan menyia-nyiakan situasi yang berharga ini; bersama dengan Komite Tetap Waralaba & Lisensi KADIN Pusat, konsultan franchise IFBM akan mengadakan Informal Diskusi Waralaba Regional dengan mengajak serta para tokoh utama franchise dari Malaysia, Thailand dan Singapore bersama para pengusaha franchise ternama di Indonesia. Diskusi informal ini akan menjadi penjajakan untuk diselenggarakan Diskusi Formal Waralaba Asia pada pameran franchise 2009 bulan November mendatang.

Pameran Franchise 2009 pada bulan November mendatang merupakan pameran franchise yang paling bagus momentumnya. Banyak orang yang akan mempunyai resolusi membuka bisnis pada tahun 2010. Dengan demikian ajang Pameran Franchise bulan November akan menjadi sarana yang diserbu para pengunjung calon franchisee. KADIN Pusat akan menjadi penyelenggara ujung Pameran Franchise 2009 ini, dimana diharapkan Presiden baru terpilih akan membuka dan meresmikan pameran franchise ini. So.. be there!

Bisnis Waralaba - Pemahaman Master Franchise

May 21, 2009

Bisnis Waralaba di Indonesia berkembang dengan sangat pesat.  Seiring dengan perkembangan pesat ini, banyak pertanyaan mengenai apakah Master Franchise itu? Master Franchise adalah hak yang diberikan kepada penerima waralaba dari pemberi waralaba untuk membuka dan mengelola bisnis waralaba-nya dalam suatu wilayah tertentu. Penerima waralaba ini diberikan juga haknya untuk memberikan/menjual hak waralaba lanjutan kepada penerima waralaba lain di wilayahnya tersebut. Untuk itu master franchisee ini disebut Penerima Waralaba Utama.

Kewajiban dari  master franchise
Master Franchisee adalah duplikasi dari kegiatan franchisor di wilayah (teritori) tertentu. Untuk itu kegiatannya berfungsi sebagai franchisor di wilayah tersebut. Umumnya, dari Pemberi Waralabanya, dia diberi hak untuk membuka outlet usahanya, mengelolanya sesuai ketentuan yang diperjanjikan dengan pemberi waralaba, dan dia juga diberi hak untuk menjual hak waralabanya kepada penerima waralaba lanjutan di wilayahnya tersebut.
Sebagai pemberi waralaba lanjutan, dia mempunyai kewajiban untuk membina dan membantu suksesnya usaha penerima waralaba lanjutan.

Target-target yang ditetapkan prinsipal terhadap master franchise
Pada umumnya master franchisee mempunyai target terhadap pengembangan jumlah outlet. Bahkan master franchisee juga ditargetkan untuk memberikan kontribusi pembayaran tertentu dari jumlah outlet yang harus dibuka di wilayahnya.

Berapa kira-kira jumlah pemegang master franchise  di Indonesia?
Jumlah pemegang master franchisee saat ini sulit di data secara akurat. Sumber dari media bisnis nasional ternama tahun 2004 jumlahnya 104 perusahaan. Sekarang jumlahnya sudah  lebih dari itu, karena ada beberapa pemegang hak master franchise yang sudah mendapatkan haknya tetapi belum membuka usahanya.
Sedangkan menurut PP No. 16 tahun 1997 tentang Waralaba, setiap penerima franchise (asing) wajib mendaftarkan usahanya ke Departemen Perdagangan RI dan mendapatkan STPUW (Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba), yang saya cermati di Departemen Perdagangan jumlahnya yang telah mendaftarkan tidak lebih dari 40 perusahaan saja.

Bisnis waralaba internasional pertama kali masuk di Indonesia  sejak  tahun 1960an, seperti merek mesin jahit Singer dan minuman Coca Cola hadir di Indonesia. Mereka adalah model product dan distribution franchising.

Perkembangan bisnis waralaba international di Indonesia
Dengan berkembangnya Free Trade Area (perdagangan bebas) baik di kawasan terbatas maupun antar dua negara (bilateral), tentunya perkembangan franchise asing/ internasional mau-tidak mau akan berkembang dengan pesat. Apalagi frekwensi traveling dari masyarakat luar ke dalam negeri, maupun sebaliknya juga semakin tinggi. Sehingga merek-merek asing akan saling dibutuhkan oleh masyarakat untuk hadir diberbagai tempat yang dinamis ini.

Keunggulan franchise internasional dibandingan franchise lokal
Untuk beberapa merek terkenal umumnya mereka lebih unggul disistem usahanya. Untuk itu mereka berani mempertaruhkan mereknya untuk bersaing secara internasional. Tetapi masih ada juga beberapa merek asing yang tidak terkenal dan berusaha untuk membuka outletnya di Indonesia dengan pengalaman yang sangat minim. Intinya kita perlu cermati betul kehadiran merek asing ini.  Keunggulan merek-merek waralaba internasional umumnya di standarisasi dari sistem operasionalnya, pelatihannya, serta monitoring dan kontrolnya.

Bisnis waralaba internasional umumnya sangat dominan di usaha-usaha makanan. Karena tingkat traveling yang tinggi tersebut, umumnya para treveler tersebut akan lebih favorable untuk mendapatkan kebutuhannya seperti yang mereka miliki ditempat asalnya. Kebutuhan ini tidak semata-mata hanya bagi orang asing, tetapi juga oleh masyarakat kita yang pernah sekolah atau bekerja di luar negeri. Seperti kita ketahui, pasca krisis ekonomi banyak pelajar kita di luar negeri yang ditarik pulang ke Indonesia.

Selain master franchise, dikenal juga istilah area franchising yaitu, si penerima waralaba mempunyai hak untuk membuka dan mengembangkan usahanya di wilayah tertentu, tetapi mereka tidak diperkenankan untuk menjual/mensub-franchisekan usahanya. Umumnya mekanisme ini diterapkan oleh pemberi waralaba karena mereka tidak mau mengambil lebih banyak resiko untuk mempunyai ikatan kerjasama dengan banyak orang yang mereka belum tahu karakternya. Jadi, mereka hanya berurusan dengan satu pihak di wilayah tertentu, yaitu dengan si penerima waralaba utama.

Bisnis waralaba, dari sisi Penerima Waralaba utama tentunya akan lebih menguntungkan bila dapat mensubfranchisekan usahanya. Tetapi tentunya setiap langkah strategis mempunyai konsekwensi masing-masing. Hal-hal inilah yang perlu dipertimbangkan dengan matang, dan sebaiknya meminta masukan dari konsultan waralaba yang berpengalaman.