Isi Perjanjian Franchise : Kontrak kerjasama antara Franchisor dan Franchisee
April 29, 2013
Perjanjian franchise merupakan kesepakatan tertulis yang dibuat antara Franchisor dan Franchisee untuk melindungi hak dan kewajiban masing-masing pihak. Selain itu, perjanjian franchise juga diperlukan sebagai salah satu syarat administratif bagi franchisee untuk mendapatkan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) sebagai bukti sebuah perusahaan penerima waralaba (franchisee).
Pada Peraturan Menteri Perdagangan No.53 tahun 2012 disebutkan bahwa perjanjian franchise setidaknya memuat hal-hal sebagai berikut :
- Nama dan alamat para pihak, yaitu nama dan alamat jelas pemilik/penanggungjawab perusahaan yang mengadakan perjanjian yaitu Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba.
- Jenis hak Kekayaan Interlektual, yaitu jenis Hak Kekayaan Intelektual Pemberi Waralaba, seperti merek dan logo perusahaan, desain outlet/gerai, sistem manajemen/pemasaran atau racikan bumbu masakan yang diwaralabakan.
- Kegiatan usaha, yaitu kegiatan usaha yang diperjanjikan seperti perdagangan eceran/ritel, pendidikan, restoran, apotek atau bengkel.
- Hak dan kewajiban Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba, yaitu hak yang dimiliki baik oleh Pemberi Waralaba maupun Penerima Waralaba, seperti:Bantuan, fasilitas, bimbingan operasional, pelatihan, dan pemasaran yang diberikan Pemberi Waralaba kepada Penerima Waralaba, seperti bantuan fasilitas berupa penyediaan dan pemeliharaan komputer dan program IT pengelolaan kegiatan usaha.
- Pemberi Waralaba berhak menerima fee atau royalty dari Penerima Waralaba, dan selanjutnya Pemberi Waralaba berkewajiban memberikan pembinaan secara berkesinambungan kepada Penerima Waralaba.
- Penerima Waralaba berhak menggunakan Hak Kekayaan Intelektual atau ciri khas usaha yang dimiliki Pemberi Waralaba, dan selanjutnya Penerima Waralaba berkewajiban menjaga Kode Etik/kerahasiaan HKI atau ciri khas usaha yang diberikan Pemberi Waralaba.
- Wilayah usaha, yaitu batasan wilayah yang diberikan Pemberi Waralaba kepada Penerima Waralaba untuk mengembangkan bisnis Waralaba seperti; wilayah Sumatra, Jawa dan Bali atau di seluruh Indonesia.
- Jangka waktu perjanjian, yaitu batasan waktu mulai dan berakhir perjanjian terhitung sejak surat perjanjian ditandatangani oleh kedua belah pihak.
- Tata cara pembayaran imbalan, yaitu tata cara/ketentuan termasuk waktu dan cara perhitungan besarnya imbalan seperti fee atau royalty apabila disepakati dalam perjanjian yang menjadi tanggung jawab Penerima Waralaba.
- Penyelesaian sengketa, yaitu penetapan tempat/lokasi penyelesaian sengketa, seperti melalui Pengadilan Negeri tempat/domisili perusahaan atau melalui Pengadilan, Arbitrase dengan mengunakan hukum Indonesia.
- Tata cara perpanjangan, pengakhiran, dan pemutusan perjanjian seperti pemutusan perjanjian tidak dapat dilakukan secara sepihak, perjanjian berakhir dengan sendirinya apabila jangka waktu yang ditetapkan dalam perjanjian telah berakhir. Perjanjian dapat diperpanjang kembali apabila dikehendaki oleh kedua belah pihak dengan ketentuan yang ditetapkan bersama.
- Jaminan dari pihak Pemberi Waralaba untuk tetap menjalankan kewajiban-kewajibannya kepada Penerima Waralaba sesuai dengan isi Perjanjian hingga jangka waktu Perjanjian berakhir.
- Jumlah gerai yang akan dikelola oleh Penerima Waralaba.
Isi perjanjian ini diharapkan dapat melindungi masing-masing pihak, baik franchisor maupun franchisee. Oleh karena itu, penting bagi franchisor maupun franchisee untuk melakukan review terhadap isi perjanjian franchise sebelum melakukan penandatanganan.
Awal yang baik untuk memulai kerjasama merupakan salah satu kunci sukses berbisnis franchise. Jangka waktu yang cukup panjang (umumnya 5 tahun) rentan terjadi permasalahan. Untuk itu, perjanjian yang kuat dan mengikat kedua belah pihak sangat penting untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di masa yang akan datang.
Apabila anda ingin mendapatkan langkah-langkah praktis penyusunan perjanjian franchise, silahkan email kami di franchiseconsultant@ifbm.co.id
Salam Franchise,
Wahdi Fakhrozy wahdifakhrozy@franchiseorganizer.com International Franchise Business Management Menara Kadin Indonesia Jl.HR Rasuna Said Kuningan Blok X – 5 Kav 2-3 Jakarta
Menjual Franchise : Prospektus Penawaran Waralaba
April 23, 2013
Dalam menawarkan franchise, franchisor tentu membutuhkan prospektus penawaran waralaba seperti yang dijelaskan pada Peraturan Pemerintah No.42 Tahun 2007 tentang waralaba. Prospektus penawaran waralaba merupakan dokumen yang dibutuhkan oleh franchisor (pemberi waralaba) untuk menawarkan paket bisnis waralabanya kepada calon penerima waralaba (franchisee). Prospektus penawaran waralaba secara administratif juga penting bagi franchisor, karena prospektus merupakan salah satu persyaratan bagi franchisor yang ingin mendapatkan Surat Tanda Penawaran Waralaba (STPW) sebagai bukti bahwa sebuah perusahaan bergerak sebagai pemberi waralaba.
Prospektus yang baik itu umumnya terdiri dari beberapa komponen berdasarkan peraturan Menteri Pedagangan No. 53 Tahun 2012, diantaranya:
- Data identitas Pemberi Waralaba, yaitu fotokopi Kartu Tanda Penduduk atau paspor pemilik usaha apabila perseorangan, dan fotokopi Kartu Tanda Penduduk atau paspor para Pemegang Saham, Komisaris dan Direksi apabila berupa badan usaha.
- Legalitas usaha Waralaba, yaitu izin usaha teknis seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Izin Tetap Usaha Pariwisata, Surat Izin Pendirian Satuan Pendidikan atau izin usaha yang berlaku di negara Pemberi Waralaba.
- Sejarah kegiatan usahanya, yaitu uraian yang mencakup antara lain mengenai pendirian usaha, kegiatan usaha, dan pengembangan usaha.
- Struktur organisasi Pemberi Waralaba, yaitu struktur organisasi usaha Pemberi Waralaba mulai dari Komisaris, Pemegang Saham dan Direksi sampai dengan ke tingkat operasionalnya.
- Laporan keuangan 2 (dua) tahun terakhir, yaitu laporan keuangan atau neraca keuangan Perusahaan Pemberi Waralaba 2 (dua) tahun berturut-turut dihitung mundur dari waktu permohonan Prospektus Penawaran Waralaba dan telah diaudit oleh akuntan publik kecuali bagi usaha Mikro dan Kecil.
- Jumlah tempat usaha, yaitu outlet/gerai usaha waralaba sesuai dengan Kabupaten/Kota domisili untuk Pemberi Waralaba Dalam Negeri dan sesuai dengan negara domisili outlet/gerai untuk Pemberi Waralaba Luar Negeri.
- Daftar Penerima waralaba, yaitu daftar nama dan alamat perusahaan dan/atau perseorangan sebagai Penerima waralaba dan perusahaan yang membuat prospektus penawaran waralaba baik yang berdomisili di Indonesia maupun di Luar Negeri.
- Hak dan kewajiban Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba, yaitu hak yang dimiliki baik oleh Pemberi Waralaba maupun Penerima Waralaba, seperti;
- Pemberi Waralaba berhak menerima fee atau royalty dari Penerima Waralaba, dan selanjutnya Pemberi Waralaba berkewajiban memberikan pembinaan secara berkesinambungan kepada Penerima Waralaba.
- Penerima Waralaba berhak menggunakan Hak Kekayaan Intelektual atau ciri khas usaha yang dimiliki Pemberi Waralaba, dan selanjutnya Penerima Waralaba berkewajiban menjaga Kode Etik/kerahasiaan HKI atau ciri khas usaha yang diberikan Pemberi Waralaba.
Demikian secara umum penjelasan mengenai isi prospektus penawaran waralaba, apabila anda ingin berdiskusi mengenai pembuatan prospektus penawaran waralaba, silahkan kirimkan email ke franchiseconsultant@ifbm.co.id
Salam Franchise,
Wahdi Fakhrozy wahdifakhrozy@franchiseorganizer.com International Franchise Business Management Menara Kadin Indonesia Jl.HR Rasuna Said Kuningan Blok X – 5 Kav 2-3 JakartaMana Lebih Untung : Membeli Franchise VS Membuka Usaha Sendiri
March 13, 2013
Ada banyak strategi yang dapat dipilih dalam memulai usaha, bisa dengan membuka usaha sendiri, join venture, kemitraan atau dengan Franchise. Pada artikel ini khusus mengulas untung rugi jika membuka usaha sendiri atau membeli franchise. Kedua hal ini pada dasarnya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, keputusan untuk membeli franchise atau membuka usaha sendiri sebaiknya juga mempertimbangkan kemampuan, minat, sumber daya yang dimiliki serta komitmen pengusaha dalam menjalankan bisnis tersebut.
Membeli franchise atau membuka usaha sendiri pada dasarnya sama baiknya terlebih lagi dilakukan sesuai dengan passion anda. Namun ketika kita ingin membandingkan keduanya kita dapat menilai kelebihan masing-masing. Berikut perbandingan membeli franchise dengan membuka usaha sendiri :
Dari penjabaran di atas, terlihat kelebihan dan kekurangan masing-masing pilihan. Dengan mempertimbangkan kelebihan dari masing-masing pilihan, maka keputusannya terpulang pada anda. Apakah anda ingin membeli franchise sebagai solusi memiliki usaha atau membangun bisnis anda sendiri. Saran terbaik yang dapat anda pegang adalah anda dapat mengikuti kata hati dan filosofi hidup anda sebagai dasar pertimbangan karena dengan demikian anda dapat memiliki semangat dan komitmen lebih dalam menjalaninya.
Baca Juga pola hubungan franchisor dan franchisee
Salam Sukses,
Wahdi Fakhrozy wahdifakhrozy@franchiseorganizer.com International Franchise Business Management Menara Kadin Indonesia Jl.HR Rasuna Said Kuningan Blok X – 5 Kav 2-3 Jakarta
Perbedaan Franchise, License dan Business Opportunity (BO)
March 8, 2013
Istilah Franchise, Lisence dan Business Opportunity (BO) kadang sulit dibedakan bagi masyarakat awam. Namun sebenarnya masing-masing istilah ini memiliki perbedaan yang mendasar terutama mengenai hak yang diberikan. Meskipun Franchise, License dan BO sama-sama pemberian hak berusaha kepada orang lain namun ada hal dasar yang membedakan ketiganya. Perbedaan Franchise, License & BO dijelaskan pada gambar di bawah ini.
Franchise > hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian franchise. Atau dengan kata lain Franchise dapat diartikan sebagai Hak yang diberikan oleh franchisor kepada franchisee berupa Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan Business Format
Cara Menentukan Franchise Fee dan Royalty Fee
February 25, 2013
Saat memulai bisnis franchise, tentunya saat-saat yang paling menyenangkan bagi franchisor. Fokus perhatian dan semangat tercurah sepenuhnya untuk membangun bisnis franchise agar cepat ekspansi. Namun kadang tidak jarang perusahaan-perusahaan yang akan menjual franchise untuk pertama kalinya menemui kesulitan untuk menentukan franchise fee dan royalty fee yang akan dibebankan kepada franchisee-nya.
Franchise fee dapat didefinisikan sebagai biaya pembelian hak franchise untuk jangka waktu tertentu. Franchise Fee yang dibayarkan kepada franchise dapat dikatakan sebagai “penghargaan” atas pengalaman franchisor menjalankan format bisnis yang diduplikasi dengan sistem franchise. Terlebih format bisnis yang ditawarkan telah dapat dibuktikan kesuksesannya.
Royalty Fee dapat didefinisikan sebagai kontribusi bagi hasil dari pendapatan franchisee (biasanya dari penjualan) atas penggunaan HKI (Hak Kekayaan Intelektual) milik franchisor dalam menjalankan bisnis. Dengan demikian, terlepas franchisee sedang mengalami untung atau rugi, franchisee tetap wajib membayar royalty fee. Namun dibalik itu, Franchisor pun berkewajiban untuk membantu franchisee untuk meningkatkan pendapatannya agar royalty yang dibayarkan oleh franchisee juga semakin besar.
Dalam menentukan Franchise Fee dan Royalty Fee, ada 3 pendekatan yang dapat dilakukan, yaitu:
Cari Duit VS Membangun Bisnis
December 20, 2012
Saya selalu teri
nspirasi saat mendengar presentasi dari tokoh-tokoh UKM yang memberikan seminar untuk memotivasi pebinis (atau calon pebisnis). Mereka menjalankan bisnisnya dengan penuh antusias, dan bahkan tidak merasakan adanya kesulitan. Tentunya hal itu karena mereka mengerjakan bisnisnya dengan ikhlas dan perasaan senang.
Beberapa peserta seminar juga kelihatan terinspirasi dan termotivasi. Mereka berdiri dan bertanya, bagaimana caranya untuk memulai berbisnis dengan sukses. Yang lainnya juga bertanya mengenai kiat sukses menjalankan bisnis.
Sering kali saya mendengar pencerahan dari pemberi seminar bisnis bahwa untuk memulai bisnis yang terpenting segera memulai saja berbisnis. Yang terpenting action! Jika makin dikaji-kaji maka biasanya bisnisnya tidak akan kunjung dimulai. Dan begitulah mereka memulai bisnis mereka dulu.
Tapi saya berpikir lagi sambil melihat kenyataan yang ada dari pebisnis disekitar kita. Pengamatan saya melihat bahwa tidak banyak pebisnis kita yang bisnisnya berstandar global. Pengusahanya mungkin menjadi kaya raya dan sangat sejahtera. Tetapi bisnisnya tidak menjadi bisnis kelas dunia. Atau fenomena yang lain terlihat bahwa pengusaha yang sudah kaya ini membuat bisnis-bisnis lain. Merek-merek baru. Kelihatannya mereka akan mengoptimalkan produktifitas uang dan kekayaannya.
Saya jadi melihatnya bahwa mereka berorientasi menambah kekayaan. Cari duit adalah tujuan utamanya. Memang tidak ada yang salah bahwa bisnis memang yang dicari adalah keuntungan dan uang yang sebanyak-banyaknya.
Sekarang saya merefleksikan perbandingan berikut ini; saya mengenal beberapa pemilik Factory Outlet di Bandung yang sangat sukses. Dari cerita mereka yang luar biasa, saya ketahui bahwa sebagian dari mereka merintis usahanya dari bawah di era tahun 1980an. Bahkan ada yang memulai karir bisnisnya dari pinggir jalan menjual T-Shirt. Sekarang mereka memiliki puluhan Factory Outlet dan juga beberapa bisnis bidang lainnya. Dia kaya raya!
Saat saya mampir di beberapa kantor mereka, hampir semua mempunyai tipikal yang sama. Kantornya dibanjiri oleh suplier-suplier yang memasok barang. Bahkan situasinya boleh dibilang berantakan.
Pandangan saya yang lain, saya melihat bisnis dengan merek ZARA dan MANGO. Dimana keduanya juga berbisnis retail fashion. Mirip-mirip dengan Factory Outlet. Zara adalah salah satu merek yg berasal dari Spanyol dan bermarkas di Arteixo, Gallicia. Bisnisnya dimulai pada tahun 1975 dan sekarang ada di 73 negara dengan ribuan outlet.
MANGO, adalah sebuah perusahaan desain dan manufaktur pakaian yang didirikan di Barcelona, Catalonia (Spanyol). Bisnisnya dimulai pada tahun 1989 dan saat ini sudah ada di lebih dari 103 negara dengan lebih dari 2000 outlet.
Factory outlet teman-teman kita di Bandung dan kedua merek dari Spanyol di atas memulai usahanya dalam kurun yang tidak jauh berbeda. Sama-sama dari kota “kecil” di negaranya. Tetapi pencapaiannya sangat berbeda.
Pasti ada saja alasannya yang membuat hasil tersebut berbeda. Tetapi saya melihat bedanya pengusaha yang “Membangun Bisnisnya” dan pengusaha yang mungkin hanya berorientasi “Cari Duit”.
Pasti tidak ada yang salah dari keduanya. Masing-masing mempunyai rencananya sendiri-sendiri. Saya hanya ingin memperlihatkan dua fenomena yang berbeda.
Pengusaha yang kekayaannya sangat banyak bisa hidup sejahtera mungkin sampai tujuh turunan. Walau bisnisnya mungkin tidak terlalu “kemana-mana” dan mungkin tidak sampai tahan lama. Mungkin setelah mendirikan usahanya yang berhasil tersebut, dia berubah quadrant menjadi investor yang dapat lebih cepat lagi mendapatkan kekayaan.
Sedangkan pengusaha yang “Membangun Bisnisnya”, selain dia kaya raya dia juga mempunyai reputasi dimana-mana. Bisnisnya yang semakin besar pasti digiring oleh sistem yang membuat bisnis tersebut bisa lebih langgeng. Manfaat yang bisa diberikan dari bisnisnya juga akan dapat dinikmati oleh lebih banyak orang dan lebih panjang.
Kembali kepada memulai bisnis, mungkin ada baiknya jika sejak awal kita sudah membuka wawasan kita: apakah kita hanya akan “Cari Duit” atau akan “Membangun Bisnis” kita.
Boleh untuk menjadi renungan..
Burang Riyadi MBA.
partner
International Franchise Business Management (IFBM)
franchise consultant firm
Menara KADIN 30Fl.
Jl. HR. Rasuna Said Blok X-5 kav. 2-3
Jakarta 12950
Tel +6221 5299 4547
Email franchiseconsultant@ifbm.co.id
Usaha Franchise – Produk Sederhana Menembus Dunia
December 18, 2012
Usaha franchis
e merupakan suatu cara bagaimana kita memperluas target pemasaran , kelebihan usaha dengan cara franchise mungkin lebih bisa kita andalkan jika dibandingkan dengan hanya membuka cabang sendiri yang sangat membutuhkan investasi lebih besar , di franchisekan sama saja kita membagi kesuksesan kita kepada orang lain dan yang terpenting memperluas jaringa usaha dengan cepat , yang menjadi pertanyaan kami kenapa justru produk atau jasa yang sederhana yang lebih cepat jika kita franchisekan …? didalam dunia usaha franchise ada motto “ The more simple , The more success ” artinya usaha yang sederhana akan lebih sukses
Usaha franchise yang paling populer saat ini masih didominasi produk makanan atau Food and Beverage , mengapa demikian ….? makanan merupakan kebutuhan kita sehari-hari sehingga kita perlu makan sebagai memenuhi kebutuhan hidup , dibandingkan dengan usaha franchise yang lain usaha franchise makanan cepat berkembang dan dapat bertahan lebih lama dibanding dengan usaha yang lain kalau disetiap pameran franchise maka yang sering kita lihat banyak bermunculan adalah usaha usaha baru dengan mengusung makanan dibanding usaha lainnya
Perkembangan industri usaha franchise makanan atau minuman sangat cepat bahkan banyak yang menembus lintas negara bahkan benua sebagai contoh Mc Donald ,KFC ,Starbuck atau Pizza HUT di negara atau benua belahan mana kita tidak menemukan Mc Donald , Pizza HUT maupun Starbuck pasti sangat mudah kita jumpai , sebagai ilustrasi kita bisa saja menyajikan Burger atau ayam goreng selezat Mc donald atau KFC dan kopi senikmat StarBuck tetapi belum tentu bisa menjual lebih banyak dari Mc Donald atau KFC maupun kopi sebanyak starbuck karena mereka sudah memiliki sistem dan jaringan yang cukup kuat lalu apakah kita bisa sehebat mereka jawabanya tentu bisa kenapa tidak , kita memiliki banyak jenis makanan yang lezat dan banyak disukai namun mungkin secara sistem dan jaringan kita tidak memiliki jaringan dan sistem yang sehebat mereka selain faktor lain seperti merek atau brand yang mudah dikenal dan mudah diingat , mungkin saja kita memiliki beberapa merek atau brand franchise lokal namun keberadaannya masih jauh dari tempat yang strategis diluar mall ternama atau hanya di jalan kecil jauh dari keramaian justru merek merek asing setiap langkah dengan mudah kita jumpai di mall mall ternama di ibukota
Banyak makanan atau minuman tradisional kita yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi dan cara membuatnya cukup sederhana sehingga tidak memerlukan banyak tahapan dalam penyajiannya , namun sedikit yang mendalami dan serius menjadikan makanan tradisional kita sebagai usahanya sebagai usaha franchise seperti bakso dan somay maupun soto atau minuman khas negara kita seperti Es kelapa , cendol dll mungkin jika saja dikemas dengan cantik dan semodern mungkin pasti bisa dijadikan usaha franchise yang menguntungkan , misalnya bisnis bakso mungkin sangat mudah dalam penyajiannya begitu juga dengan somay tidak terlalu rumit atau sulit dalam penyajiannya namun kita belum menjumpai usaha franchise bakso atau somay yang dapat dengan mudah dijumpai mall mall maupun Hypermart atau tempat belanja ternama yang lainnya semua masih didominasi merek asing atau brand brand besar yang sudah tentu bukan menunjukan ciri khas bangsa kita dan yang paling penting jangan sampai makanan atau minuman tradisional kita di akui atau dimiliki negara lain seperti Tempe yang sudah menjadi makanan kebanggaan di Jepang
- Salam Franchise -
Taufik Hidayat
International Franchise Business Management ( IFBM )
Menara Kadin Indonesia
Jl.HR Rasuna Said Kuningan Blok X – 5 Kav 2-3
Jakarta
Twitter: @taufikIFBM
BUSINESS CONCEPT VS BUSINESS MODEL
November 27, 2012
- Jika kita dapat mendetilkan setiap proses dari pembentukan Business Model tersebut, maka sebenarnya kita mempunyai proses “Mastery Bisnis” yang berguna untuk membimbing para franchisee (penerima franchise) kita.
- Semakin standar Business Model yang dibentuk, maka akan semakin mudah untuk dilakukan duplikasi kepada franchisee.
- Dalam mengelola bisnis franchise, akan semakin efektif jika kita melakukan monitoring kepada Business Model yang standar.
Pameran Franchise- Media Promosi Usaha Franchise Yang Efektif
October 12, 2012
Pameran franchise adalah media promosi yang sangat efektif banyak Perusahan yang berhasil selalu berpikir bahwa mempromosikan prod
uk, jasa atau bisnisnya adalah salah suatu kegiatan yang paling penting yang harus dipikirkan secara matang, detail dan berkelanjutan, oleh karena itu biasanya program promosi direncanakan untuk jangka waktu minimal setahun kedepan.
Pameran franchise adalah sebuah strategi promosi yang merupakan satu diantara banyak cara untuk memperkenalkan dan memasarkan produk, jasa atau bisnis. Pameran juga bisa menunjukan eksistensi sebuah perusahaan atau biasa kita sebut sebagai program Branding. Karena kemungkinan banyak diikuti oleh perusahaan sejenis, maka pameran juga bisa dipakai untuk mengukur dan mengetahui informasi perusahaan pesaing, dari mulai harga, keunggulan produk, peralatan yang digunakan, inovasi baru yang diperkenalkan dan juga teknologi apa yang dikembangkan. Melalui pameran , perusahaan dapat melakukan survey pasar, dengan melihat seberapa besar minat pengunjung pameran terhadap produk , jasa atau bisnisnya. Ini semua bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk menentukan strategi bisnis ke depannya. Yang tidak kalah penting adalah dengan pameran, perusahaan juga bisa mengukur kualitas SDM serta teamwork yang dimiliki. Semua itu bisa menjadi program improvement dalam meningkatkan daya saing.
Sejak tahun 2000an ada beberapa Event Organizer yang secara rutin menyelenggarakan Pameran yang khusus untuk industri Franchise, misalnya pada bulan sepetember 2012 akan digelar pameran franchise yang merupakan pameran tahunan terbesar yang diseleggarakan untuk kesepuluh kalinya oleh salah satu Event organizer ternama. Dalam satu tahun kita bisa disuguhkan setidaknya 2 kali pameran franchise yang besar dan ada pameran dengan skala yang lebih kecil yang diselenggarakan dibeberapa daerah, belum lagi pameran franchise internasional di Asia maupun belahan dunia lainnya. Sebenarnya apa yang kita bisa manfaatkan dari Pameran Franchise?
Pameran Franchise terbilang unik bila dibandingkan dengan pameran lainnya. Kenapa unik? karena bukan produk atau jasa yang ditawarkan melainkan sistem bisnis. Sebagaimana definisi franchise itu sendiri, menawarkan bisnis untuk diduplikasi pihak lain sarat dengan berbagai ketentuan untuk bisa dikatagorikan sebagai layak di franchisekan seperti:
- Standarisasi atas pelayanan dan barang dan atau jasa yang ditawarkan
- Mempunyai ciri khas usaha
- Dapat diajarkan dan diaplikasikan
- Terbukti sudah memberikan keuntungan
- Mereknya telah terdaftar
- Memberikan dukungan yang berkesinambungan
Tidak kalah sulitnya adalah merekrut calon franchisee yang mengacu pada kriteria yang di kehendaki.
Bagaimana para pelaku usaha dalam hal ini Franchisor mempersiapkan Pameran Franchise yang diikutinya agar sukses mencapai target yang diinginkan?
Banyak faktor yang harus dipersiapkan peserta pameran (exhibitor) yaitu:
- 1. Penentuan tujuan dari pameran :
Sebelum memutuskan untuk mengikuti salah satu kegiatan pameran, sebaiknya dirumuskan secara matang apa tujuan yang ingin dicapai (objective) dari keikutsertaannya. Pimpinan beserta team yang terlibat harus punya pemahaman yang sama akan tujuan itu sehingga semua anggota team siap dengan berbagai strategi yang matang dan terencana.
Mengingat yang akan ditawarkan adalah sistem bisnis tentu saja penawaran harus mengacu pada kebutuhan inti bisnisnya seperti : kriteria pemilihan lokasi, besarnya investasi, target market, program training & support, program promosi dan branding , program R& D dan keunggulan bisnis yang ditawarkan, karena itu biasanya menjadi pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh pengunjung yang memang datang untuk “berbelanja bisnis”
- 2. Pemilihan Event Organizernya dan lokasi pameran:
- Nama besar Organizer bisa menjadi daya tarik dan jaminan bahwa event yang akan diselenggarakan menjadi besar dan sukses, karena biasanya mereka mampu mengajak atau mendatangkan peserta dan pengunjung dalam jumlah besar.
- Cek terlebih dahulu mengenai jumlah pengunjung pameran pada pameran terakhir yang diadakan organizer tersebut. Hindari pameran yang jumlah kunjungannya cenderung sedikit. Selain itu sebagai bahan pertimbangan, Anda juga bisa melihat testimoni dari para peserta pameran sebelumnya.
- Biasanya pameran yang diselenggarakan organizer besar, memiliki sumber daya dan strategi pemasaran yang lebih baik.
- Berapa banyak stand yang ditawarkan dan berapa biaya yang ditawarkan. Sebelum mengambil keputusan untuk mengikuti pameran, mintalah kepastian dari panitia mengenai jumlah stand yang diperbolehkan ikut pameran.
- Tanyakan sarana pendukung pameran, jangan mengambil keputusan sebelum mengetahui tentang sarana promosi yang diberikan selama pameran berlangsung. Perhitungkan juga antara biaya yang Anda keluarkan untuk mengikuti pameran dengan sarana yang diberikan panitia. Bila dirasa tidak seimbang, lebih baik jangan mengikuti pameran tersebut.
- Exposure yang gencar dan berskala nasional baik di media cetak maupun elektronik , biasanya mampu dilakukan oleh organizer besar dalam mempromosikan event tersebut.
- Pemilihan lokasi yang strategis dan bergengsi akan membantu memilih target pengunjung yang sesuai dengan para pelaku usaha yang ikut serta pada pameran.
- Endorsment dari Asosiasi terkait akan membantu untuk meyakinkan peserta dapat menciptakan sinergi yang baik.
3. Pemilihan tempat (sesuai floorplan yang ditawarkan) : Tentu tidak kalah penting adalah memilih tempat yang mudah dilihat dan punya traffict yang bagus, pertimbangkan siapa yang menjadi tetangga kita, agar tercipta mutual benefit.
4. Perencanaan design booth : Dengan tujuan yang sangat jelas, tentu bisa direalisasikan pada design booth yang mendukung tercapainya tujuan tersebut, disamping tentu saja faktor keindahan, kenyamanan dan efektifitas perlu diperhitungkan.
5. Perencanaan anggaran (biaya ruang pameran, biaya peralatan, biaya tenaga kerja dan biaya tidak langsung lainnya) : Anggaran menjadi hal yang penting dipertimbangkan, perhitungkan secara cermat cost and benefitnya.
6. Penentuan Program yang akan dilaksanakan : Membuat program selama pelaksanaan pameran akan menjadikan pameran lebih efektif, pastikan semua program dilaksanakan tetap waktu dan tepat sasaran
7. Pemilihan Person In Charge dan staff : Semua perencanaan hanya akan berjalan bila pemilihan PIC (Person in Charge) sesuai dengan kualifikasi dan kapasitasnya. Job description harus jelas bagi semua team pendukung. Pastikan juga jumlah team yang memadai dan kemampuan berkomunikasi yang baik bagi team yang berhadapan langsung dengan pengunjung.
8. Persiapan Marketing tools dan materi pendukung : Banyak sarana yang diperlukan pada event pameran seperti banner, brosure, video, slide proyektor, kartu nama dll yang detail dipersiapkan untuk memperlancar semua program. Siapkan juga buku tamu atau tempat kartu nama pengunjung agar bisa kita ketahui data base pengunjung untuk bahan follow up setelah pameran berakhir.
9. Display yang menarik : Letakkan semua marketing tool atau materi pendukung lainnya dengan display yang menarik, rapih, mudah dilihat dan mengundang minat pengunjung.
10. Layout yang nyaman : Dalam pameran franchise karena yang akan kita tawarkan adalah sebuah sistem bisnis, tentu saja dibutuhkan tempat yang nyaman bagi kita dan pengunjung saat memberikan penjelasan atau melakukan presentasi.
Bagi pelaku usaha yang belum siap memasarkan bisnisnya dan memaksakan diri mengikuti pameran , biasanya pameran bisa menjadi bumerang. Peminat bisnis yang tiba-tiba membludak dan mendesak menunggu persetujuan , biasanya menjadi godaan karena yang terbayang adalah mendapatkan dana dimuka yang cukup menggiurkan, namun perlu disadari bahwa masalah yang sebenarnya baru akan timbul sejak perjanjian franchise ditandatangani sampai perjanjian berakhir ( minimal 5 tahun kedepan). Tidak heran banyak bisnis franchise yang timbul tenggelam dalam waktu yang sangat singkat karena karena ketidaksiapan tersebut. Hindarilah situasi seperti itu.
Banyaknya event pameran dan banyaknya peserta pameran menjadi sebuah kesempatan bagi pengunjung yang memang ingin melihat, memilih dan menentukan sebuah bisnis untuk dijalankan. Namun selayaknya kita berbelanja, apalagi ini sebuah bisnis, tentu saja perlu kejelian dan kehati-hatian dalam memilih, dapatkan informasi yang lengkap dan detai untuk bisnis yang diminati.
Berikut ini adalah tips bagi pengunjung yang ingin memilih usaha franchise :
- Pilih jenis usaha yang sesuai minat (passion) : Menjalankan usaha yang sesuai dengan minatnya akan sangat membantu karena dijalankan dengan rasa senang dan motivasi yang lebih.
- Pertimbangkan investasi yang paling nyaman, sesuai dengan kemampuan.
- Kenali Track Record / Reputasi Franchisor : Gali informasi sebanyak-banyaknya mulai dari berapa lama bisnisnya sudah dijalankan, berapa jumlah outletnya, bagaimana perkembangannya, bagaimana program trainingnya, apa supportnya , apa program brandingnya, bagaimana research & developmentnya dll. Jangan terlalu terburu-buru mengambil keputusan.
- Teliti prospek pasar/market/customer : Pastikan franchisor bisa menjelaskan siapa target market bisnisnya, berapa besar dan berapa lama trend bisnisnya bisa bertahan.
- Buat analisis keuangan (ROI / Payback) : Setelah mendapatkan informasi yang detail, ada baiknya coba buat analisa keuangan untuk memperoleh gambaran apakah bisnis yang diminati feasible atau tidak.
- Cari informasi dari Franchisee yang telah ada : Lakukan pengamatan sendiri pada outlet yang telah ada, bila memungkinkan mendapatkan informasi langsung dari franchiseenya.
- Pelajari isi Perjanjian (hak & kewajiban para pihak) : Pelajari isi perjanjian secara seksama pasal per pasal, minta waktu yang cukup untuk mempelajarinya, bila diperlukan minta pendapat dari konsultan hukum. Lakukan diskusi dengan franchisor bila ada hal-2 yang perlu penjelasan detail dan samakan persepsi. Berhati-hati diawal sebelum menandatangani perjanjian akan membantu terhindar dari masalah dikemudian hari.
- Franchisor yang berpengalaman lebih memberikan keyakinan bagi franchiseenya karena pengalaman itu yang dibagikan dan dijadikan panduan bagi penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi di dalam menjalankan bisnisnya (franchisor mampu menjadi guru bagi franchiseenya)
Dalam sebuah event pameran franchise,banyak pihak yang terlibat didalamnya seperti Event Organizer, Pemilik Usaha franchise, Kontraktor, Konsultan, Asosiasi, Media, bidang usaha pendukung lainnya dan tentu calon pengunjung itu sendiri yang semuanya punya tujuan dan target masing-masing. Dalam event ini masing-masing pihak bisa saling memanfaatkan situasi, saling bersinergi, saling bersosialisasi menciptakan networking dan tidak tertutup kemungkinan munculnya ide-ide baru serta kerjasama usaha yang saling menguntungkan.
Ada Asosiasi dan konsultan yang terkait dengan event pameran franchise dimana para pengunjung dan juga peserta bisa memanfaatkan moment ini untuk berkonsultasi, bertanya jawab, berbagi dan menjelaskan bagaimana memilih usaha franchise dan atau bagaimana menjadi pengusaha franchise yang baik. Dalam event pameran sering juga ada Seminar, Talkshow, Sharing forum atau Business Matching yang jangan sampai dilewatkan. Semua kegiatan itu lebih bertujuan memberikan pemahaman yang jelas pada para franchisor , franchisee dan pengunjung pada umumnya mengenai seluk beluk berbisnis dengan franchising agar dalam menjalankan bisnisnya agar selalu on the track dan tidak menyalahi peraturan dan ketentuan yang berlaku. Selamat berpameran
Salam,
Evi Diah Puspitawati
Associate Consultant
International Franchise Business Management
Kantor Konsultan Franchise
Menara KADIN 30th Fl
Jl. HR. Rasuna Said Blok X-5 kav. 2-3
Jakarta 12190 – Indonesia
Ph.:(62-21) 52994547 (hunting), Fax. (62-21) 52994599
Bisnis Franchise – Untung dan Rugi Membeli Bisnis Franchise
October 10, 2012
Bisnis franchise ditanah air mengalami perkembangan yang cukup menjanjikan mulai dari bisnis franchise dengan modal yang cukup murah sampai bisnis franchise yang memerlukan investasi yang cukup besar semua memiliki minat yang cukup besar , namun perlu kita cermati masih banyak masyarakat yang belum bisa membedakan mana bisnis dengan format franchise dengan bisnis dengan format yang lain seperti bisnis opportunity atau lisensi
Bisnis franchise dan BO ( Business Opportunity) memiliki hampir kesamaan yang akan sulit dibedakan dan masih saja kita jumpai beberapa bisnis dengan konsep BO menggunakan kata ” Franchise” atau ” Waralaba” pada nama usahanya dan ini tentunya memerlukan pemahaman yang dalam mengenai kedua bidang usaha tersebut dan kita perlu tahu apa saja yang membedakan kedua jenis usaha tersebut
Bisnis franchise adalah bisnis yang telah memiliki perjalanan bisnis yang cukup panjang dan biasanya bisnis franchise memberikan dukungan penuh dalam hal pemasaran , menggunakan nama usaha dan jaringan serta umumnya dilandasi dengan perjanjian yang lebih kompleks sedangkan BO (Business Opportunity) adalah bisnis yang perjalanan bisnisnya belum terlalu lama dan biasanya dukungan usahanya tidak seperti bisnis franchise bisa kita membeli produk darinya atau beli putus saja dan perjanjiannya tidak terlalu kompleks seperti bisnis franchise
Keuntungan berbisnis franchise antara lain :
- Learning Curve yang singkat sehingga anda tidak perlu mengalami jatuh bangun atau kegagalan yang sudah dialami oleh pemberi bisnis franchise
- Mengunakan jaringan nama yang sudah terkenal , sehingga memudahkan anda dalam memasarkan produk yang anda pasarkan tanpa memperkenalkan lagi
- Mendapatkan bantuan memulai usaha , memulai usaha tentu banyak kendala dibandingkan melanjutkan bisnis yang sudah berjalan dan sebagai pembeli franchise kita sangat mengharapkan bantuan saat memulai dari si pemberi bisnis franchise yang telah kita beli
- Jaminan supplai dan dukungan usaha lain , dengan membeli franchise berarti anda mengharapkan dukungan dari franchisor anda , untuk produk anda akan selalu dijamin kontinyu dalam suplainya disamping dukungan dalam pemasaran , dukungan dalam training karyawan dsb
- Kekuatan dalam kegiatan promosi yang efisien , kelebihan dalam bisnis bersama adalah efisiensi dalam promosi secara nasional
Bisnis franchise tidak hanya memberikan keuntungan tetapi ada pula sisi yang merugikan dalam berbisnis franchise antara lain
- Bisnis franchise mungkin usaha yang dimiliki sendiri tetapi segala hal kebijakan masih diatur oleh si franchisor mungkin saja kita memiliki banyak ide untuk memajukan usaha tetapi tidak semudah itu dalam menerapkan kebijakan yang telah dibuat oleh si franchisor
- Untuk memiliki sistem yang baku ,perlu adanya proses yang lebih birokrasi sebagai contoh jika anda ingin menambah barang dagangan kita tidak boleh semaunya tentunya kita perlu ijin kepada si franchisornyaapakah kita diberikan ijin untuk bisa kita menambah barang dagangan atau tidak
Walaupun bisnis franchise memiliki keunggulan lebih daripada bisnis yang lainnya tetapi sukses atau gagalnya kita dalam menjalankan bisnis tergantung keseriusan kita dalam menjalankannya
- Salam Franchise -
Taufik Hidayat








