Bisnis Franchise dan Peran Penting Konsultan Franchise
July 15, 2011
Bisnis franchise adalah duplikasi bisnis yang telah sukses hal ini dibuktikan dengan berapa lama bisnisnya berjalan dan besar keuntungan yang didapatkan dari penjualan bisnisnya sebagai konsultan franchise tentunya akan selalu memberikan masukan dan arahan bagaimana membangun atau menjalankan bisnis franchise yang benar dari pengalaman kami 13 tahun dalam bidang franchise sudah banyak menangani beberapa perusahaan yang menjalankan bisnisnya dengan konsep franchise.
Pengalaman adalah modal kuat dari konsultan franchise. Tentunya anda tidak akan menggunakan jasa konsultan franchise yang baru anda ketahui atau pengalaman menangani klien belum ada. Kami tidak hanya membantu bagaimana membangun bisnis franchise tetapi juga membantu bagaimana mencari atau memberikan gambaran bisnis franchise yang baik dan dapat bertahan lama
Bisnis franchise tidak hanya menjual merek atau brand bukan hanya menjual gerobak atau boothnya saja bisnis franchise menjual keseluruhan bisnisnya kepada orang lain untuk saat ini bisnis franchise banyak menjadi pilihan untuk memulai berbisnis diantara peluang bisnis lain yang ditawarkan sehingga banyak orang yang memiliki modal dan waktu untuk mencoba memulai dengan berbisnis franchise pada awalnya mungkin dia mendapatkan informasi dari majalah atau media massa lainnya yang mengangkat keberhasilan dan kesuksesan bisnisnya sehingga membuatnya tertarik untuk membeli bisnis franchise.
Pada saat ini ramai diberitakan diberbagai media tentang bisnis franchise yang mendapat award atau bisnis yang menjadi juara dalam katagori tertentu sehingga bagaikan muncul selebritis atau tokoh baru yang sukses dalam bidang franchise yang menjadi pertanyaan kami adalah bagaimana cara penilai terhadap bisnis franchise yang telah mendapatkan award atau juara bagaikan kita memilih Indonesia Idol atau pemilihan lain yang berdasarkan polling SMS atau berapa banyak jumlah gerai , gerobak atau franchisee yang ada saat itu jika memang ini berdasarkan itu berarti kita hanya akan menyesatkan dan membohongi publik atau orang banyak apakah kesuksesan suatu bisnis bisa dipahami hanya dengan pandangan banyaknya jumlah gerai atau franchisee.
Mungkin karena mereknya memang sudah populer sehingga kita bisa mengetahui kesuksesan bisnis franchise lalu siapa yang harus bertanggung jawab jika keadaan seperti ini tentu semua lembaga atau asosiasi yang memayungi segala aktivitas usaha franchise
Berdasarkan pengalaman kami sebagai konsultan franchise dalam kurun waktu 13 tahun dalam menangani berbagai permasalahan yang dihadapi mereka yang menjalankan bisnis franchise baik sebagai franchisor maupun franchisee tentunya banyak hal yang kami alami.
Pernah datang kepada kami seorang bapak yang mengadukan permasalahan tentang bisnis franchise dia membeli bisnis franchise yang pernah dinobatkan sebagai juara dan mendapat award sebagai pebisnis franchise terbaik dalam bidang makanan sehingga namanya dimuat diberbagai media massa dengan kesuksesan yang luar biasa namun setelah bapak tersebut membeli bisnis franchise tersebut dia mencoba memulai dengan membuka boothnya didepan minimarket ternama pada awalnya berjalan dengan baik namun beberapa bulan kemudian sepi pembeli dan bisnisnya mati dibiarkan boothnya tergelatak tak terawat didepan minimarket sehingga timbul dalam hati terkesan bisnis franchise membohongi dan akal-akalan saja sehingga antipati terhadap bisnis franchise sama yang pernah dialami bisnis MLM.
Tentunya hal ini akan memberikan citra buruk pada bisnis franchise yang lainnya pertanyaan kami siapa yang harus bertanggung jawab pada masalah ini , sebagai konsultan franchise kami selalu menekankan kepada calon pengusaha franchise dan klien kami bagaimana menjaga image dan citra baik pada bisnisnya tentunya kami memberikan bimbingan bagaimana pandangan bisnisnya dari awal atau beberapa tahun kedepan bagaimana menjaga hubungan dengan pembeli bisnis franchisenya nanti bagaimana membuat perjanjiannya atau bagaimana cara mengenalkan bisnisnya kepada masyarakat dan pada dasarnya bisnis franchise tidak hanya penjual merek ,booth atau produk saja tetapi secara keseluruhan adalah menjadi tanggung jawab pemilik bisnis franchise.
Selamat berbisnis franchise
Taufik Hidayat
International Franchise Business Management
Menara KADIN 30Fl.
Jl. HR Rasuna Said kav 2-3 Block X-5. Kuningan
Jakarta 12950. Indonesia
Tel. +62-21 5299-4547 (hunting)
Fax. +62-21 5299-4599
Email: franchiseconsultant@ifbm.co.id
Bisnis Franchise dan Membuat Perencanaan Bisnis Yang Benar
July 7, 2011
Bisnis franchise menunjukan peningkatan yang sangat mengesankan , jika sebelumnya kita masih dapat menghitung dengan jari saja tetapi saat ini kita sudah tidak dapat menghitung satu persatu yang mana saja bisnis franchise yang mana peluang usaha atau lisensi , jika dulu orang berpendapat jika kita serius dan mencintai bisnis yang kita jalankan maka akan dapat bertahan lama , banyak bisnis franchise yang semula kita kenal sangat besar dan terkesan sukses luar biasa hingga siapa saja pasti mengenal bisnis franchisenya dan hampir disetiap daerah kita dapat menjumpai counternya atau tempat usahanya tetapi lambat laun hilang dan terkesan hancur berantakan , mengapa hal ini bisa terjadi lalu sebenarnya mengapa sampai demikian hal ini tak lepas dari tidak serius kita dalam membuat perencanaan bisnis terkesan meremehkan atau menggampangkan untuk apa kita membuat perencanaan bisnis franchise hingga asal jalan saja nanti juga akan ketemu juga tujuan akhirnya.
Kita boleh saja bangga akan kebesaran atau populernya merek yang kita punyai atau berbesar hati hanya karena banyaknya jumlah counter atau franchisee kita , tetapi kalau semua itu hanya dilihat secara luarnya saja tanpa melihat isi dalam yang sebenarnya , banyak rekan rekan pengusaha franchise yang merasa bisnisnya jauh lebih baik dan besar hanya karena franchiseenya ada dimana mana , dia tidak memperhatikan lagi berapa lama bisnisnya dapat bertahan lama dan bagaimana cara merencanakan bisnisnya secara benar lalu dimana letak kesalahan dari semua ini , karena kita tidak secara benar membuat perencanaan bisnis ( Business Plant) sehingga terkesan asal bisnis berjalan dan punya banyak franchisee saja , bahkan ada seorang motivator bisnis terkenal yang seakan memberi gambaran untuk apa bisnis direncanakan atau jalan aja dulu urusan belakang nanti saja , terkesan tidak terlalu penting membuat perencanaan bisnis pada prakteknya kita membutuhkan arahan pedoman bagaimana cara menjalankan bisnis , kita bisa bayangkan jika berjalan tanpa arah yang jelas kita akan tersesat di belantara yang tidak kita ketahui begitupun dengan bisnis kita tanpa perencanaan seperti kita berjalan meraba-raba hingga tujuan akhir kita sehingga kita tidak mempunyai arah tujuan bisnis franchise kita dengan benar mau diapakan atau mau dibawa kemana bisnis kita nanti.
Selamat berbisnis franchise
Taufik Hidayat
International Franchise Business Management
Menara KADIN 30Fl.
Jl. HR Rasuna Said kav 2-3 Block X-5. Kuningan
Jakarta 12950. Indonesia
Tel. +62-21 5299-4547 (hunting)
Fax. +62-21 5299-4599
Email: franchiseconsultant@ifbm.co.id
Franchise Indonesia – Rahasia Dagang Bisnis Franchise
June 30, 2011
Franchise Indonesia saat ini sedang dalam masa`kejayaannya mungkin beberapa dekade sebelumnya mungkin belum banyak orang yang mengenal istilah franchise namun saat ini banyak beberapa bidang usaha yang menggunakan istilah “Franchise”, walaupun sebenarnya bisnisnya belum dapat dikatakan memenuhi kriteria usaha franchise dan masih sebatas peluang usaha atau business opportunity (BO) , didalam bisnis franchise ada hal yang tidak kalah pentingnya selain mendaftarkan merek yaitu mendaftarkankan
rahasia dagang yang kita punyai, apakah rahasia dagang itu dan berapa besar pentingnya bagi bisnis franchise kita nantinya , apakah bisa menjadi keunggulan bisnis franchise kita dari kompetitor sejenis dari bisnis franchise lalu apakah rahasia dagang itu, Rahasia dagang adalah informasi dibidang teknologi atau penemuan suatu formula atau resep yang dirahasiakan sehingga menjadi nilai jual yang tinggi sehingga beberapa bisnis franchise mempunyai kelebihan yang berbeda-beda walaupun dalam bidang usaha yang sejenis .
Didalam usaha franchise Indonesia rahasia dagang menjadi hal yang sangat terpenting hal apa saja bisnis franchise lalu apa saja yang bisa didaftarkan sebagai rahasia dagang usaha franchise antara lain blue print bisnis kita adalah yang paling utama untuk kita daftarkan sebagai rahasia dagang kita , blue print ini isinya adalah desain bisnis franchise kita mulai dari pendirian perusahaan bisnis franchise jita sampai tahap pengembangannya yang didalamnya berisi memuat informasi-informasi strategis dan hanya boleh diketahui oleh kita dan master franchise kita saja dan blue print bisnis merupakan hasil karya dan pemikiran kita sehingga sangat penting untuk kita daftarkan sebagai hak kekayaan intelektual yang sangat istimewa
Sebagai pemberi bisnis franchise sudah tentu mendaftarkan rahasia dagang menjadi hal yang sangat penting jangan sampai keunggulan bisnis kita disengketakan atau dibajak oleh orang lain ,banyak para pengusaha franchise Indonesia yang belum memahani pentingnya mendaftarkan rahasia dagang bisnisnya sehingga baru menyadari ketika ada orang lain yang mejalankan bisnis sejenis dan memakai penemuan rahasia dagangnya yang tidak didaftarkan jika ini terjadi maka kita sendiri yang akan dirugikan dan orang lain tinggal menikmati penemuan yang kita upayakan dengan kerja keras atau tidak ada oknum yang mencoba menggugat secara hukum bahwa bisnis yang kita jalankan adalah miliknya dan usaha franchise Indonesia menjadi bisnis yang dapat bersaing dengan sehat
Salam Franchise
Taufik Hidayat
International Franchise Business Management
Menara KADIN 30Fl.
Jl. HR Rasuna Said kav 2-3 Block X-5. Kuningan
Jakarta 12950. Indonesia
Tel. +62-21 5299-4547 (hunting)
Fax. +62-21 5299-4599
Email: franchiseconsultant@ifbm.co.id
waralaba franchise-cara mudah membuat prospektus waralaba
April 26, 2011
Waralaba franchise adalah salah satu cara mengembangkan bisnis kita , jika sebelumnya kita menjual kopi setelah menjadi franchisor kita akan menjual bisnis kopi secara keseluruhan bukan lagi menjual kopinya saja dan jika kita menjual ayam bakar setelah menjadi franchisor maka yang kita jual adalah unit usaha bisnis ayam bakarnya dan tidak lagi hanya menjual ayam bakarnya saja, hal terpenting selain memiliki organisasi franchise yang tangguh dan dokumen franchise yang lengkap tentunya sebagai franchisor ( pemberi waralaba) terlebih dahulu kita memberikan sebuah proposal penawaran yang kita beri nama prospektus bisnis franchise kepada calon franchisee kita , prospektus adalah marketing tools sebagai media yang memberikan gambaran bagaimana bisnis kita sebenarnya dan memberikan informasi lengkap bisnis yang ditawarkan serta hak dan kewajiban kita sebagai franchisor banyak informasi bisnis waralaba franchise kita yang didapatkan oleh calon franchisee kita dari prospektus tersebut sehingga banyak [ara pelaku usaha bisnis franchise yang membuat prospektus dengan ilustrasi dan informasi yang menarik sehingga menjadi nilai jual yang tinggi bagi bisnis waralaba franchise yang kita tawarkan
Untuk membuat prospektus apa saja yang harus kita persiapkan salah satunya adalah :
1.Data identitas perusahaan meliputi uraian nama perusahaan,nama dagang kita, uraian kapan perusahaan berdiri ,uraian dokumen perusahaan dan alamat perusahaan yang dapat dihubungi
2.Legalitas Usaha antara lain: surat izin perusahaan misalnya SIUP atau TDP jika usaha pendidikan izin dari departemen pendidikan jika restoran atau rumah makan surat izin dari departemen pariwisata dsb
3.Sejarah Perusahaan yaitu uraian singkat berdirinya dan aktivitas dari perusahaan dsb
4.Struktur dari organisasi perusahaan yaitu uraian dari organisasi perusahaan agar calon franchisee bisa melihat siapa saja dibalik bisnis franchise yang akan dibelinya
5.Laporan keuangan perusahaan yakni laporan 2 tahun terakhir dari aktivitas keuangan perusahaan agar terlihat transparansi berapa besar keuntungan dari perusahaan kita agar calon franchisee bisa menarik kesimpulan benar tidaknya perusahaan yang dibelinya dapat memberikan keuntungan baginya kelak
6. Berapa banyak jumlah Outlet atau franchisee yang telah berjalan berikut alamat lengkap dan kontak person yang dapat dihubungi dan ini juga bisa menjadikan bahan pertimbangan dan referensi calon franchise kita sebelum membeli bisnis yang kita tawarkan
7.Hak dan kewajiban franchisor dan franchisee yakni uraian sekitar hak dan kewajiban kita sebagai franchisor serta hak dan kewajiban kita sebagai franchisee hal ini bertujuan agar calon franchisee mempunyai gambaran bagaimana aturan main yang berlaku pada bisnis waralaba franchise kita
dan jika uraian diatas dapat dibuat dan disusun secara detail dan lengkap sebaiknya prospektus tersebut dicetak dan buat dalam bentuk buku secantik mungkin agar menarik bagi calon franchisee kita sehingga mau membeli bisnis waralaba franchise yang kita tawarkan
Selamat berbisnis franchise
Taufik Hidayat
International Franchise Business Management
Menara KADIN 30Fl.
Jl. HR Rasuna Said kav 2-3 Block X-5. Kuningan
Jakarta 12950. Indonesia
Tel. +62-21 5299-4547 (hunting)
Fax. +62-21 5299-4599
Email: franchiseconsultant@ifbm.co.id
untuk meningkatkan performance website anda, kunjungi: www.konsultaninternetmarketing.com
bisnis waralaba-sumber daya manusia terlatih adalah aset bisnis kita
April 20, 2011
Bisnis waralaba kali kita membahas pentingnya sumber daya manusia yang terlatih karena dalam menjalankan bisnis waralaba banyak dari kita yang terfokus pada bagaimana cara pemasaran , bagaimana manajemen keuangannya dan aset aset perusahaan lain seperti tempat atau bangunan , produk yang kita jual dan mengabaikan pentingnya sumber daya manusia yang terlatih dan profesional , karena jalannya roda usaha kita tergantung sumber daya manusianya apapun strata pendidikannya sumber daya manusia adalah aset yang paling berharga bagi usaha waralaba kita
Bisnis kita akan baru meng
hasilkan jika dikelola atau dijalankan oleh sumber daya manusia yang terlatih dan profesional ,kita bisa bayangkan jika sumber daya manusia kita tidak terlatih dan profesional apakah bisnis kita bisa berjalan dengan baik..? tentunya kita hanya menunggu sampai kapan bisnis waralaba kita akan terus berjalan dan tidak hancur secara pelan-pelan dan pasti sebagai pemberi waralaba kita bertanggung jawab dalam menyediakan dan melatih sumber daya manusia yang terlatih dan profesional.
Banyak sekali para franchisee ( penerima waralaba ) yang sangat beruntung memiliki sumber daya maunsia yang terlatih dan profesional karena franchisor ( pemberi waralaba ) nya mau menyediakan atau melatih sumber daya manusia yang terampil dan profesional , mungkin mahalnya franchise fee tidak menjadi beban atau sebuah halangan andai kita sebagai franchisor selalu siap melatih sumber daya manusianya untuk calon franchisee kita
Selamat berbisnis franchise
Taufik Hidayat
International Franchise Business Management
Menara KADIN 30Fl.
Jl. HR Rasuna Said kav 2-3 Block X-5. Kuningan
Jakarta 12950. Indonesia
Tel. +62-21 5299-4547 (hunting)
Fax. +62-21 5299-4599
Email: franchiseconsultant@ifbm.co.id
untuk meningkatkan performance website anda, kunjungi: www.konsultaninternetmarketing.com
usaha waralaba makanan-langkah tepat menggaet pelanggan
March 30, 2011
Usaha waralaba makanan adalah peluang yang tidak akan pernah ada habisnya hampir disetiap sudut jalan ,pertokoan , mall atau perkantoran selalu ada yang menjalankan usaha makanan dan tidak dapat disangsikan lagi setiap dari kita pasti membutuhkan makanan dan dari pengamatan kami sebagai konsulta
n waralaba dominasi waralaba makanan tidak kurang dari 70 % menguasai seluruh perkembangan bisnis waralaba diIndonesia,hampir disetiap kegiatan pameran franchise dan peluang usaha dominasi peserta yang menjadi peserta pameran lebih banyak adalah usaha waralaba makanan.
Tingginya tingkat penjualan tidak lepas dari seberapa besar tingkat pembelian konsumen terhadap makanan yang kita sajikan dalam menjalankan usaha waralaba makanan banyak faktor yang mendukung antara lain tidak hanya merek atau brand yang besar saja maupun lokasi yang strategis yang memberiakn andil besar kesuksesan usaha waralaba makanan yang kita jalankan pelayan terhadap konsumen juga harus diperhatikan ada beberapa kiat atau tips yang perlu anda lakukan antara lain :
1.Memberikan pelayanan yang terbaik terhadap konsumen dengan senyuman dan keramahan
2.Selalu menjaga kebersihan baik pada makanan , tempat atau pun kerapihan pakaian yang dipakai staff pelayan kita maupun dapur tempat pengolahan produk yang kita sajikan
3.Menjaga mutu dan cita rasa disetiap produk makanan yang kita berikan kepada konsumen
4.Banyak melakukan inovasi pada makanan yang akan kita jual dan lihat perkembangan persaingan yang ada pada kompetitor kita
5.Memahami kebutuhan konsumen jika terjadi komplain carilah win-win solusi yang terbaik
6.Membantu konsumen dalam memilih produk yang kita jual dan tawarkan kelebihan dari produk kita
7.Membuat suasana menyenangkan sehingga konsumen merasa betah dan memotivasi untuk datang kembali
sebagai masukan dari kami bagi anda yang menjalankan usaha waralaba makanan mungkin bisa menjadi motivasi dan dorong kita dan perlu kita ingat keberhasilan dan besarnya bisnis kita tergantung berapa banyak konsumen yang datang ke gerai kita
Salam Franchise
Taufik Hidayat
info waralaba-pentingnya membuat sop waralaba
March 22, 2011
info waralaba minggu ini kita membahas bagaimana penting dan perlunya kita membuat SOP waralaba bagi bisnis waralaba yang kita jalankan , memang banyak dari kita yang menjalankan bisnis waralaba masih menganggap tidak terlalu penting dengan SOP waralaba dan terbukti banyak yang manajemen didalamnya berantakan dan tidak berjalan secara sistematis ,mereka masih mengandalkan cara kalau semua berjalan dengan apa adanya tanpa membuat kegiatan dan aktivitas usaha tertulis dan sistematis dan mengandalkan kalau karyawannya sudah dilatih dan trampil .
pada dasarnya SOP adalah panduan atau catatan segala aktivitas usaha yang dibuat secara tertulis dan sangat terperincian yang didokumentasikan hingga siapa saja dapat menjalankan aktivitas tersebut sesuai dengan bidang dan ketrampilan yang dimiliki , dengan SOP kita bisa menekan semaksimal mungkin kesalahan prosedur yang dilakukan oleh setiap karyawan di setiap unit usaha kita dan sebagai info waralaba dari kami dengan kita mendokumentasi segala aktivitas usaha kita ke dalam SOP maka masing masing individu dari unit usaha kita dapat mempertanggung jawabkan segala kesalahan yang di lakukannya karena semua aktivitasnya sudah berpedoman pada SOP yang telah di dokumentasikan
Salam franchise
Taufik Hidayat
Franchise Waralaba Indonesia – Cara Sukses Menjual Franchise Anda
October 27, 2010
Franchise waralaba Indonesia sudah berkembang pesat. Pertumbuhan ini tentu juga disertai dengan segala benefit dan permasalahannya. Rekan kami yang seorang pengusaha Franchise waralaba Indonesia ( Franchisor) terkenal mengeluhkan team-nya yang dirasa kurang efektif menjual franchise -nya ” Kita sudah berusaha maksimal mungkin dan melakukan kegiatan sangat heboh di pameran franchise besar, tetapi yang berhasil menjadi franchisee hanya kurang dari 1 % saja lalu muncul sebuah pertanyaan bagaimana cara menjual franchise yang efektif
Memang menurut data statistik prosentase pendapatan franchisee waralaba Indonesia (penerima waralaba) dari prospek yang masuk rata rata hanya 3 % hingga 8% tergantung nilai investasinya kecil sekali memang tetapi hal ini sangat cooperative dan menjiwai usaha yang kita tawarkan, bukan sekedar mencari orang yang mau membayar franchise fee saja
Menjual franchise bukan proses sekali jadi, buka stand di pameran atau satu kali pasang iklan dan langsung mendapat pembeli. Menjual franchise adalah merupakan rangkaian dari proses proses yang terkait , dimulai dari memperkenalkan usahanya , memperhatikan kualitasnya meningkatkan merek ( Brand ) nya, melakukan positioning, menetapkan target market investornya dan kemudian mempromosikan franchisenya . Jika Anda ingin mempromosikan usaha franchise Anda di pameran franchise, maka sudah harus mulai melakukan proses proses sebelumnya. Untuk tujuan ( Objektif ) di atas saya selalu mengingatkan bahwa dalam proses menjual hal terpenting adalah pemahaman target market , produk knowledge ,dan salesmanshipnya.
Kesuksesan menjual franchise waralaba di Indonesia sangat dipengaruhi oleh pemahaman target market investornya. Dari harga franchise fee dan nilai investasi bisnis kita , sudah dapat dipahami status ekonomi sosial ( SES ) dari calon franchisee kita dari jenis usaha franchise yang kita tawarkan , mungkin kita sudah dapat mempertajam gender calon franchisee kita , laki-laki atau perempuan .
Dari cara mengerjakan usaha franchise yang kita tawarkan , mungkin kita dapat mempertajam lagi dari tingkat pendidikan dari calon franchise kita . Jika kita uraikan lebih detail lagi , maka kita akan dapatka calon franchisee kita yang paling ideal ( tepat ) . makin tajam kita mengetahui siapa calon franchisee kita , maka akan makin mudah kita mempersiapkan cara menjualnya ; misalnya kita tahu dengan persis dimana (media apa) kita harus beriklan bagaimana desain dan kata-kata iklan yang harus kita kreasikan bagaimana cara team kita harus bertegur sapa dan berkomunikasi dengan calon tersebut dan lain sebagainya
Dengan proses yang semakin terarah ini , upaya kita menjual franchise waralaba di Indonesia akan lebih efisien dan bahkan lebih efektif dan juga tingkat kesuksesannya akan lebih meningkat.
Bulan November 2010 ini, kantor konsultan IFBM akan menyelenggarakan WorkShop 3 hari mengenai bagaimana memfranchisekan usaha anda , bagi anda para pengusaha yang ingin memfranchisekan usahanya perlu mengikuti program ini agar dapat dengan strategis mempersiapkan rencana penjualan franchisenya dengan efektif untuk informasi lengkapnya dapat menghubungi : Taufik dan Dyah di 021-93734500 atau di email kami: franchiseconsultant@ifbm.co.id
Waralaba Di Indonesia – Tips Sukses Bagi Franchisor
May 21, 2009
Waralaba di Indonesia memang merupakan bisnis yang terus naik daun, namun banyak juga yang melontarkan komentar yang bernada sumbang. Saya ingin menampilkan beberapa kasus yang datang kekantor konsultan franchise kami. Kasus-kasus waralaba di Indonesia cukup beragam, baik permasalahan dari franchisee maupun permasalahan dari franchisor. Mudah-mudahan tampilan ini dapat memberikan juga manfaat bagi pembaca yang mempunyai kasus serupa.
Kasus 1. Franchisor Membuka Usaha Merek Baru.
Dalam kwartal lalu, dua kali saya mendapatkan keluh kesah dari franchisee yang menceritakan bahwa franchisor dari usaha yang mereka beli ternyata meluncurkan merek baru diusaha sejenis sehingga mereka sebagai franchisee merasa tersaingi usahanya. Misalnya; Si A sudah membeli franchise minimarket merek “SUPER” dari franchisor XX, tetapi setelah beberapa waktu franchisor XX meluncurkan lagi franchise minimarket merek “HYPER” dengan produrk yang sejenis. Hal yang sangat disesalkan oleh para franchisee ini adalah, bahwa franchisor tersebut sama sekali tidak memberikan informasi mengenai rencananya untuk meluncurkan merek usaha baru yang sejenis tersebut. Baru setelah para franchisee protes, franchisor menjelaskan alasan dan rencana-rencananya.
Didalam kasus-kasus keberatan dari hubungan franchisee dan franchisor memang hal yang menjadi rujukan formal adalah Perjanjian Franchise yang telah disepakati bersama. Pada kasus seperti di atas, umumnya para franchisee tidak pernah menyadari sebelumnya bahwa ada kemungkinan seperti ini. Sehingga pada saat disodorkan draf perjanjian franchise, mereka hanya berkonsentrasi pada pembahasan di pasal-pasal perjanjian yang disodorkan tersebut, tanpa menyadari beberapa kemungkinan yang mungkin timbul dan dapat merugikan mereka diluar konsep perjanjian yang disodorkan tersebut.
Saya mencoba mengkomunikasikan dan mencari tahu apa yang menjadi latar belakang kegiatan franchisor tersebut meluncurkan merek usaha baru yang sejenis. Pada umumnya franchisor mengatakan bahwa mereka perlu terus berinovasi dan ‘menutup’ peluang pesaing yang akan masuk di-segmen tertentu yang mereka juga belum kuat. Para franchisor tersebut mengatakan merek baru yang mereka luncurkan tidak akan berkompetisi dan menjadi pesaing dari franchisee-franchisee mereka yang sudah ada. Merek baru mereka akan membidik segmentasi pasar yang berbeda. Tetapi tentu saja jawaban ini tidak akan memuaskan para franchiseenya yang sudah ada, sampai benar terbukti operasional usaha mereka tidak mengalami gangguan.
Dalam hal mengelola kegiatan waralaba di indonesia yang demikian, saya selalu memberikan himbauan kepada para franchisor untuk selalu memperhatikan kesuksesan para franchiseenya. Jika konsep franchisenya benar, semakin franchiseenya sukses maka franchisornya juga semakin sukses. Jadi, tidak sebaliknya, franchisornya mau lebih sukses dari franchiseenya, sementara keuntungan franchiseenya di’takar’ pas-pasan saja..
Dalam menjalankan sistem usaha franchise, para franchisor sebaiknya mempunyai pemikiran dan rencana-rencana yang jauh kedepan. Sehingga mereka mengetahui langkah-langkah strategis yang akan mereka lakukan dalam 5 tahun kedepan.
Dalam satu kasus, seorang franchisee begitu marahnya! Sehingga dia menghasut beberapa franchisee yang lain untuk menuntut franchisor. Tetapi franchisornya telah begitu yakin akan niat baiknya untuk membantu franchisee sehingga dia menghadapi para franchiseenya dan memberikan ‘garansi’ untuk memberikan support yang lebih demi suksesnya usaha para franchisee.
Satu franchisee yang sangat marah menuntut sendiri (diluar tuntuntan kolektif bersama franchisee yang lain) untuk dikembalikan seluruh uangnya, bahkan termasuk tempat yang sudah dia sewa. Sebagai franchisor yang bertanggung jawab dan yakin akan kesuksesan usahanya, dia mengambil alih outlet si franchisee dan bahkan mengganti uang sewa yang telah dibayarkan. Outlet si-franchisee itu sekarang dijalankan oleh franchisor, dan sebagai bukti dari strategi usahanya, outlet tersebut sekarang mempunyai kinerja yang jauh lebih menguntungkan dari masa sebelumnya. Setelah outlet tersebut sukses, ditawarkannya kembali untuk dimiliki dan dijalankan oleh franchisee.
Sekalipun satu kasus di atas dapat diatasi dengan baik, tetapi sebaiknya tidak perlu kita mengalami situasi yang seperti itu. Kepada para calon franchisee, saya selalu menyarankan untuk selalu bertanya dan mencari informasi yang selengkap-lengkapnya terlebih dahulu. Tanyakan kepada para franchisee yang telah membeli franchise sebelumnya, atau bisa juga bertanya kepada konsultan kan…
Kasus 2. Menjual Franchise di event Pameran.
Seorang calon pembeli waralaba di Indonesia menyampaikan kegusarannya kepada saya setelah mengunjungi kegiatan Pameran Franchise. “Para peserta pameran franchise itu penipu semua..!!” katanya kepada saya, yang tentu saja membuat saya terkejut juga (apalagi perusahaan konsultan franchise kami menjadi salah satu pendukung acara pameran tersebut..).
Setelah saya coba menanyakan permasalahannya, dia menceritakan bahwa pada pameran tersebut setelah dia mendengarkan penawaran dari salah satu peserta dan tertarik, dia diminta untuk memberikan uang muka sebagai keseriusan calon pembeli franchise. Tetapi proses selanjutnya setelah pameran, dia melihat banyak hal yang tidak memberikan keyakinan dari proses yang dilakukan oleh franchisor; misalnya, franchisor tidak mempunyai organisasi yang baik untuk mempersiapkan bisnis franchisee, tidak ada program training yang jelas, perhitungan investasinya selalu berubah-ubah, dan bahkan kelihatan tidak mempunyai standar untuk memberikan evaluasi lokasi. Saat dia mengajukan untuk mengundurkan diri, tidak diperkenankan untuk meminta kembali uang muka yang telah diberikan.
Saya melihat beberapa para franchisor yang mengikuti pameran untuk ‘berhitung’ secepatnya mengganti ongkos pameran dengan berusaha mengambil uang muka sebanyak-banyaknya. Ukuran sukesnya pameran adalah dengan mendapatkan uang muka.
Banyak juga franchisor yang pada saat pameran lebih sibuk menampilkan keunggulan operasional usahanya. Kepada para klien, saya selalu menyarankan untuk lebih menampilkan support yang diberikan kepada para franchisee, sebagai presentasinya di pameran. Mereka tidak saya sarankan untuk segera ‘deal’ dengan para prospek di pameran, tetapi lebih mencari data-data yang memberikan potensi bagi usaha franchise yang ditawarkan, misalnya: lokasi yang dimiliki para prospek, atau network pasar yang dimiliki para prospek tersebut.
Saran ini selalu saya sampaikan kepada para klien, karena hal yang terpenting menjual franchise adalah mendapat franchisee yang cooperative, tidak semata-mata mereka mau beli waralaba kita, tetapi mendapatkan mitra franchisee yang cocok untuk periode minimal 5 tahun.
Sekarang coba kita perhatikan para peserta pameran franchise yang ada, berapa banyak yang menampilkan supportnya pada franchisee sebagai bahan presentasinya?
Usaha Waralaba – Tips Untuk Calon Franchisor
May 21, 2009
Usaha waralaba memang sangat menggiurkan bagi para pemilik bisnis. Banyak sekali para pemilik bisnis yang ingin cepat-cepat mewaralabakan bisnisnya. Pada prinsipnya jika Anda ingin mewaralabakan usaha yang telah Anda jalankan dengan sukses adalah, inilah etika bisnisnya:
1. Anda telah menjadi ahli betul (mastery) dalam bidang usaha tersebut.
Benar-benar ahli sehingga kita tahu betul seluk-beluknya dan setiap detail dari usaha tersebut. Mulai dari perijinan usahanya, cara merekrut gurunya, menjalankan metoda pengajarannya, mengelola keuangannya, memasarkan jasanya, memilih tempat usahanya, meningkatkan penjualannya, mengatasi masalah-masalahnya, memprediksi tren usahanya, dan lain sebagainya.
2. Keahlian akan membuat Anda mampu menduplikasikan bisnis Anda ke calon franchisee
Dengan kita betul-betul menjadi ahli, maka kita akan dapat mengajarkan kepada orang lain untuk membuka usaha waralaba ini dengan sukses. Jadi, jika kita belum merasa menjadi ahli betul untuk mengajari orang lain membuka usaha tersebut, maka sebaiknya kita tunda dulu menjadi franchisor.
Usaha waralaba yang Anda akan tawarkan sebaiknya telah Anda kuasai dengan baik dan sudah terbukti berhasil. Ini adalah konsep awal kita untuk menjadi franchisor. Memberikan cara yang tepat kepada orang lain untuk membuka usaha seperti kita dengan sukses. Untuk imbal jasa dari apa yang kita berikan (termasuk penggunaan merek dan sistem/metoda) maka kita berhak mendapatkan kontribusi fee yang bisa ditarik dalam bentuk Franchise Fee maupun bagi hasil operasional (royalty fee).
Format Perjanjian Franchise penjelasannya akan sangat panjang lebar karena tentunya sudah menyangkut seluruh aspek sistem franchise. Tetapi prinsip kerjasama dengan franchisee tentu saja akan mengikuti dari konsep kerja di atas, yaitu: bahwa franchisee akan kita berikan petunjuk untuk membuka usahanya, dan dia sebagai franchisee harus mengikuti petunjuk yang kita berikan dengan disiplin. Atas kerjasama tersebut akan ada imbal balik yang kita tetapkan baik untuk franchise fee maupun royalty fee dan juga biaya-biaya atau ketentuan lain.
Ada hal-hal lain yang perlu dicantumkan menyangkut hal yang layak diperjanjikan pada perjanjian franchise, seperti masalah teritori, pengalihan hak franchise, dan lainnya. Untuk itu sebaik Anda bisa mengikuti workshop untuk mempersiapkan usaha franchise ini yang rutin diadakan oleh kantor konsultan IFBM di Surabaya dan Jakarta bekerjasama dengan majalah Info Franchise Indonesia.
Usaha waralaba yang berhasil adalah impian bagi semua calon franchisor. Pastikan usaha yang anda tawarkan memenuhi kriteria-kriteria yang disebutkan diatas.
Selamat ber-franchise ria!




