Bisnis Waralaba- Menentukan dan memilih Franchise

December 20, 2010

Bisnis Waralaba -  Dalam setiap seminar bulanan kami dengan topik ” Kiat Sukses Membeli Franchise ” selalu ramai di kunjungi peserta  bahkan kami terpaksa menolak beberapa peserta yang tidak dapat tempat karena keterbatasan ruang yang hanya memuat 150 orang saja. Banyak dari peserta yang antusias ingin membeli bisnis franchise kemudian memulai bisnis waralaba dan selalu memberikan pertanyaan kepada kami ” franchise apa yang bagus..? ” dan pertanyaan ini hampir disetiap kegiatan franchise baik diseminar maupun pameran franchise yng setiap tahun diadakan selalu pertanyaan” saya mau beli franchise ..? franchise apa yang bagus.?” dari pengalaman kami sebagai konsultan franchise biasanya alasan beberapa orang yang ingin memebeli franchise karena ingin memanfaatkan Ruko( Rumah Toko )yang kosong atau memiliki uang yang belum tahu untuk dipergunakan buat apa

Kami sebagai konsultan franchise selalu memberikan saran agar sebelum membeli franchise dan memulai bisnis waralaba,  tentukan dulu minat usahanya sebaiknya memang sesuai dengan hobbynya kemudian sesuaikan atau evaluasi ulang dengan fasilitas dan potensi yang sudah dimiliki misalnya apakah ruko yang dimiliki cocok dengan bidang usaha tersebut atau apakah modalnya sudah cukup memadai

Untuk mengevaluasi  apakah bisnis waralaba tertentu bagus atau tidak , Tentunya kita perlu melihat reputasi dari penjual bisnis waralaba (Franchisor) dan mencocokan apa yang mereka berikan dengan hal yang kita butuhkan. Mencari tahu reputasi franchisor antara lain adalah dengan mlihat berapa banyak sudah jumlah franchisee yang mereka miliki , berapa banyak jumlah franchisee yang puas  dan menerima keuntungan akan mencerminkan pula franchisornya

Bisnis Franchise – Perencanaan Bisnis Franchise

November 5, 2010

Bisnis Franchise, seperti bisnis lainnya,  selalu menemui banyak ketidakpastian. Begitupula untuk bisnis franchise meskipun bisnis franchise memiliki tingkat kesuksesan yang lebih tinggi dibandingkan dengan memulai bisnis non franchise, bisnis franchise tidak sepenuhnya bisa bebas dari resiko atau masalah sebab itu ketika ingin memulai suatu bisnis maka sudah seharusnya membuat draft perencanaan terlebih dahulu secara tepat yang berguna sebagai petunjuk untuk operasionalnya .

Untuk diketahui ,perencanaan bisnis biasa dengan perencanaan bisnis franchise sangatlah berbeda, dalam perencanaan bisnis franchise ada dua pihak yang terlibat, yang pertama  adalah calon franchisor yang akan memfranchisekan  bisnisnya lalu yang kedua adalah seputar franchisee yang akan membuka bisnis franchise

Kita bahas hal pertama yakni calon franchisor yang akan mem-franchise-kan bisnisnya misalkan ; ada seseorang punya beberapa bisnis dengan merk terkenal tiba-tiba dia berencana  ingin memperbanyak cabang dengan pola franchise , padahal dia tidak mempunyai persiapan franchise alhasil pada waktu mulai operasional pasti akan mendapat banyak problem baik yang dialami dia sendiri maupun franchiseenya.

Ada cerita seseorang yang ingin memfranchisekan bisnisnya saya tanya sama dia”Kenapa kok tiba-tiba binisnya  difranchisekan padahalkan sebelumnya belum ada rencana ” dia menjawab ” Sebenarnya saya mem-franchise-kan bisnis ini lantaran sudah banyak yang minta  lebih dari itu buka cabangkan investasinya banyak kenapa saya tidak lepas saja franchisenya. Terus saya tanya lagi ” tetapi kenapa kok akhirnya Anda sekarang merasa masalahnya lebih banyak, padahal sebetulnya alasannya Anda memfranchisekan bisnis hanya untuk menghilangkan masalah investasi dan masalah agar karyawan tidak tambah banyak ? ” jawab dia ” saya pikir kalau bikin franchise atau saya lepas franchise sama saja seperti buka outlet sendiri,hanya saja sekarang saya buka untuk orang dan nanti orang yang akan running bisnisnya”

Setelah berjalan ternyata situasinya berbeda 100% kenyataan ada tuntutan lain ditempat franchisor. Apalagi bila yang dibeli adalah merek terkenal biasanya dalam diri franchisee sudah terbentuk pola pikir pertama akan ada jaminan pasti untung, kedua karena membeli bisnis berarti tinggal running saja, semua sudah dipersiapkan franchisor.

Situasi tersebut kerap terjadi dalam bisnis franchise karena franchisor tidak mempersiapkan banyak hal ketika ingin mempersiapkan banyak hal ketika ingin memfranchisekan bisnisnya, yang pertama franchisor kerap berpikir bahwa ini bisnisnya franchisee, jadi tidak harus lihat seperti melihat atau memperhatikan outletnya sendiri, banyak terjadi” inikan outletnya franchisee….” jadi saya tidak harus memperhatikannya. Akibatnya terjadi perbedaan perbedaan perlakuan internal franchisor  contohnya dulu selama dia kirim barang dagangannya kepada outlet atau kepada tokonya itu sifatnya men-delivery, tapi sekarang dia kirim barang ketoko franchisee sifatnya jualan. kedua franchisor tidak bisa membuat franchisee berdedikasi loyal atau tekun menjalankan bisnisnya tidak sama seperti kalau dia menyuruh managernya atau kepala tokonya akibatnya franchiseen menjadi tidak paham betul akan bisnisnya sehingga keuanganya pun  menjadi tidak tertib ini adalah situsi atau fenomena yang terjadi pada saat seseorang mau memfranchisekan bisnisnya tetapi tidak punya rencana yang matang.

Lalu apa yang harus dilakukan seorang calon franchisor? Konsultasikan rencana Anda dengan seorang konsultan yang sudah paham seluk beluk bisnis franchise.

Franchise Waralaba Indonesia – Cara Sukses Menjual Franchise Anda

October 27, 2010

Franchise waralaba Indonesia sudah berkembang pesat. Pertumbuhan ini tentu juga disertai dengan segala benefit dan permasalahannya. Rekan kami yang seorang pengusaha Franchise waralaba Indonesia ( Franchisor) terkenal mengeluhkan team-nya yang dirasa kurang efektif menjual  franchise -nya  ” Kita sudah berusaha maksimal  mungkin dan melakukan kegiatan sangat heboh di pameran franchise besar, tetapi yang berhasil menjadi franchisee hanya kurang dari 1 % saja lalu muncul sebuah pertanyaan bagaimana cara menjual franchise yang efektif

Memang menurut data statistik prosentase pendapatan franchisee waralaba Indonesia (penerima waralaba) dari prospek yang masuk rata rata hanya 3 % hingga 8% tergantung nilai investasinya  kecil sekali memang tetapi hal ini sangat cooperative dan menjiwai usaha yang kita tawarkan, bukan sekedar mencari orang yang mau membayar franchise fee saja

Menjual franchise bukan proses sekali jadi, buka stand di pameran atau satu kali pasang iklan dan langsung mendapat pembeli. Menjual franchise adalah merupakan rangkaian dari proses proses yang terkait , dimulai dari memperkenalkan usahanya , memperhatikan kualitasnya meningkatkan merek ( Brand ) nya, melakukan positioning, menetapkan target market investornya dan kemudian mempromosikan franchisenya . Jika Anda ingin mempromosikan usaha franchise Anda di pameran franchise, maka  sudah harus mulai melakukan proses proses sebelumnya. Untuk tujuan ( Objektif ) di atas saya selalu mengingatkan bahwa dalam proses menjual hal terpenting adalah pemahaman target market , produk knowledge ,dan salesmanshipnya.

Kesuksesan menjual franchise waralaba di Indonesia sangat dipengaruhi oleh pemahaman target market investornya. Dari harga franchise fee dan nilai investasi bisnis kita , sudah dapat dipahami status ekonomi sosial  ( SES ) dari calon franchisee kita dari jenis usaha franchise yang kita tawarkan , mungkin kita sudah dapat mempertajam gender calon franchisee kita , laki-laki atau perempuan .

Dari cara mengerjakan usaha franchise yang kita tawarkan ,  mungkin kita dapat mempertajam lagi dari tingkat pendidikan dari calon franchise kita . Jika kita uraikan lebih detail lagi , maka kita akan dapatka calon franchisee kita yang paling ideal ( tepat ) . makin tajam kita mengetahui siapa calon franchisee kita , maka akan makin mudah kita mempersiapkan cara menjualnya ; misalnya kita tahu dengan persis dimana  (media apa) kita harus beriklan  bagaimana desain dan kata-kata iklan yang harus kita kreasikan  bagaimana cara team kita harus bertegur sapa dan berkomunikasi dengan calon tersebut dan lain sebagainya

Dengan proses yang semakin terarah ini , upaya kita menjual franchise waralaba di Indonesia akan lebih efisien dan bahkan lebih efektif dan juga tingkat kesuksesannya akan lebih meningkat.

Bulan November 2010 ini,  kantor konsultan IFBM akan menyelenggarakan  WorkShop 3 hari mengenai bagaimana memfranchisekan usaha anda , bagi anda para pengusaha yang ingin memfranchisekan usahanya perlu mengikuti program ini agar dapat dengan strategis mempersiapkan rencana penjualan franchisenya dengan efektif   untuk informasi lengkapnya dapat menghubungi : Taufik dan Dyah di 021-93734500 atau di email kami: franchiseconsultant@ifbm.co.id

Peluang Usaha Waralaba – Langkah Jitu Menghadapi Persaingan Usaha

October 8, 2010

Peluang usaha waralaba dalam beberapa dekade belakang ini  menjadi bisnis yang sangat diminati beberapa orang, hampir disetiap pameran franchise yang diadakan baik yang di Jakarta maupun beberapa daerah selalu ramai dikunjungi dan disetiap pameran juga hampir selalu di jumpai beberapa peserta pameran yang baru mulai dari makanan, jasa pendidikan ,otomotif maupun jasa laundry.

Boomingnya  usaha franchise menarik orang untuk menjajal keberuntungan hal ini diterlepas dari banyaknya franchisor maupun franchisee yang mendulang sukses besar bisnis ini  bahkan ada dari pelaku bisnis franchise yang mendapatkan award baik dari dalam negeri maupun luar negeri sehingga banyak pelaku bisnis pemula yang mengikuti jejak pendahulunya dengan membuka produk yang sama namun walaupun sama tidak semua bisa meraih kesuksesan yang sama dengan pendahulunya hal ini tidak lepas dari beberapa kiat yang mereka miliki antara lain langkah jitu yang pertama adalah Inovasi yang tiada hentinya baik pada produknya maupun cara penyajiannya hingga gerai penjualannya.

Langkah jitu kedua dalam Peluang Usaha Waralaba adalah melakukan Ekspansi baik melakukan Re-branding , yaitu melakukan penyegaran pada merk atau brand yang telah ada  atau re-fresh pada  counter/ booth atau gerai  yang telah lama mungkin bisa juga mengganti tampilan logo atau maskot pada gerai kita.

Langkah ketiga  adalah mengeluarkan produk atau brand baru dari yang telah ada dengan produk sejenis atau mungkin  berbeda sehingga menghilangkan kesan membosankan biasanya orang akan terkesan pada produk ataupun brand baru.

Franchise Indomaret – Yomart, Alfamart, Atau Buka Minimarket Sendiri?

September 24, 2010

Franchise Indomaret dan Yomart, Alfamart adalah pilihan franchise yang sangat difavoritkan bagi mereka yang ingin membeli franchise. Sebelum Anda memutuskan membeli franchise Indomaret, Yomart,  Alfamart, atau franchise minimarket lainnya, sebaiknya pelajari dulu apa yang paling cocok untuk Anda, karena semua franchise minimarket sebenarnya baik dan bisa dapat sangat menguntungkan.

Seorang bapak , pegawai negeri yang ingin memanfaatkan bangunan yang belum terpakai, mencoba membuka usaha franchise Mini market . Daerah usaha tidak buruk didaerah perumahan baru dan cukup strategis . Pada mulanya mengambil pilihan sistem kerjasama dengan franchisor dalam bentuk bagi hasil. Kebetulan pilihan bentuk kerjasama dari franchisor ada dua macam , yang pertama dalam bentuk bagi hasil, dimana pengelolaan toko ditangani oleh franchisor. Sistem kerjasama yang kedua adalah membayar royalti dimana pengelolan toko dilaksanakan oleh franchisee sendiri

Pada saat tokonya dikelola oleh pihak franchisor dengan sistem bagi hasil,  sang bapak sebagai franchisee mencoba memantau pengelolaan yang dilakukan oleh franchisor, walaupun setiap bulannya dia mendapatkan keuntungan bagi hasil. Dia merasa dengan pasar yang sudah cukup tersedia ( Captive )  dilingkungan perumahan itu.  Pendapatan yang diterimanya terlalu sedikit karena dibagi dengan franchisor.  Dia berpikir  ” kalau pasarnya sudah pasti begini , kenapa harus berbagi dengan franchisor ” sehingga dia mengajukan usulan untuk mengelola tokonya sendiri dengan bantuan istri dan saudaranya sendiri.  “Seharusnya saya saya bisa menjalankan toko lebih baik ” begitu bayangannya .

Setelah tokonya dikelola sendiri, dia sering meninggalkan kantor untuk memantau tokonya yangb ditunggui istrinya , maklum saja anaknya masih kecil  sehingga istrinya terkadang kurang bisa  banyak waktu untuk selalu di toko. Mula -mula , sang bapak sangat antusias dan bersemangat, apalagi sekarang seluruh keuntungan usahanya tidak dibagi lagi dengan franchisor. Dalam waktu yang tidak lama dia merasa sibuk  dikantor sulit konsentrasi, setelah pulang mencoba mengawasi toko, bahkan sabtu dan minggu dia bekerja di toko

Dalam mengelola dia mencoba mengejar dan menaikan omset penjualannya dengan pengarahan dari franchisor , mengkombinasikan penjualan barang sudah beberapa kali tidak diperhatikan. Penjualan sekarang meningkat tetapi keuntungan menjadi lebih kecil ini bisa terjadi karena dia hanya berkosentrasi menjual barang cepat laku tetapi marginnya kecil sedangkan ongkos operasionalnya juga menjadi lebih tinggi karena dia melakukan banyak kegiatan promosi dan investasi baru

Saat keuntungan sudah semakin kecil, dia mencoba meminta bantuan franchisor. Sebenarnya dia lebih menyalahkan franchisor dengan mencari hal-hal lalai yang dilakukan franchisor. Pendek kata akhirnya dia marah dan mencoba membuka sendiri toko tanpa merk franchisor , namun sesuai peraturan tidak dijinkan. Karena dia pegawai pemerintahan dan lebih galak maka franchisor membiarkan saja dia membuka tokonya sendiri setelah putus hubungan franchise.

Saat tokonya dibuka dan dijalankan sendiri tanpa merk franchisor, sang bapak menjadi jauh lebih repot lagi, sekarang dia harus belanja kulakan ke pasar induk. Dulu barang dagangnya dikirim oleh franchisor ,tetapi sekarang dia harus belanja sendiri. Dulu dia diberi tenggang waktu pembayaran selama seminggu sekarang dia harus membayar tunai saat kulakan belum lagi repotnya soal angkutan.  Apa yang terjadi pada akhirnya ? Ribet !! Tidak untung lagi dan semakin berantakan

Fenomena seperti diatas sering terjadi pada beberapa franchisee dibidang Mini Market kadang orang berfikir bahwa menjalankan toko itu mudah tetapi saya perlu ingatkan bahwa kita berbisnis barang barang komoditas yang bermargin tipis

Pengelolaannya harus sangat tertib.sistemnya harus efisien dan cara menjualnya harus sangat efektif. Dengan kita membeli franchise Mini market, seperti Franchise Indomart, Yomart, Alfamart atau franchise lainnya,  seharusnya kita mempertimbangkan beberapa hal yang akan di dukung oleh franchisornya seperti :  dibantu mengevaluasi lokasi saat sebelum membuka toko. Selain itu Anda dibantu membuat denah ( lay Out ) toko, serta membeli peralatan-peralatannya sangat penting untuk merencanakan menaruh barang dagangan yang bisa memotivasi penjualan. Anda juga  dibantu dengan suplai barang yang terjamin seharusnya barang bisa tersedia tepat waktu jangan sampai kekosongan barang di toko harganya pun kompetitif karena franchisor membeli barangnya dengan jumlah banyak untuk seluruh jaringannya, mungkin juga kita akan memberikan penundaan pembayaran barang ( Term Of Payment ) ini sangat membantu cash flow operasional usaha kita.

Dengan tergabung pada jaringan ritel besar seperti franchise Indomaret, Alfamart, Circle K, maka upaya promosi menjadi lebih efisien adanya sistem penjualan dan operasional lainnya yang membuat operasional menjadi lebih terkontrol. Jika akan membuka usaha Mini market sendiri, akan sangat sulit bersaing dengan jaringan franchise Mini market yang sudah berkemban, tetapi untuk bergabung dengan franchise Mini market ,perlu juga kita evaluasi apakah mereka memberikan dukungan sperti butir-butir diatas .bila tidak ? pilih yang lain……

Selamat membuka franchise Mini market

untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai franchise, silahkan kirim email ke franchiseconsultant@ifbm.co.id 

 

Baca juga langkah-langkah membangun bisnis ritel seperti Alfamart dan Indomaret

 

Salam Franchise,

 

 

Taufik Hidayat 
International Franchise Business Management
 Menara Kadin Indonesia
Jl.HR Rasuna Said Kuningan Blok X – 5 Kav 2-3
Jakarta

 

Franchise Murah atau Franchise Yang Menguntungkan?

September 21, 2010

Franchise murah dan bagus ? Seringkali beberapa peserta seminar yang selalu kami selenggarakan bercerita bahwa mereka berusaha atau bahkan sudah mengambil pensiun dini, dan mendapatkan pesangon yang cukup banyak atau golden shake hand  dan ingin membeli franchise untuk membuka usaha dan pertanyaan populer yang sering mereka ajukan adalah “ Franchise murah apa ya yang  bagus ?

Mengapa ingin membuka usaha atau memulai berbisnis setelah pensiun ? Jawabannya mungkin bermacam-macam , antara lain ” Habis ,tidak tahu lagi berbuat apa  ? ” atau kalau di depositokan bunganya terlalu kecil…???

Kata Robert T.Kiyosaki untuk menjadi kaya kita harus pindah kwadrat dan sebagainya. Perlu dipahami selama itu , kebiasaan dan kepekaan kita adalah bekerja, menuruti perintah, menjalankan peraturan dan mengabdi pada perusahaan  dan sebagai imbalan kita mendapatkan gaji dan bonus. Orientasi kita adalah mencari security ( jaminan keamanan ) tidak berminat untuk mengambil resiko hal ini berbeda dengan seorang pengusaha sejati yang alamnya adalah dunia usaha selalu mencari peluang atau Oppurtunity bahkan ekstrimnya bila situasi belum ada aturannya mak itu adalah peluang baginya.

Berbisnis pasti juga mempunyai kiat-kiat dan tekniknya serta cara bagaimana harus dipahami. Bila semula sebagai pegawai kerja dan ingin menjadi pengusaha kita harus mempelajari kiat-kiatnya dan mental harus di rubah bahkan mungkin harus tekun dan pandai membaca proyeksi kedepan dan tahan banting dan peka pada Oppurtunity

Bisnis apa yang akan kita buka atau kita beli, menurut pendapat kami sebaiknya memilih jenis usaha yang sesuai dengan minat untuk jangka panjang akan lebih baik lagi yang sesuai dengan  hobi dan cita-cita kita, jangan memfokuskan diri kepada mencari “franchise murah” saja.

Dalam berbisnis kita wajib punya Visi  usaha dan dari sekarang kita harus mempunyai pandangan bagaimana perusahaan kita nanti 30 tahun mendatang jika kami ditanya  tentang bisnis apa yang bagus maka 60 % jawabannya adalah terdapat pada cara dan keseriusannya menjalankannya mungkin secara industri kita bisa melihat perkembangan jenis bismis yang tumbuh pesat seperti : di sektor jasa, pendidikan ,makanan dan lainnya namun kita harus melihat kecocokannya sesuai minat kita jika tidak di khawatirkan putus semangat ditengah jalan.

Mengenai investasi , seperti cerita teman kami banyak orang yang mencari bisnis yang bermodal kecil, salah seorang rekan membeli bisnis dengan modal Rp 6 juta setiap bulan mendapat keuntungan bersih Rp 300 Ribu bahkan lebih tetapi karena dulu dia berpenghasilan Rp 5 juta perbulan maka keuntungan seperti itu tidak cukup berarti baginya sehingga pada akhirnya gelisah dan mencari pekerjaan yang berpenghasilan tidak kurang dari Rp 5 juta sehingga konsentrasinya pada usahanya mulai berkurang dan akhirnya bisnisnya terlantar….

Jika kita melihat bisnis yang dibukanya, apakah bisnis itu bagus maka jawabannya bisnis itu sangat bagus sekali karena dengan modal Rp 6 juta bisa mendapatkan keuntungan Rp 300 ribu bahkan lebih tidak ada deposito bank yang bisa memberikan bunga sebesar itu  , bisnisnya sebenarnya bagus tetapi hasilnya belum bisa mencukupi buat kebutuhan hidupnya dan hal itu perlu diperhitungkan. menurut kami kaji dahulu income yang akan didapat dari usaha yang akan kita buka , membuka bisnis denga modal kecil biasanya hasilnya pun tidak terlalu besar dan biasanya tingkat keseriusannya pada usaha kecil tidak sebesar jika dibandingkan dengan  membuka usaha dengan modal yang cukup besar.

Franchise murah atau franchise yang menguntungkan, semuanya tergantung kepada apa yang Anda mau.

Franchise Bisnis – Kriteria Usaha Franchise

June 7, 2010

Franchise bisnis di Indonesia sudah sangat diminati oleh berbagai kalangan. Salah seorang calon peminat franchise bisnis atau franchisee yang sedang memilih-milih usaha franchise untuk dibeli menanyakan kepada saya :” seperti apa sih sebenarnya franchise yang benar itu?…” mengapa saya ditawari usaha franchise tetapi systemnya berbeda-beda antara usaha franchise yang satu dengan usaha franchise yang lain?”pertanyaan yang selalu muncul didalam hati, kenapa ya kok beda -beda?

Franchise bisnis atau franchising pada dasarnya adalah salah satu system pemasaran dengan memberikan kesempatan kepada pelaku duplikat usaha untuk menjalankan usahanya secara mandiri . Kemandiriannya terutama pada kepemilikan unit  ( badan) usaha dan harta usahanya ( seperti barang dagangan,uang hasil penjualan,dsb). Dengan demikian, cukup mudah untuk mengindentifikasi system franchise. Jika ada usaha franchise dengan konsep bahwa unit usaha atau harga usahanya dimiliki oleh franchisor, maka tentunya ( secara mendasar ) ini bukan sistem franchise.  Sedangkan operasional usahanya tentu ditetapkan oleh franchisor ( pemberi/ penjual franchise ) misalnya bagaimana cara mengelola keuangan,mengelola barang dagangan,melakukan cara pembayaran dan sebagainya.

Dari kegiatan kami melakukan konsultasi franchise bisnis, mengikuti berbagai konfrensi dan mendiskusikan beberapa literatur , kami menarik kesimpulan mengenai ciri usaha franchise yang ada di Indonesia :

1. Memberikan kesempatan mandiri; apakah franchisor memberikan kesempatan mandiri kepada franchiseenya ? bila jelas kemandiriannya maka ada kemungkinan itu adalah system franchise

2. Berhak menggunakan nama dan jaringan pada umumnya franchisor akan memberikan  beberapa hak kepada hak kepada franchiseenya terutama sekali adalah Nama Usaha merupakan salah satu tujuanm dan kekuatan sistem franchiseyang dipilih oleh franchisor untuk diterapkan Kesempatan menggunakan jaringannya adalah kesempatan yang diberikan oleh franchisor kepada franchiseenya untuk memanfaatkan suplier,relasi,fasilitas dan lain sebagainya umtuk menunjang suksesnya usaha franchisee

3.Mendapatkan dukungan pemasaran yang berkesinambungan, franchising  adalah sistem pemasaran yang tentunya harus melakukan aktifitas pemasarannya secara dinamis,mengapa kita tidak membuka sendiri saja usaha kita ? karena dengan sistem franchise kita tidak paham mengenai marketing akan mendapatkan bimbingan dan dukungan. kami melihat pada pelaksanaannya system franchise mempunyai komitmen untuk melakukan dukungan pemasaran berkesinambungan.

4.Dilandasi dengan perjanjian ; berbeda dengan peluang usaha ( business oppurtunity ), franchise bisnis menuntut  kerjasama  yang berkesinambungan . Pemahaman atas system usaha yang dilaksanakan kedua belah pihak  masing-masing pihak ( franchisor dan franchisee ) mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk mensukseskan usaha dengan nama yang sama . maka dengan situasi diatas  kerjasama ini perlu dilandasi dengan perjanjian di Indonesia perjanjian wajib tertulis  ( bukan hanya dengan lisan ) Saat ini pemerintah sudah mulai melihat pentingnya Kriteria yang khusus menetapkan bahwa suatu usaha dapat dikatakan menggunakan system franchise , Kriteria itu meliputi:

a.Memiliki ciri khas usaha

b.Terbukti sudah memberikan keuntungan

c.Memiliki Standar atas pelayanan dan barang  dan jasa yang di tawarkan       yang dibuat secara tertulis

d.Mudah diajakan dan di aplikasikan

e. Adanya dukungan yang berkesinambungan

f.  Hak Kekayaan Intelektual  yang terdaftar

Certified Franchise Program

February 5, 2010

Pemerintah Indonesia telah menetapkan  standarisasi bagi dunia usaha franchise di tanah air, hal ini perlu ditindak lanjuti dengan presepsi dan implimentasi  yang standart pula bagi para praktisinya  untuk presepsi dan pemahaman yang standart memerlukan bench mark ( tolok ukur ) yang akan lebih baik jika diurutkan secara sistematik dan bertahap dan  gagasan untuk bench mark  tersebut adalah pelatihan yang standart bagi profesional pelaku usaha franchise dan sebagai puncak dari gagasan dimaksud adalah menjadi   Standarisasi bagi profesional diusaha franchise di Indonesia memiliki sertifikasi franchise  Indonesia   ( Certified Franchise Indonesia )

Untuk itu kantor konsultan franchise IFBM menyelenggarakan pelatihan sertifikasi franchise Indonesia, Tujuan pelatihan ini akan memberikann pemahan yang standart untuk mengelola usaha franchise di Indonesia bagi para profesional yang menjalankannya usaha franchisenya

pada pelaksanaan program certified franchise program yang  pertama kami perkenalkan telah sukses dan ditanggapi dengan sangat antusias oleh para profesional  pelaku usaha franchise dan untuk memenuhi permintaan dari rekan rekan yang telah mengikuti  Modul yang pertama  dan memberikan kesempatan kepada rekan rekan yang belum mengikuti program certified franchise yang pertama maka kami akan menyelenggaraka kembali Program Certified Franchise untuk  modul 1 dan modul 2 untuk lanjutan yang telah mengikuti modul 1

Untuk itu kantor kami akan mengadakan Program Certified Franchise pada

Tanggal : 12 February 2010 untuk  modul 1

Tanggal  : 13 February 2010  untuk modul 2

Tempat   : Estubizi  Setiabudi Building 2  Jl.HR.Rasuna Said Kuningan  Jakarta

Untuk informasi biaya dan pendaftaran dapat menghubungi :

Taufik Hidayat  (021-93734500) atau  diemail kami: franchiseconsultant@ifbm.co.id