Beli Franchise – Tapi Bisnis Rugi
December 31, 2009
Beli Franchise? Kedengarannya pasti untung bukan? Seorang pengusaha pembeli franchise (franchisee) yang baru saja beli franchise makanan mengeluh ,bahwa usahanya franchise tiap bulan ke bulan tidak menguntungkan dan selalu merugi , Seharusnya usaha makanan mempunyai margin 40% ,tapi perhitungannya selalu tidak menguntungkan alias merugi.
Pertama memang harus ditegaskan bahwa beli franchise tidak ada jamin bahwa akan selalu untung . Franchisee harus mempertanggung jawabkan sendiri pengelolaan bisnisnya artinya franchisee harus punya komitmen dan yang lebih penting lagi harus mempunyai kemampuan mengelola bisnis ,me-record keuangan ,mengelola pengeluaran ,mengontrol karyawan dan lain sebagainya.
Dalam banyak kasus biasanya si-franchisee kurang memahami cara-cara administrasi pengelolaan bisnis .mungkin saja dia melakukan kesalahan dalam posting akunting yang membuat laporan keuangannya menjadi rugi atau ada beberapa penarikan uang atau penempatan modal yang tidak sempat tercatat . Banyak kemungkinan yang bisa terrjadi Disisi lain hal yang tidak kalah pentingnya adalah peran franchisor untuk membantu franchisee-nya . Dan dalam kasus seperti itu kita akan melihat perilaku franchisor yang sebenarnya apakah si franchisor hanya akan mementingkan keuntungan sendiri , atau benar mempunyai komitmen sukses bisnisnya dan juga bisnis franchisee franchisee- nya
Franchisor yang profesional akan membantu sekuat tenaga untuk membuat franchisee-nya untung . Dalam kasus diatas seyogyanya franchisor membantu memonitor , mengoreksi dan memberikan pengarahan kinerja franchisee.
Sekali lagi kita amati apakah franchisor kita memungut margin yang terlalu banyak dari barang dagangan yang disuplai ke franchisee -nya ? apakah franchisor mempunyai team memadai untuk melakukan support dan pembinaan kepada franchisee-nya ? apakah franchisor melakukan pencatatan dan pembukuan dengan rapi dan teratur ? apakah franchisor membuat berbagai pungutan yang terlalu sering kepada franchisee-nya ?
Bila pengamatan kita menemukan situasi seperti diatas, maka sebaiknya kita waspada dan menghindari beli franchise yang dimaksud dari berbagai kasus yang kami tangani , hal seperti diatas sangat berpotensi bermasalah bagi franchisee. beli franchise tetapi bisnis tidak menguntungkan dan lebih buruk lagi tidak akan ada solusi dari franchisor .
Dalam kasus kasus, tentu situasi tidak sederhana sepert diatas jika kami menyimak dari dua sisi, ada saja cerita dan saling tunjuk bahwa si franchisee-nya kerap mencoba nakal mencari supplier sendiri diluar ketentuan franchisor-nya , menunda berbagai pembayaran kepada franchisor , melanggar prosedur yang terpenting dalam operasional , dan lain sebagainya tetapi hal ini adalah kesiapan franchisor dalam mempersiapkan sistem usahanya
Bagaimana menghindari hal tersebut :
1. Franchisor perlu melatih franchisee-nya dalam business management skill . kadangkala para franchisee kita belum berpengalaman dalam berbisnis. Mereka membeli franchise karena ingin mendapatkan bimbingan dalam berusaha , pelatihan pengelolaan keuangan dan pelaporan keuangan harus menghasilkan “bahasa” yang sama antara franchisor dan franchisee
2. Franchisor harus mempunyai concern dan sense of belonging yang tinggi terhadap image dan branding dari bisnisnya Dengan demikian franchisor akan merasa “rugi” jika salah satu outletnya (franchisee)nya rugi dan tutup. Franchisor tidak berorentasi pada keuntungan uang yang masuk ke pribadi
3. Franchisor wajib melakukan monitoring yang teratur dan sistematis pada kinerja franchisee-nya . Tidak hanya melihat sales (omzet)nya saja tetapi juga memonitor apakah para franchisee-nya untung dan happy . Siapkan bentuk pelaporan yang seragam untuk kinerja outletnya .
Bagaimana mengatasi situasi yang sudah terlanjur ? kita harus melihat prospek kedepan . Apakah masih ada kemungkinan untuk melanjutkan usaha ini dengan beli franchise?
Untuk informasi dan konsultasi selanjutnya dapat menghubungi dikantor kami di Menara KADIN lantai 30 JL HR Rasuna Said Blok X-5 Kav 2-3 Jakarta Telp.021-52994547 atau Email: franchiseconsultant@ifbm.co.id
Franchise Di Indonesia – Membeli Franchise Di Pameran
December 2, 2009
Franchise di Indonesia menunjukan kemajuan yang sangat menjanjikan. Biasanya kantor konsultan franchise kami memberikan Free Franchise Consultation di setiap pameran franchise baik didalam negeri maupun luar negeri,Demikian pula pada pameran franchise di indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 13,14,15 November 2009 di JCC Jakarta. Seperti biasa para pengunjung yang memanfaatkan pelayanan free consultation kami rata-rata bertanya ,” Franchise apa yang bagus ?,’”
Hal pertama yang harus dipahami adalah tidak semua peserta pameran franchise disana adalah perusahaan franchise karena ada juga yang hanya menjual kesempatan berbisnis tetapi bukan franchise di indonesia, bahkan ada beberapa yang menjual lisensi. Jadi ,pahami dulu bisnis yang dipresentasikan . Kadang kala kita bertanya ,bisnis ini franchise atau bukan ya ?
Pertama, jika yang menawarkan mengatakan itu bisnis franchise maka kita boleh berasumsi awal bahwa itu franchise .Selanjutnya kita bisa melihat sistem dan cara-cara yang dijalankan kepada para franchiseenya . Jika ,kita diberi hak untuk menjalankan bisnisnya atas nama ( perusahaan ) kita sendiri,dan diberikan support yang berkesinambungan dengan atribut (Branding & Panduan ) dari pemberi bisnis ,maka kita bisa mengatakan bahwa dia benar menawarkan sistem franchise.Tetapi ada catatan :sistem franchise pada umumnya tidak mempersyaratkan franchiseenya melakukan” Member get Member ” ,atau pemasaran berjenjang ,hal seperti itu biasanya dilakukan oleh MLM yang saat ini banyak cara menjualnya menggunakan istilah “Personal Franchise” .
Bagaimana cara kita melihat bisnis franchise yang dipresentasikan ?. Kami sangat menyarankan anda untuk mendalami bisnis yang sudah pernah anda kenal paling tidak sudah pernah mendengar reputasinya. Jika itu bisnis yang baru anda ketahui,perlu ditanyakan kepada penjual bisnisnya reputasi apa saja yang pernah diraih dibisnisnya Misalnya paling tidak bisnisnya telah dikenal didaerah asalnya . Kemudian , pelajari dari yang menjual bisnis,apakah bisnisnya mempunyai prospek yang panjang dan masa depan yang baik.jangan sampai yang menjual bisnis tidak mempunyai wawasan ke depan dari bisnis yang ditawarkannya. Selanjutnya adalah melihat dan mempelajari support ,bantuan dan dukungan yang diberikan oleh franchisor kepada kita yang membeli bisnisnya.Support itu selayaknya meliputi ; Bantuan saat kita mempersiapkan bisnisnya seperti :Mengevaluasi lokasi,membuat desain outlet ,memilih dan membeli peralatan yang diperlukan ,membeli barang dagangan ,melakukan pelatihan yang memadai,dan mendampingi saat memulai usaha.
Kita juga perlu menanyakan program program apa saja yang disupport oleh franchisor pada pelaksanaan operasional misalnya dukungan program marketing apa saja yang dilakukan franchisor kepada franchiseenya selama tahun pertama berjalan.
Franchisor yang profesional sudah mempunyai pogram marketing yang terencana dan bermanfaat bagi franchiseenya . Untuk informasi lebih lengkap tentang Franchise di Indonesia, anda dapat menghubungi kami di kantor konsultan kami IFBM di Menara KADIN Lt.30 Blok X-5 Kav 2-3 JL.HR Rasuna Said ,Kuningan Jakarta atau Email kami di franchiseconsultant@ifbm.co.id
Salam Sukses Selalu
Advanced Franchise Relationship Program
July 28, 2009
Konsultan Franchise IFBM yang telah memberikan service selama lebih dari 13 tahun di Indonesia tentu saja mempunyai banyak referensi permasalahan dibidang hubungan franchisor dan franchisee. Baik franchisor maupun franchisee kerap mengkonsultasikan permasalahannya kepada kami, konsultan franchise IFBM, untuk medapatkan solusi atau sekedar sharing dan mencoba mendengarkan kasus-kasus lainnya yang mungkin mirip dengan yang mereka alami. Kami mencoba mempelajari kasus-kasusnya, kemudian mencari referensi penyelesaian permasalahannya dari beberapa kasus lain serta diskusi yang mendalam dengan beberapa pakar dengan disiplin ilmu berbeda yang dapat diambil manfaatnya untuk kasus-kasus relationship dalam franchising.
Sebagai konsultan franchise, kami harus secara serius dan menggali ilmu secara berkesinambungan untuk dapat membantu para franchisor dan franchisee yang mempunyai permasalahan dengan relationship atau hubungan kerjasamanya. Konsultan franchise IFBM telah berusaha mendiskusikan kiat-kiat membangun franchise relationship dalam program Franchise Academy di Port Dickson Malaysia, atau bersama guru dan pakar hubungan dalam franchising, Prof. Greg Nathan dari Franchise Relationship Institute.
Pada hari Kamis, tanggal 6 Agustus 2009, Konsultan Franchise IFBM akan mengadakan seminar dengan tema: ADVANCED FRANCHISE RELATIONSHIP PROGRAM, yang membahas mengenai penyusunan program yang efektif untuk membangun hubungan franchisor & franchisee yang harmonis. Seminar akan bertempat di Setiabudi Building 2 Kuningan Jakarta. Biayanya tidak mahal, bagi yang berminat untuk mengikuti bisa menghubungi 021-93734500 atau email: franchiseconsultant@ifbm.co.id
Pameran Franchise 2009 – Momentum Penting Untuk Membuka Usaha
June 15, 2009
Pameran Franchise 2009 di kawasan regional umumnya dimulai pada bulan Juni. Biasanya Indonesia yang mengawali putaran pameran franchise ini dari Jakarta, dilanjutkan dengan pameran franchise di Filipina, Thailand, Malaysia dan Singapore. Indonesia juga menutup putaran pameran franchise ini dengan menggelar Pameran Franchise 2009 pada bulan November. Memang sebelum bulan Juni China menggelar pameran franchise yang besar di Beijing, tetapi sementara ini jangkauan di Beijing masih terlalu jauh dari komunitas franchise di kawasan Asia Tenggara ini.
Bagaimana situasi dan peran dari Pameran Franchise 2009? Saat ini secara global sedang membicarakan krisis yang mulai berdampak disetiap Negara. Tidak terkecuali Negara-negara dikawasan Asia Tenggara. Sekarang sudah menjadi trend bahwa franchising adalah alternative untuk masing-masing individu mengatasi dampak yang mungkin juga akan mengimbas setiap anggota masyarakat. Pameran Franchise 2009 akan menjadi sarana baik bagi pengusaha maupun calon pengusaha franchise bertemu dan memulai bekerjasama membangun jaringan bisnis yang saling menguntungkan. Pameran Franchise 2009 akan berlomba-lomba menyajikan presentasi yang baik agar banyak pengusaha franchise yang dapat memanfaatkan sarana yang disiapkan dan menarik banyak calon franchisee mengunjungi pameran yang digelar.
Pameran Franchise 2009 akan menjadi sajian yang lebih menarik dari pameran-pameran franchise sebelumnya. Sejak 5 tahun lalu pameran franchise di Indonesia boleh dibilang yang paling bagus di kawasan Asia Tenggara. Tampilan para exhibitornya sangat menarik dan pengunjungnya luar biasa ramai. Jakarta akan mengawali pameran franchise 2009 pada tanggal 19 hingga 21 Juni mendatang. Seluruh stand yang ada telah penuh disewa, baik dari pengusaha dalam negeri maupun luar negeri. Beberapa kerabat dan kolega kantor konsultan franchise International Franchise Business Management (IFBM), menyatakan ketertarikan dan minatnya untuk berexhibisi dan datang ke Jakarta berpartisipasi pada pameran franchise. Bahkan Menteri Perdagangan Dalam Negeri Malaysia yang baru dipilih juga akan hadir. Rombongan delegasi yang turut sertapun cukup besar.
Konsultan franchise IFBM yang selalu memberikan perhatian bagi pengembangan system francise di Indonesia, tidak akan menyia-nyiakan situasi yang berharga ini; bersama dengan Komite Tetap Waralaba & Lisensi KADIN Pusat, konsultan franchise IFBM akan mengadakan Informal Diskusi Waralaba Regional dengan mengajak serta para tokoh utama franchise dari Malaysia, Thailand dan Singapore bersama para pengusaha franchise ternama di Indonesia. Diskusi informal ini akan menjadi penjajakan untuk diselenggarakan Diskusi Formal Waralaba Asia pada pameran franchise 2009 bulan November mendatang.
Pameran Franchise 2009 pada bulan November mendatang merupakan pameran franchise yang paling bagus momentumnya. Banyak orang yang akan mempunyai resolusi membuka bisnis pada tahun 2010. Dengan demikian ajang Pameran Franchise bulan November akan menjadi sarana yang diserbu para pengunjung calon franchisee. KADIN Pusat akan menjadi penyelenggara ujung Pameran Franchise 2009 ini, dimana diharapkan Presiden baru terpilih akan membuka dan meresmikan pameran franchise ini. So.. be there!
Waralaba Di Indonesia – Tips Sukses Bagi Franchisor
May 21, 2009
Waralaba di Indonesia memang merupakan bisnis yang terus naik daun, namun banyak juga yang melontarkan komentar yang bernada sumbang. Saya ingin menampilkan beberapa kasus yang datang kekantor konsultan franchise kami. Kasus-kasus waralaba di Indonesia cukup beragam, baik permasalahan dari franchisee maupun permasalahan dari franchisor. Mudah-mudahan tampilan ini dapat memberikan juga manfaat bagi pembaca yang mempunyai kasus serupa.
Kasus 1. Franchisor Membuka Usaha Merek Baru.
Dalam kwartal lalu, dua kali saya mendapatkan keluh kesah dari franchisee yang menceritakan bahwa franchisor dari usaha yang mereka beli ternyata meluncurkan merek baru diusaha sejenis sehingga mereka sebagai franchisee merasa tersaingi usahanya. Misalnya; Si A sudah membeli franchise minimarket merek “SUPER” dari franchisor XX, tetapi setelah beberapa waktu franchisor XX meluncurkan lagi franchise minimarket merek “HYPER” dengan produrk yang sejenis. Hal yang sangat disesalkan oleh para franchisee ini adalah, bahwa franchisor tersebut sama sekali tidak memberikan informasi mengenai rencananya untuk meluncurkan merek usaha baru yang sejenis tersebut. Baru setelah para franchisee protes, franchisor menjelaskan alasan dan rencana-rencananya.
Didalam kasus-kasus keberatan dari hubungan franchisee dan franchisor memang hal yang menjadi rujukan formal adalah Perjanjian Franchise yang telah disepakati bersama. Pada kasus seperti di atas, umumnya para franchisee tidak pernah menyadari sebelumnya bahwa ada kemungkinan seperti ini. Sehingga pada saat disodorkan draf perjanjian franchise, mereka hanya berkonsentrasi pada pembahasan di pasal-pasal perjanjian yang disodorkan tersebut, tanpa menyadari beberapa kemungkinan yang mungkin timbul dan dapat merugikan mereka diluar konsep perjanjian yang disodorkan tersebut.
Saya mencoba mengkomunikasikan dan mencari tahu apa yang menjadi latar belakang kegiatan franchisor tersebut meluncurkan merek usaha baru yang sejenis. Pada umumnya franchisor mengatakan bahwa mereka perlu terus berinovasi dan ‘menutup’ peluang pesaing yang akan masuk di-segmen tertentu yang mereka juga belum kuat. Para franchisor tersebut mengatakan merek baru yang mereka luncurkan tidak akan berkompetisi dan menjadi pesaing dari franchisee-franchisee mereka yang sudah ada. Merek baru mereka akan membidik segmentasi pasar yang berbeda. Tetapi tentu saja jawaban ini tidak akan memuaskan para franchiseenya yang sudah ada, sampai benar terbukti operasional usaha mereka tidak mengalami gangguan.
Dalam hal mengelola kegiatan waralaba di indonesia yang demikian, saya selalu memberikan himbauan kepada para franchisor untuk selalu memperhatikan kesuksesan para franchiseenya. Jika konsep franchisenya benar, semakin franchiseenya sukses maka franchisornya juga semakin sukses. Jadi, tidak sebaliknya, franchisornya mau lebih sukses dari franchiseenya, sementara keuntungan franchiseenya di’takar’ pas-pasan saja..
Dalam menjalankan sistem usaha franchise, para franchisor sebaiknya mempunyai pemikiran dan rencana-rencana yang jauh kedepan. Sehingga mereka mengetahui langkah-langkah strategis yang akan mereka lakukan dalam 5 tahun kedepan.
Dalam satu kasus, seorang franchisee begitu marahnya! Sehingga dia menghasut beberapa franchisee yang lain untuk menuntut franchisor. Tetapi franchisornya telah begitu yakin akan niat baiknya untuk membantu franchisee sehingga dia menghadapi para franchiseenya dan memberikan ‘garansi’ untuk memberikan support yang lebih demi suksesnya usaha para franchisee.
Satu franchisee yang sangat marah menuntut sendiri (diluar tuntuntan kolektif bersama franchisee yang lain) untuk dikembalikan seluruh uangnya, bahkan termasuk tempat yang sudah dia sewa. Sebagai franchisor yang bertanggung jawab dan yakin akan kesuksesan usahanya, dia mengambil alih outlet si franchisee dan bahkan mengganti uang sewa yang telah dibayarkan. Outlet si-franchisee itu sekarang dijalankan oleh franchisor, dan sebagai bukti dari strategi usahanya, outlet tersebut sekarang mempunyai kinerja yang jauh lebih menguntungkan dari masa sebelumnya. Setelah outlet tersebut sukses, ditawarkannya kembali untuk dimiliki dan dijalankan oleh franchisee.
Sekalipun satu kasus di atas dapat diatasi dengan baik, tetapi sebaiknya tidak perlu kita mengalami situasi yang seperti itu. Kepada para calon franchisee, saya selalu menyarankan untuk selalu bertanya dan mencari informasi yang selengkap-lengkapnya terlebih dahulu. Tanyakan kepada para franchisee yang telah membeli franchise sebelumnya, atau bisa juga bertanya kepada konsultan kan…
Kasus 2. Menjual Franchise di event Pameran.
Seorang calon pembeli waralaba di Indonesia menyampaikan kegusarannya kepada saya setelah mengunjungi kegiatan Pameran Franchise. “Para peserta pameran franchise itu penipu semua..!!” katanya kepada saya, yang tentu saja membuat saya terkejut juga (apalagi perusahaan konsultan franchise kami menjadi salah satu pendukung acara pameran tersebut..).
Setelah saya coba menanyakan permasalahannya, dia menceritakan bahwa pada pameran tersebut setelah dia mendengarkan penawaran dari salah satu peserta dan tertarik, dia diminta untuk memberikan uang muka sebagai keseriusan calon pembeli franchise. Tetapi proses selanjutnya setelah pameran, dia melihat banyak hal yang tidak memberikan keyakinan dari proses yang dilakukan oleh franchisor; misalnya, franchisor tidak mempunyai organisasi yang baik untuk mempersiapkan bisnis franchisee, tidak ada program training yang jelas, perhitungan investasinya selalu berubah-ubah, dan bahkan kelihatan tidak mempunyai standar untuk memberikan evaluasi lokasi. Saat dia mengajukan untuk mengundurkan diri, tidak diperkenankan untuk meminta kembali uang muka yang telah diberikan.
Saya melihat beberapa para franchisor yang mengikuti pameran untuk ‘berhitung’ secepatnya mengganti ongkos pameran dengan berusaha mengambil uang muka sebanyak-banyaknya. Ukuran sukesnya pameran adalah dengan mendapatkan uang muka.
Banyak juga franchisor yang pada saat pameran lebih sibuk menampilkan keunggulan operasional usahanya. Kepada para klien, saya selalu menyarankan untuk lebih menampilkan support yang diberikan kepada para franchisee, sebagai presentasinya di pameran. Mereka tidak saya sarankan untuk segera ‘deal’ dengan para prospek di pameran, tetapi lebih mencari data-data yang memberikan potensi bagi usaha franchise yang ditawarkan, misalnya: lokasi yang dimiliki para prospek, atau network pasar yang dimiliki para prospek tersebut.
Saran ini selalu saya sampaikan kepada para klien, karena hal yang terpenting menjual franchise adalah mendapat franchisee yang cooperative, tidak semata-mata mereka mau beli waralaba kita, tetapi mendapatkan mitra franchisee yang cocok untuk periode minimal 5 tahun.
Sekarang coba kita perhatikan para peserta pameran franchise yang ada, berapa banyak yang menampilkan supportnya pada franchisee sebagai bahan presentasinya?
untuk berdiskusi mengenai tahapan menjadi franchisor, silahkan kirim email pada kami di franchiseconsultant@ifbm.co.id
Usaha Waralaba – Tips Untuk Calon Franchisor
May 21, 2009
Usaha waralaba memang sangat menggiurkan bagi para pemilik bisnis. Banyak sekali para pemilik bisnis yang ingin cepat-cepat mewaralabakan bisnisnya. Pada prinsipnya jika Anda ingin mewaralabakan usaha yang telah Anda jalankan dengan sukses adalah, inilah etika bisnisnya:
1. Anda telah menjadi ahli betul (mastery) dalam bidang usaha tersebut.
Benar-benar ahli sehingga kita tahu betul seluk-beluknya dan setiap detail dari usaha tersebut. Mulai dari perijinan usahanya, cara merekrut gurunya, menjalankan metoda pengajarannya, mengelola keuangannya, memasarkan jasanya, memilih tempat usahanya, meningkatkan penjualannya, mengatasi masalah-masalahnya, memprediksi tren usahanya, dan lain sebagainya.
2. Keahlian akan membuat Anda mampu menduplikasikan bisnis Anda ke calon franchisee
Dengan kita betul-betul menjadi ahli, maka kita akan dapat mengajarkan kepada orang lain untuk membuka usaha waralaba ini dengan sukses. Jadi, jika kita belum merasa menjadi ahli betul untuk mengajari orang lain membuka usaha tersebut, maka sebaiknya kita tunda dulu menjadi franchisor.
Usaha waralaba yang Anda akan tawarkan sebaiknya telah Anda kuasai dengan baik dan sudah terbukti berhasil. Ini adalah konsep awal kita untuk menjadi franchisor. Memberikan cara yang tepat kepada orang lain untuk membuka usaha seperti kita dengan sukses. Untuk imbal jasa dari apa yang kita berikan (termasuk penggunaan merek dan sistem/metoda) maka kita berhak mendapatkan kontribusi fee yang bisa ditarik dalam bentuk Franchise Fee maupun bagi hasil operasional (royalty fee).
Format Perjanjian Franchise penjelasannya akan sangat panjang lebar karena tentunya sudah menyangkut seluruh aspek sistem franchise. Tetapi prinsip kerjasama dengan franchisee tentu saja akan mengikuti dari konsep kerja di atas, yaitu: bahwa franchisee akan kita berikan petunjuk untuk membuka usahanya, dan dia sebagai franchisee harus mengikuti petunjuk yang kita berikan dengan disiplin. Atas kerjasama tersebut akan ada imbal balik yang kita tetapkan baik untuk franchise fee maupun royalty fee dan juga biaya-biaya atau ketentuan lain.
Ada hal-hal lain yang perlu dicantumkan menyangkut hal yang layak diperjanjikan pada perjanjian franchise, seperti masalah teritori, pengalihan hak franchise, dan lainnya. Untuk itu sebaik Anda bisa mengikuti workshop untuk mempersiapkan usaha franchise ini yang rutin diadakan oleh kantor konsultan IFBM di Surabaya dan Jakarta bekerjasama dengan majalah Info Franchise Indonesia.
Usaha waralaba yang berhasil adalah impian bagi semua calon franchisor. Pastikan usaha yang anda tawarkan memenuhi kriteria-kriteria yang disebutkan diatas.
Selamat ber-franchise ria!
Bisnis Waralaba – Pemahaman Master Franchise
May 21, 2009
Bisnis Waralaba di Indonesia berkembang dengan sangat pesat. Seiring dengan perkembangan pesat ini, banyak pertanyaan mengenai apakah Master Franchise itu? Master Franchise adalah hak yang diberikan kepada penerima waralaba dari pemberi waralaba untuk membuka dan mengelola bisnis waralaba-nya dalam suatu wilayah tertentu. Penerima waralaba ini diberikan juga haknya untuk memberikan/menjual hak waralaba lanjutan kepada penerima waralaba lain di wilayahnya tersebut. Untuk itu master franchisee ini disebut Penerima Waralaba Utama.
Kewajiban dari master franchise
Master Franchisee adalah duplikasi dari kegiatan franchisor di wilayah (teritori) tertentu. Untuk itu kegiatannya berfungsi sebagai franchisor di wilayah tersebut. Umumnya, dari Pemberi Waralabanya, dia diberi hak untuk membuka outlet usahanya, mengelolanya sesuai ketentuan yang diperjanjikan dengan pemberi waralaba, dan dia juga diberi hak untuk menjual hak waralabanya kepada penerima waralaba lanjutan di wilayahnya tersebut.
Sebagai pemberi waralaba lanjutan, dia mempunyai kewajiban untuk membina dan membantu suksesnya usaha penerima waralaba lanjutan.
Target-target yang ditetapkan prinsipal terhadap master franchise
Pada umumnya master franchisee mempunyai target terhadap pengembangan jumlah outlet. Bahkan master franchisee juga ditargetkan untuk memberikan kontribusi pembayaran tertentu dari jumlah outlet yang harus dibuka di wilayahnya.
Berapa kira-kira jumlah pemegang master franchise di Indonesia?
Jumlah pemegang master franchisee saat ini sulit di data secara akurat. Sumber dari media bisnis nasional ternama tahun 2004 jumlahnya 104 perusahaan. Sekarang jumlahnya sudah lebih dari itu, karena ada beberapa pemegang hak master franchise yang sudah mendapatkan haknya tetapi belum membuka usahanya.
Sedangkan menurut PP No. 16 tahun 1997 tentang Waralaba, setiap penerima franchise (asing) wajib mendaftarkan usahanya ke Departemen Perdagangan RI dan mendapatkan STPUW (Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba), yang saya cermati di Departemen Perdagangan jumlahnya yang telah mendaftarkan tidak lebih dari 40 perusahaan saja.
Bisnis waralaba internasional pertama kali masuk di Indonesia sejak tahun 1960an, seperti merek mesin jahit Singer dan minuman Coca Cola hadir di Indonesia. Mereka adalah model product dan distribution franchising.
Perkembangan bisnis waralaba international di Indonesia
Dengan berkembangnya Free Trade Area (perdagangan bebas) baik di kawasan terbatas maupun antar dua negara (bilateral), tentunya perkembangan franchise asing/ internasional mau-tidak mau akan berkembang dengan pesat. Apalagi frekwensi traveling dari masyarakat luar ke dalam negeri, maupun sebaliknya juga semakin tinggi. Sehingga merek-merek asing akan saling dibutuhkan oleh masyarakat untuk hadir diberbagai tempat yang dinamis ini.
Keunggulan franchise internasional dibandingan franchise lokal
Untuk beberapa merek terkenal umumnya mereka lebih unggul disistem usahanya. Untuk itu mereka berani mempertaruhkan mereknya untuk bersaing secara internasional. Tetapi masih ada juga beberapa merek asing yang tidak terkenal dan berusaha untuk membuka outletnya di Indonesia dengan pengalaman yang sangat minim. Intinya kita perlu cermati betul kehadiran merek asing ini. Keunggulan merek-merek waralaba internasional umumnya di standarisasi dari sistem operasionalnya, pelatihannya, serta monitoring dan kontrolnya.
Bisnis waralaba internasional umumnya sangat dominan di usaha-usaha makanan. Karena tingkat traveling yang tinggi tersebut, umumnya para treveler tersebut akan lebih favorable untuk mendapatkan kebutuhannya seperti yang mereka miliki ditempat asalnya. Kebutuhan ini tidak semata-mata hanya bagi orang asing, tetapi juga oleh masyarakat kita yang pernah sekolah atau bekerja di luar negeri. Seperti kita ketahui, pasca krisis ekonomi banyak pelajar kita di luar negeri yang ditarik pulang ke Indonesia.
Selain master franchise, dikenal juga istilah area franchising yaitu, si penerima waralaba mempunyai hak untuk membuka dan mengembangkan usahanya di wilayah tertentu, tetapi mereka tidak diperkenankan untuk menjual/mensub-franchisekan usahanya. Umumnya mekanisme ini diterapkan oleh pemberi waralaba karena mereka tidak mau mengambil lebih banyak resiko untuk mempunyai ikatan kerjasama dengan banyak orang yang mereka belum tahu karakternya. Jadi, mereka hanya berurusan dengan satu pihak di wilayah tertentu, yaitu dengan si penerima waralaba utama.
Bisnis waralaba, dari sisi Penerima Waralaba utama tentunya akan lebih menguntungkan bila dapat mensubfranchisekan usahanya. Tetapi tentunya setiap langkah strategis mempunyai konsekwensi masing-masing. Hal-hal inilah yang perlu dipertimbangkan dengan matang, dan sebaiknya meminta masukan dari konsultan waralaba yang berpengalaman.
Peluang Usaha Franchise
February 24, 2009
Peluang Franchise sukses dimulai dari beberapa hal yang sangat mendasar. Pertama adalah jenis bisnis yang Anda geluti, dan tingkat “mastery” dari manajemen usaha Anda dalam mengelola bisnis ini sendiri. Semakin sukses bisnis yang Anda kelola, semakin menarik bisnis ini untuk Anda franchise-kan.
Setelah membuktikan bisnis Anda sangat menguntungkan dan menarik untuk Anda tawarkan sebagai peluang franchise, langkah berikutnya adalah mencari sebuah jasa konsultan franchise yang sudah berpengalaman dan terbukti “mengantar” klien-kliennya menjadi sebuah Franchisor sukses.
Pastikan konsultan franchise yang Anda pilih adalah yang terbaik dan sudah terbukti, bukan konsultan yang menawarkan jasa paling “murah” atau lebih celaka lagi yang paling dapat Anda setir sesuai keinginan Anda. Konsultan yang baik adalah konsultan yang dapat memberikan masukan yang benar kepada manajemen Anda dan berani mengatakan “tidak” kepada Anda.
Peluang franchise sukses masih sangat terbuka di Indonesia, baik Anda sebagai Franchisor atau Franchisee. Jika Anda seorang calon Franchisor, pastikan Anda sudah menguasai bisnis Anda dan harus sudah terbukti profitable, baru pikirkan untuk menawarkan waralabanya. Jika Anda seorang calon Franchise, pastikan Anda memilih bisnis franchise yang Anda sukai. Jika Anda sendiri menyukai bisnisnya, lebih mudah untuk Anda dalam mengelolanya.
Usaha Franchise – Kiat Sukses Menjadi Pengusaha
February 24, 2009
Usaha Franchise telah terbukti menjadi salah satu bisnis yang paling diminati di Indonesia maupun di seluruh dunia. Di Indonesia, dalam kurun waktu 11 tahun terakhir ini, usaha franchise atau disebut juga waralaba ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Kita dengan sangat mudah dapat menemukan franchise lokal dimana-mana, mulai dari mall sampai ke pusat pertokoan biasa.
Salah satu alasan utama mengapa orang suka memilih bisnis dengan cara franchise adalah karena lebih mudah menjalankannya daripada memulai usaha sendiri. Dengan membeli suatu bisnis franchise tertentu, setidak-tidaknya kendala dalam menguasai seluk beluk suatu bisnis tertentu dapat diatasi dengan cepat dan murah.
Usaha Franchise lokal di Indonesia berkembang dengan pesat dikala ekonomi Indonesia dilanda krisis moneter pada tahun 1998, yaitu pada waktu ekonomi sedang tidak menentu, sedangkan bisnis Franchise asing banyak sekali yang bangkrut, dikarenakan anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Franchise dengan segala kemudahannya, menjanjikan sesuatu yang dapat dijadikan pegangan oleh para pebisnis yang ingin memulai bisnisnya tanpa harus memiliki pengalaman yang banyak di bidang tersebut.
Banyak hal yang harus diperhatikan oleh mereka yang ingin memulai bisnis dan memilih Franchise yang cocok dan memiliki prospek yang bagus, antara lain:
- Apakah ada usaha untuk selalu mempromosikan mereknya
- Apakah Franchisor akan memberikan support yang berkesinambungan
- Apakah organisasi Franchisor sesuai dengan support yang dijanjikannya
- Bagaimana rencana pemasaran selama tahun-tahun operasinya
Usaha Franchise jika dikelola dengan baik dan benar, ditambah dengan mendapatkan Franchisor yang baik dan supportif akan menjadi solusi bagi mereka yang ingin segera memulai bisnis dan segera berhasil. Hal yang paling penting untuk diingat adalah bekerjasamalah dengan Franchisor, karena mereka adalah orang yang ahli dibidangnya.



